Author: Ricky Setya Prayoga

Platon dan Sokrates

Bayangan dalam cermin adalah yang tidak nyata. ‘Sang kucing’ adalah pengetahuan. Kucing-kucing partikular lain, adalah opini.

Tentang Kesia-Siaan

Bagaimana bisa, manusia hidup dengan menjalani sebuah tindakan berulang-ulang? Hidup dalam repetisi tiada akhir? Adakah rasa jengah atas keadaan, justru menjadi landasan Sisifus melakukan tindakannya?

Mengapa manusia membenci?

Apabila bagi Jean Paul Sartre kematian seseorang merupakan akibat dari terkikisnya subjek oleh suatu objek, maka kebencian adalah ihwal yang benar dan naluriah bagi manusia.

Duduk, Hidup, dan Maut

Mereka berdua duduk dengan diam. Apa yang dipikirkannya adalah rahasia antara mereka dengan sunyi. Masing-masing tak nampak sedih atau sebaliknya, namun getar yang timbul adalah

Mencoba Bicara Tentang Manusia

Manusia memang selalu memiliki kecenderungan terhadap segala hal yang menarik bagi dirinya. Kecenderungan–kecenderungan tersebut ibarat sebuah kuda hitam yang menggiring manusia untuk terus menuruti kesenangan

Close Menu