Kata Pengantar Being and Time karya Martin Heidegger oleh Joan Stambaugh (Terj.)

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on email

Alasan mengapa buku Being and Time diterjemahkan dalam Bahasa Inggris. Terdapat tiga aspek dari teks ini yang sangat penting, sehingga perlu untuk ditanggapi. Pertama, orang perlu mengingat bahwa di dalam Being and Time, Heidegger telah memperkenalkan kosakata dan makna baru (neologisms) yang sangat luas dalam Bahasa Jerman. Seperti, Befindlichkeit (ketersituasian) yang dengan mudah dapat dimengerti untuk pembaca Jerman. Sejak neologisme memiliki hubungan yang jelas dengan keseharian frase Jerman wie befinden Sie sich? yang memiliki arti “bagaimana kabarmu?”, yang terlihat di sini adalah sebagai pembuatan kata-kata baru dan menjadi tantangan untuk pembaca Heidegger, bahkan untuk pembaca Jerman itu sendiri. Biasanya, neologi-neologi  Heidegger mempunyai keterpautan yang kuat dengan frase atau kata keseharian, dan memperlihatkan sebuah keanehan yang campur aduk antara keterasingan (yang-unik)[1] dan kebiasaan (yang-umum)[2].

Kedua, Heidegger sering menggunakan kosa kata yang sangat umum dengan cara yang tidak biasa. Dalam hal ini, contoh yang paling tepat adalah kata “Dasein”, yang di sisi lain mempunyai sejarah panjang dalam terminologi filsafat (contohnya, salah satu kategori di dalam pemikiran Hegel, Science of Logic),suatu kosa kata yang termasuk dalam percakapan sehari-hari. Salah satu maksud Heidegger di dalam Being and Time adalah untuk membenarkan kembali bahwa kata dan pemberian makna baru tidak meninggalkan keseluruhan makna keseharian dari kata itu sendiri. Selanjutnya, pembaca Jerman mungkin menemukan sebagian dari pecahan kebiasaan (yang-umum) dan keterasingan (yang-unik) di dalam penggunaan setiap kata oleh Heidegger. Ketiga, secara alamiah kita dapat menemukan kosakata filosofis yang sangat tradisional yang digunakan oleh Heidegger di dalam Being and Time, tetapi Heidegger melampaui makna kata-kata dalam arti tradisionalnya. Kata-kata seperi Wahrheit (Kebenaran) dan Sein (Ada) hanyalah salah satu gamblang masalah penerjemahan dan gambaran pembaca.

Itulah beberapa urutan dari masalah-masalah penerjemahan dan terutama memberi klarifikasi dari sifat alami dari teks ini. Di posisi yang sama, tentu proyek penerjemahan dari Jerman ke Inggris biasanya memiliki masalah yang sama. Masalah-masalah itu menuntut kewaspadaan yang kuat baik dari penerjemah maupun dari pembaca, kewaspadaan tersebut tidak dapat dihindarkan. Selama tiga dekade lalu, Macquarrie dan Robinson mempublikasikan terjemahan Being and Time dan mereka adalah yang mula melakukan penerjemahan terhadap pemikiran Heidegger dalam Bahasa Inggris. Penerjemahan itu sendiri hadir untuk membuka jalan pemikiran Heidegger yang didiskusikan dalam Bahasa Inggris. Setelah tiga dekade dari penerjemahan pemikiran Heidegger lainnya yang dilakukan oleh beberapa penerjemah, beberapa keputusan yang dibuat di awal penerjemahan Being and Time mungkin butuh untuk dipertimbangkan kembali.

Terjemahan saat ini berupaya untuk mengambil catatan yang mendalam dari pengetahuan tentang Heidegger di Inggris tiga tahun yang lalu. Penerjemahan ini dimulai beberapa tahun yang lalu dan telah mengalami perubahan selama bertahun-tahun seperti saran yang diajukan oleh para kolega. Beberapa penerjemahan-penerjemahan pribadi, tetap tidak pernah meragukan perdebatan yang kontroversial. Karena bahasa dalam pemikiran Heidegger sangat kaya dan mempunyai banyak makna, mungkin tidak ada yang kompleks atau utuh dalam penerjemahannya. Hal itu diharapkan penerjemahan ini dapat memperbaiki beberapa kejanggalan dan kesalahan-kesalahan penerjemahan sebelumnya, dan membuka sebuah perdebatan produktif tentang keaslian yang lebih dan bahasa yang lebih membingungkan dari teks ini. Pada akhirnya, beberapa gambaran singkat tentang kesepakatan terminologi dimungkinkan untuk membantu orientasi pembaca pada beberapa pilihan terjemahan yang telah dibuat di sini dan beberapa penerjemahan alternatif, yang dihasilkan dengan baik oleh pemikiran sang pembaca. Bagaimanapun, pada akhirnya, terjemahan ini perlu untuk membenarkan di dalam proses pembacaan itu sendiri.

Itulah harapan Heidegger yang diutarakan bahwa masa depan terjemahan kata Da-sein harus diuraikan secara menyeluruh melalui Being and Time, seperti praktik yang dia usulkan sendiri, sebagai contoh, di Bab 5 dari Divisi 1. Oleh karena itu, pembaca cenderung kurang dalam memahami jika merujuk pada kata “eksistensi” (yang mana terjemahan tradisional dari Da-sein) dan diam-diam terjemahan tersebut memiliki konotasi psikologis. Dalam pemikiran Heidegger, keberadaan manusia adalah Uncanny: kita tidak tau siapa, atau kita ini apa, yang meskipun secara kebetulan kita adalah itu.

Jika kita merujuk pada kata benda Bahasa Jerman pada umunya, kata Da-sein dan Angst, tetap tidak terjemahkan, tetap menggunakan huruf kapital: tidak ada kalimat dalam Bahasa Inggris yang memakai huruf kapital yang merujuk pada kedua term tersebut, termasuk kata being. Penggunaan huruf besar pada being, meskipun telah diragukan penggunaan kata being sebagai sesuatu hal yang unik, resiko-resiko penerjemahan yang merupakan beberapa jenis dari Pemikiran-Luar biasa atau Ada yang trasenden. Tetapi, Heidegger dalam penggunaan kata Being tidak mempunyai makna yang sama dengan kata being pada umumnya, terutama bukan Ada yang trasenden. Heidegger tidak menginginkan pengunggulan substansial dari kata Ada, sejauh penggunaan huruf kapital pada kata dalam Bahasa Inggris tidak berdampak pada kata itu sendiri. Kata-kata berikutnya untuk Ada, yaitu Ereignes memiliki arti kesesuaian, kepemilikan-bersama-Ada-oleh-Dasein[3] dan Das Geivert (the Fourfold[4]) mengungkapkan relasi-relasi yang mendasari beberapa kemungkinan relata atau ‘hal-hal’, dan hal tersebut menyetujui tujuan ke-tak-subtansial-an.

Hal yang masih belum dapat dipecahkan secara khusus adalah kata Verfallen, yang memiliki arti momen-kejatuhan yang terbelit pada Dasein. Berbeda dengan makna falling yang memiliki arti kejatuhan, tetapi lebih mendekati falling prey yang bermakna kejatuhan yang merujuk pada ke-inontentik-an dari Dasein dalam kata tersebut. Dengan kata lain, hal tersebut merupakan jenis dari “gerak” yang statis. Sedangkan, sesuatu mungkin menyumbangkan hal yang substantif (das Varfallen/ die Varfallenheit) sebagai pemahaman yang bermakna “penjeratan”. Penerjemah memilih menerjemahkannya sebagai “keterbelitan” (entanglement), untuk mencegah dari jebakan konotasi statis dalam kata tersebut.

Kata Befindlichkeit, yang telah saya terjemahkan sebagai attunement yang bermakna penyesuaian, ke-tersituasi-an membutuhkan banyak kualifikasi dan tanggapan khusus. Penerjemahan lain yang masuk akal untuk kata ini adalah disposisi, jika merujuk pada Bahasa Perancis yang menggunakan disposition. Tetapi, meskipun penuh dengan alasan-alasan yang memaksa untuk menggunakan “disposisi”, penerjemah memutuskan “attunement” (penyesuaian) adalah pilihan yang lebih baik, jika hanya karena terlihat lebih baik menghindari atau mencegah usulan yang berkonotasi psikologis menyangkut analisis pemikiran Heidegger tentang Befindlichkeit

Penerjemahan kata Bewandtnis di sini sebagai ke-terhubung-an juga membutuhkan sebuah tanggapan, sedangkan terdapat kemungkinan memilih penerjemahan yang berbeda, yang disebut situasi. Hal ini terlihat seperti sebuah pilihan yang meniggalkan makna dari kata yang terlalu luas dan ambigu, dan itu gagal menangkap perbedaan yang dibuat Heidegger atas Bewandtnis, yang terutama dilakukan dengan benda-benda dan situasi, yang lebih tepat dipakai untuk para pembaca.

Tiga kata krusial, Sorge, Besorgen, Fusorge, yang berarti “Sorge[5]”, memelihara, kekhawatiran. Perubahan dari terjemahan sebelumnya, Being and Time perlu digarisbawahi di sini. Macqquarie dan Robinson telah menggunakan kekhawatiran sebagai terjemahan untuk Besorgen; bagaimanapun, saya telah memilih untuk menggabungkan kata kekhawatiran untuk Fusorge yang termasuk isu manusia. Saya telah menerjemahkan Besorgen sebagai taking care (sebagai bentuk berlawanan untuk terjemahan Macqquarie dan Robinson yang menggunakan kata kekhawatiran) karena itu lebih merujuk kepada kata ‘menyuruh’ dan hal-hal yang telah diselesaikan.

Heidegger terkadang menggunakan kata Andere dengan kata depan (die Andere), tetapi lebih banyak muncul tanpa kata depan (die). Saya telah mengikutinya dalam permasalahan ini, jadi saya menggunakan others daripada the others. Penekanan the other(s), sangat tampak dalam pemikiran Sartre sebagai ancaman terhadap subjektivitas, yang kurang dalam pemikiran Heidegger. Setelah semua itu, kita termasuk dalam others; dan kita adalah others itu sendiri.

Vorlaufen. Penggunaan kata ‘Antisipasi’ untuk Vorlaufen mungkin terlalu lemah. Macqquarie dan Robinson menggunakan kemajuan dalam berpikir terlihat aneh. Tetapi, itu mungkin pilihan yang lebih baik.

Nahe yang konsisten diterjemahkan sebagai nearness (kedekatan sebagai kata benda), padahal diawal versi saya biasanya menggunakan closeness (kedekatan yang lebih merujuk sebagai kata sifat).

Kata Wiederholung, yang telah saya terjemahkan sebagai retrival, juga dapat diterjemahkan sebagai rekapitulasi sejak kata tersebut digunakan dalam musik yang merujuk pada pemikiran Heidegger terlihat di dalam kata Wiederholung.  Di dalam musik (terutama di dalam bentuk sonata) rekapitulasi merujuk pada pengulangan tema inisial setelah pembangunan secara menyeluruh per bagiannya. Karena tempatnya yang baru dalam karya tersebut, hal yang sama sekarang terdengar berbeda.

Kata terakhir yang berangkat dari penerjemahan sebelumnya perlu untuk diperhatikan. Augenblick, yang saya terjemahkan sebagai “momen” (yang berlawanan dengan Macqquarie dan Robinson, “penglihatan atas momen”), sehingga membantu mengangkat konotasi-konotasi temporal dari kata tersebut dan juga membuka hampir makna mistik dari terjemahan sebelumnya. Di sini sebaiknya pembaca mengasosiasikan kata tersebut dengan ungkapan dalam Bahasa Inggris “in the twingkling of an eye” atau dalam Bahasa Perancis coup d’oeil.

Kata Pengantar Being and Time oleh Martin Heidegger

“Karena secara nyata Anda telah lama menyadari apa yang Anda maksudkan ketika menggunakan kata ‘ada’. Namun, kami, yang dulu berpikir memahaminya (tentang ‘ada’), kini menjadi bingung.”

Apakah di zaman ini kita memiliki jawaban untuk pertanyaan tentang apa yang sebenarnya kita maksudkan dengan kata ‘Ada’? Tidak sama sekali. Jadi, sudah sepantasnya kita harus mengajukan pertanyaan tentang makna akan Ada. Tetapi, apakah untuk saat ini kita bingung dengan kemampuan kita untuk memahami ungkapan ‘Ada’? Tidak selalu pula demikian. Jadi, pertama-tama kita harus membangunkan kembali pemahaman akan makna pertanyaan ini. Tujuan di dalam teks ini adalah untuk menjawab pertanyaan tentang makna Ada dan melakukan analisis secara konkret. Tujuan sementara dari teks ini adalah interpretasi waktu sebagai cakrawala yang memungkinkan untuk setiap pemahaman tentang ‘Ada’.

Tetapi alasan mengapa menjadikan hal tersebut (memahami makna Ada) sebagai tujuan kita, penyelidikan yang diperlukan untuk tujuan seperti itu dan jalan untuk menujunya, memerlukan beberapa kata pengantar.[6]


[1] Kosa kata dan makna baru yang diciptakan oleh Heidegger.

[2] Kosa kata dan makna yang umum dipakai di dalam Bahasa Jerman.

[3] Ereignis merupakan konsep Martin Heidegger yang mana, ketersingkapan Ada kepada Dasein terberi oleh Adaitu sendiri. Dan konteks ereignis itu sendiri bakal menjadi cikal bakal konsep ‘peristiwa’ di dalam filsafat Perancis Kontemporer via Levinas.

[4] The Geviert, the ‘fourfold, square’ ‘lipatan, persegi’, sebagai ketertarikan Heidegger dalam sejarah spekulatif.  Pada masa berikutnya, empat satuan tersebut adalah: bumi, langit, yang abadi dan yang dapat mati. (D, 165L/173). ‘dunia’ sekarang ‘permainan refleksi yang penting [ereignende Spiegel-Spiel] dalam penyederhanaan’ dari keempat satuan tersebut. Heidegger dictionary

[5] Sorge bagi Heidegger dirumuskan dalam satu kata Panjang berikut: Sich-vorweg-schon-sein-in-(der-Welt-)als Sein-Bei (Innerweltlich begegnendem Seienden). Di sini tetap dipertahankan kata Sorge karena dalam Bahasa inggris maupun Indonesia tidak mempunyai makna kata yang sepadan. Yang dimaksud oleh Heidegger sebagai Sorge adalah keseluruhan ada Dasein yang serentak memuat tiga hal, yang mengantisipasi masa depan (eksistensialitas), terlempar di dunia (faktisitas), dan larut dalam keseharian (kejatuhan, varfallenheit). Hal ini serentak, dalam arti bahwa momen eksistensialitas, faktisitas, dan kejatuhan berada dalam satu kesatuan waktu. Dan ketiga hal tersebut adalah hal yang mendasari Dasein ada-dalam-dunia (Being-in-the-world).

[6] Di dalam buku pengantarnya, Heidegger memulai dengan kritik terhadap pemikir dan filsuf sebelumnya, seperti Plato, Descartes, Immanuel Kant, Hegel,dst. Di bagian pertama Heidegger menyuguhkan mengapa pertanyaan tentang Ada diperlukan, Heidegger menjawabnya dalam Introduction, yang terdiri dari dua sub:

Bab Pendahuluan terdiri dari Sub Pertama,The Necessity, Structure, and Priority of the Question of Being”, yang terdiri dari 4 bagian; The Necessity of an Explicit Retrieve of the Question of Being, The Formal Structure of the Question of Being, The Ontological Priority of the Question of Being, dan The Ontic Priority of the Question of Being.

Sub Kedua,The Double Task in Working Out the Question of Being: The Method of the Investigation and Its Outline”,yang terdiri dari 4 bagian; The Ontological Analysis of Da-sein as the Exposure of the Horizon for an Interpretation of the Meaning of Being in General, The Task of a Destructuring of the History of Ontology, The Phenomenological Method of the Investigation (yang terdiri dari 3 bagian lagi; The Concept of Phenomenology, The Concept of Logos, dan The Preliminary Concept of Phenomenology), dan The Outline of the Treatise.

Leave a Reply

Baca Lagi

Close Menu