Hukum Alam

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on email

Jawaban dari pertanyaan Bakunin mengenai sumber ilmu pengetahuan menjadi penegas bagi kaum empiris bahwa materi hadir mendahului gagasan. Ia mempertanyakan kebenaran pendapat antara kaum idealis dan kaum materialis lalu memberi penjelasan bahwa segala produk intelektual dan moral merupakan hasil refleksi dari sejarah ekonomi. Seturut dengan perlawanan filosof Yunani kuno seperti Thales dan Anaximandros atas konflik para dewa yang menyengsarakan manusia, demikian pula perlawanan manusia modern terhadap sistem yang mengancam mereka. Perlawanan nalar ini merupakan tahapan momentum agung dalam usaha manusia menjauhi kodrat kebinatangan pada orang lain dan pada dirinya sendiri.

Selain sejarah ekonomi, Bakunin memaparkan kuasa lain atas moralitas dan intelektualitas, ialah hukum alam. Hukum alam, semisal hukum gerak, cahaya dan konfigurasi benda langit merupakan tuan absolut bagi manusia. Bagi Bakunin manusia tanpa hukum alam adalah bukan manusia karena mereka tidak akan berada. Hukum alam dianggap inheren dalam diri manusia sehingga mewujud dalam tubuh dan segala sistemnya baik secara secara fisik maupun psikis. Pada tahap selanjutnya sains terbangun dalam hukum alam yang lebih kecil di mana manusia mengalami kebebasan untuk mengenali dan menerapkan nilai kehidupannya dalam tujuan utama keseharian yang berupa humanisasi kolektif.

Sebagai seorang revolusioner dan penggagas moralitas anarkisme, Bakunin mengecam sains yang terbentuk di bawah intimidasi kuasa seperti positivisme dan pelurusan atas nama wahyu. Sains ini menjadi anorganik semata bila menjadi perangkat perampasan kebebasan dan bukan menjadi alat bantu kebutuhan dan aktualisasi kodrat manusia. Sains sebagai hasil hubungan dialog subjek-objek harus kembali pada kausa utamanya yaitu realitas. Ia berperan sebagai peta, pengukur, alat ramal hingga mesin penyederhana dari pertanyaan manusia namun sains tidak pernah dapat menjadi cahaya awal yang terpantul menggantikan realitas yang sebenarnya.

Leave a Reply

Baca Lagi

Close Menu