Discourse

Share on facebook
Share on google
Share on twitter

Discourse atau diskursus secara harfiah berarti proses, perjalanan atau gerak dari suatu sistem yang dirujuk. Diskursus mengalami perkembangan melalui perilaku, pengamatan, dan kesadaran manusia. Beberapa filosof seperti Machiavelli dan Michel Foucault menggunakan frase ini sebagai tajuk pemikiran utama. Machiavelli memilih praksis nilai politik sementara Foucault berfokus pada kausal-konsekuensi pengetahuan. Objek keduanya berbeda tapi memiliki benang merah sama yaitu pencarian makna.

Diskursus menyerap lebih banyak aktivitas dibanding logos atau retorik. Dalam logos, manusia melakukan proses berpikir sebatas penentuan definisi. Sementara retorik memungkinkan manusia untuk menginduksi pengertian dan mempengaruhi subjek lain. Sedangkan diskursus berupa diskusi yang bertujuan menemukan definisi (susunan rasional) melalui refleksi dan interaksi. Dalam diskursus, manusia memiliki kesempatan melakukan pencarian makna secara individual atau kelompok. Proses diskursif memiliki keterarahan dan perangkat. Arah diskursus adalah makna baru, atau pengertian lama yang diartikulasi kembali, sementara bahasa dan media berfungsi sebagai perangkat.

Manifestasi media adalah forum (course) massa maupun produk pemikiran semisal literasi. Subjek diskursus bagi Foucault adalah entitas yang selalu muncul, atau tanda-tanda yang dapat terbaca. Lewat sistem dan proses pencarian paham, manusia mengerti dan akhirnya bersikap atas pengetahuan yang telah dimiliki. Sebagai sistem, diskursus meresap dalam ilmu-ilmu terapan hingga membentuk metode analisis yang dapat disebut misalnnya sebagai semiotika dan hermeneutika. Penentuan istilah bergantung dimensi, objek dan perangkat yang bertautan. Diskursus muncul ketika ide-ide bertemu, sebagai bagian utama dari pencarian manusia atas ilmu pengetahuan. Saat manusia berusaha memahami sebuah diskursus, maka pada saat sama ia sedang berjalan ke- dan di- terhadap diskursus.

Baca lagi

Perjuangan Kebenaran a la Mahatma Gandhi

Melihat perjuangan Gandhi lebih dalam lagi, kita akan menemukan banyak pelajaran, baik tentang pentingnya satyagraha dalam perjuangan – yang tak lain dari proses perjuangan kebenaran berdasar cinta – serta moralitas yang harus selalu menemani dalam proses manusia dalam perjuanganannya.

Paranoia atas Pengetahuan

Walau banyak kepastian dan bukti yang telah kutemukan dalam rasioku, aku tidak dapat yakin bahwa seluruh dunia dapat menerima dan memahaminya.

Close Menu