# Lingkar Studi Filsafat Discourse > Ex Philosophia Claritas ## Posts - [Membaca Thomas Aquinas](https://lsfdiscourse.org/membaca-thomas-aquinas/): Konsep Thomas Aquinas berbicara mengenai proses pengetahuan manusia (dalam Summa Theologiae – ST). Pembahasan ini bukanlah perihal mudah karena pola gagasan komprehensif Aquinas membedah hal tersebut. Tak jarang ia menggunakan banyak istilah teknis yang sebenarnya tidak mudah bagi para pembelajar filsafat pemula. Bahkan bisa dikatakan bahwa banyak terminologi yang dipilih Aquinas tidak mudah bagi yang sudah cukup lama belajar filsafat. Selain itu, Aquinas selalu mengutip atau mengelaborasi konsep-konsep berpikir banyak filosof atau teolog pendahulunya sehingga memahami ST sama dengan memahami banyak pemikiran lain yang ada di dalamnya. Berikut poin-poin yang menggambarkan gagasan tersebut. Bagaimana Jiwa Memahami Hal-hal Jasmani yang Lebih Rendah […] - [Ex Philosophia Claritas](https://lsfdiscourse.org/ex-philosophia-claritas/): Ide tulisan ini berangkat dari nuansa intelektual yang dibangun oleh kawan-kawan Lingkar Studi Filsafat Discourse (LSFD). Bukan hal yang sepenuhnya baru dan membanggakan, sebetulnya, hanya ungkapan dalam bahasa latin: Ex Philosophia Claritas (dengan/melalui filsafat menuju kejernihan). Tersirat maksud dari ungkapan tersebut bahwa tidaklah mudah untuk mencapai pemahaman yang jernih, sehingga diperlukan suatu proses serius dalam berfilsafat. Aktivitas  ini merupakan siklus yang tak berkesudahan. Jadi, berfilsafat demi menjumpai kejernihan ialah semata untuk kemudian kembali berfilsafat. Tapi agaknya telalu dini untuk disimpulkan demikian. Barangkali apa pentingnya berpemahaman jernih masih perlu direfleksikan kembali sehingga memperkuat keseriusan kita berfilsafat, atau setidaknya dapat membantu kawan pembaca […] - [Agora: konflik umat, penghancuran buku hingga kematian filsafat](https://lsfdiscourse.org/agora-konflik-umat-penghancuran-buku-hingga-kematian-filsafat/): Jika tidak ada pusat, alam semesta akan tak berbentuk, tak terbatas, kacau - [Deisme: Sebuah Catatan Kecil](https://lsfdiscourse.org/deisme-sebuah-catatan-kecil/): Deisme merupakan pandangan yang mulai berkembang pada abad pencerahan, terutama di Inggris, kritisisme muncul terhadap dogma agama. - [Absurditas Camus](https://lsfdiscourse.org/absurditas-camus/): Albert Camus melihat kehidupan manusia sebagai suatu hal yang tidak jelas (absurd). Meski demikian, ketakjelasan hidup ini adalah satu-satunya kejelasan. - [Mencari Tujuan Manusia](https://lsfdiscourse.org/mencari-tujuan-manusia/): Dari sini kita mengerti, bahwa manusia memang tak pernah berhenti. Dan mungkin jika manusia dengan mudah menemukan tujuan, kebahagiaan itu, Hemingway akan urung memuntahkan peluru pada pikirannya yang telah menginspirasi dunia. - [Wacana Awal Politik Indonesia menurut Simon Philpott](https://lsfdiscourse.org/wacana-awal-politik-indonesia-menurut-simon-philpott/): Dekolonialisasi merupakan salah satu diskursus besar dalam perpolitikan Indonesia mengingat lamanya bangsa ini mengalami penjajahan, dan barangkali dapat dikatakan bahwa wacana ini juga merupakan wacana pertama yang muncul dalam tinjauan politik Indonesia. - [Subjek - Objek menurut Alfred Schutz dalam Relasi Aku dan Liyan](https://lsfdiscourse.org/subjek-objek-menurut-alfred-schutz-dalam-relasi-aku-dan-liyan/): Manusia sebagai makhluk yang berelasi merupakan mereka yang mengalami pertemuan dengan manusia lain, serta dirinya. Dalam pertemuan itu terjadi proses komunikasi baik secara lisan, tulisan, hingga simbolik. Proses komunikasi ini merupakan syarat manusia untuk saling mengerti, mengenal, dan bahkan memahami. Komunikasi tidak mengandaikan objek yang berelasi dengan objek lainnya melainkan merupakan hubungan yang terbangun antara subjek dengan subjek lainnya. Selain itu, proses ini juga mengandaikan adanya sebuah tipe penerimaan informasi, dan penyampaian kembali makna dari informasi yang telah terlemparkan dari seorang subjek ke subjek lain, atau ke mana pun di luar dirinya. Tipe penerimaan ini dapat disebut sebagai yang objektif dan […] - [The Grand Design: Realisme yang Bergantung pada Model](https://lsfdiscourse.org/the-grand-design-realisme-yang-bergantung-pada-model/): Pada tahun 1543 Copernicus dalam bukunya De Revolutionibus Orbium Coelestiu menunjukan model kosmos baru bahwa matahari berada di antara planet-planet yang berputar mengelilinginya termasuk bumi. - [Kilas balik: Teori Kritis Frankfurt](https://lsfdiscourse.org/kilas-balik-teori-kritis-frankfurt/): Keakraban kapitalisme dan totalitarian pada masa itu cukup menggambarkan betapa kuatnya tenaga yang dibangun oleh partai Nazi. - [Memahami Konflik Identitas Dan Problem Rasionalitas](https://lsfdiscourse.org/memahami-konflik-identitas-dan-problem-rasionalitas/): Upaya-upaya rasionalisasi yang sering kita temui dalam gagasan, ideologi, ajaran, doktrin, bahkan yang bersifat paling relijius sekali pun seringkali memiliki motif tersembunyi. - [Psikologi Hasrat](https://lsfdiscourse.org/psikologi-hasrat/): Pengobjekkan orang lain adalah keniscayaan. - [Mawas Diri Dari Intoksikasi](https://lsfdiscourse.org/mawas-diri-dari-intoksikasi/): Tidak ada yang berhak mengatakan jika dirinya adalah penentu apa-apa yang baik dan tidak baik untuk orang banyak. Mustahil. - [Dobrakan Koplo di Era Posmodern](https://lsfdiscourse.org/dobrakan-koplo-di-era-posmodern/): Fenomena-fenomena masyarakat yang dianggap merugikan atau penuh drama dapat tersembuhkan, dengan kata lain, koplo menjadi healer media bagi beberapa kalangan. - [Makna Ricikan Keris dalam Serat Centhini](https://lsfdiscourse.org/makna-ricikan-keris-dalam-serat-centhini/): Pada tahun 2005, Keris Indonesia mendapatkan pengakuan dari UNESCO untuk Masterpiece of the Oral and Intangible Heritage of Humanity. Kata “intangible” bermakna tak-benda yang meliputi ajaran, filsafat, nilai, aturan dan tuntunan dalam sistem sosial. Untuk lebih memahami kita dapat memulai dari satu pada tembang berikut. Iti denya kang sastra sinandhi, yen ta sira anggaduh pusaka, wesi aji sawarnane, dhapur kang mengku tutur, kekarepan sajrone ngurip, pamor mungguhe donga, mring gusti kang linuhung, tuhu kebak ing sasmita, mara sira ywa ta kendat hamarsudi, kongsi dadi pepadhang. Dalam kutipan serat sastra Bajra I:2 di atas, disebutkan bahwa “…. dhapur kang mengku tutur…”, yang dalam terjemahan bebas […] - [Manusia, Perempuan, dan Agama menurut Pemikiran Simone De Beauvoir](https://lsfdiscourse.org/manusia-perempuan-dan-agama-menurut-pemikiran-simone-de-beauvoir/): Beauvoir menjadi filosof sekaligus feminis, dua hal yang pada mulanya ingin ia tolak. Namun sejalan dengan ungkapan para eksistensialis kontemporer, esensi tidak akan ada tanpa eksistensi. - [Menjadi Tuhan](https://lsfdiscourse.org/menjadi-tuhan/): Menjadi manusia yang sempurna tidaklah mungkin. Katanya, kesempurnaan hanya milik Tuhan. Maka, tak jarang, jika ada orang yang tidak pernah merasa salah tetapi selalu menyalahkan orang lain, dialah Tuhan. - [Sedikit Mengenai Eksistensi(-alisme) Manusia](https://lsfdiscourse.org/sedikit-mengenai-eksistensi-alisme-manusia/): Jika kita boleh untuk merasa, dari Sartre kita bisa belajar bahwa kebebasan ialah sesuatu yang cukup mengerikan. Ia tak pernah bisa dikompromikan, karena kita selalu tiba-tiba saja dihadapkan pada akibat. - [Ketika Sartre Menyadap Ontologi](https://lsfdiscourse.org/ketika-sartre-menyadap-ontologi/): Kesadaran tidak diciptakan atau dimunculkan. - [Paramatthadhamma: Pandangan Buddha Tentang Realitas Hakiki](https://lsfdiscourse.org/paramatthadhamma-pandangan-buddha-tentang-realitas-hakiki/): Kemelekatan terhadap yang terkondisi adalah sumber penderitaan, karena karakteristik umum dari fenomena baik yang muncul pada horizon-horizon Realitas Konvensional maupun horison-horison Realitas Hakiki yang terkondisi, memiliki karakteristik tidak kekal (anicca). - [Proposisi](https://lsfdiscourse.org/proposisi/): Ide bahwa kesadaran bersifat intensional adalah suatu ide yang menganggap segala tindak kesadaran mesti tertuju pada suatu objek. Oleh karenanya, kapan pun saya berpikir saya selalu berpikir tentang sesuatu. - [Estetika Realisme](https://lsfdiscourse.org/estetika-realisme/): Dahulu, realisme dipandang sebagai suatu disiplin ilmu yang ketat dan disiplin, hingga penilaian atas realisme oleh masyarakat umum kerap bergantung bukan pada proses pembuatan karya, melainkan apakah karya tersebut punya kemiripan dengan realitas atau tidak. - [Endgame, Covid-19, dan Problem Waktu](https://lsfdiscourse.org/endgame-covid-19-dan-problem-waktu/): Di saat krisis ini, perjuangan krusial terjadi di dalam kemanusiaan itu sendiri. Jika epidemi ini menghasilkan perpecahan yang lebih besar dan ketidakpercayaan di antara manusia, hal tersebut akan menjadi kemenangan virus terbesar. - [Teknologi dan Agama: Sebuah Refleksi Teologis Berdasarkan Pemikiran Evolusi Teilhard de Chardin](https://lsfdiscourse.org/teknologi-dan-agama-sebuah-refleksi-teologis-berdasarkan-pemikiran-evolusi-teilhard-de-chardin/): Kendati secara pragmatis teknologi adalah hasil kegelisahan manusia atas kebutuhan hidupnya dari basis reflektif-metafisis, sebenarnya adalah bagian dari proses kreatif penciptaan ilahi - [Hukum dan Moralitas: Sebuah Relasi dan Wacana Otentisitas dalam Konteks Keindonesiaan](https://lsfdiscourse.org/hukum-dan-moralitas-sebuah-relasi-dan-wacana-otentisitas-dalam-konteks-keindonesiaan/): Hubungan hukum dan moral itu jauh lebih luas dari sekedar pertentangan pemikiran aliran hukum. Hukum dan moral memiliki hubungan timbal balik yang membentuk adanya relasi fungsional resiprokal. - [Kritik Akal Budi dan Tanggung Jawab](https://lsfdiscourse.org/kritik-akal-budi-dan-tanggung-jawab/): Poin penting dalam melakukan tindakan moral adalah dengan tidak memunculkan pamrih dalam bentuk apapun bagi pelaku. - [Mengapa Harus Membaca Kant](https://lsfdiscourse.org/mengapa-harus-membaca-kant/): Kebenaran harus disampaikan untuk mendapatkan kebahagiaan, apapun materi yang diberikan, baik yang menyakitkan atau menggembirakan. - [Metafisika Kant dan The Groundwork](https://lsfdiscourse.org/metafisika-kant-dan-the-groundwork/): Bagi Kant, tidak ada landasan lain bagi metafisika moral selain praktik akal budi murni, sama seperti metafisika dilandasi oleh kritik atas nalar spekulatif murni. - [Me The People dan Populisme menurut Nadia Urbinati](https://lsfdiscourse.org/me-the-people-dan-populisme-menurut-nadia-urbinati/): Populisme merubah wajah demokrasi dan berusaha meruntuhkannya dengan mengatasnamakan jalan demokrasi. Populisme yang secara sepintas dapat dilihat sebagai gerakan politik alternatif namun apabila ditilik lebih jauh lagi, ia akan tetap menjadi oposan, bukan hanya terhadap elit politk berkuasa melainkan juga pada sistem demokrasi terebut. - [Hak Asasi Manusia sebagai Jalan Hidup: Sebuah pandangan Alexandre Lefebvre atas Filsafat Politik Henri Bergson](https://lsfdiscourse.org/hak-asasi-manusia-sebagai-jalan-hidup-sebuah-pandangan-alexandre-lefebvre-atas-filsafat-politik-henri-bergson/): Bagi Bergson, moralitas bukan lagi perangkat untuk melindungi kebebasan kita namun juga bentuk dari kecintaan terhadap diri sendiri, sebuah self-care yang mengusik manusia untuk terus berbuat kebaikan dan memperhatikan kondisi sekitarnya. - [Menikmati Dinamika Hidup dengan Stoisisme](https://lsfdiscourse.org/menikmati-dinamika-hidup-dengan-stoisisme/): Stoisisme mendikotomi kendali dalam hidup kita menjadi dua, yaitu sesuatu yang bisa kita kendalikan, dan sesuatu yang di luar kendali kita. - [Bahasa: Catatan Pemikiran Luce Irigaray](https://lsfdiscourse.org/bahasa-catatan-pemikiran-luce-irigaray/): Kita harus mendengarkan secara (psiko)analisis pada prosedur penindasan, pada penstrukturan bahasa yang menopang representasinya, memisahkan yang benar dan yang salah, yang bermakna dan tidak sama sekali, dan sebagainya .. Yang dapat dengan ringkas disebut sebagai pengujian operasi tata bahasa pada tiap figur atau diskursus, hukum sintaksis atau syarat-syaratnya, konfigurasi imajinasinya, jaringan metaforanya, dan tentu saja, apa yang tidak terartikulasikan pada tahap pengucapan: ialah kesunyiannya. - [Lelucon selalu menyelamatkan kita: Humor di masa Stalin](https://lsfdiscourse.org/lelucon-selalu-menyelamatkan-kita-humor-di-masa-stalin/): Humor sekedar membantu rakyat untuk memahami suatu hal, membantu rakyat menghadapi situasi sulit atau mengancam – membuat mereka tidak merasa bodoh, tak berdaya, atau terkekang - [Cara Camus dan Sartre Berpisah karena Pertanyaan Bagaimana Menjadi Bebas](https://lsfdiscourse.org/cara-camus-dan-sartre-berpisah-karena-pertanyaan-bagaimana-menjadi-bebas/): Jika ide mengenai kebebasan mengikat Camus and Sartre secara filosofis, maka perjuangan untuk memperoleh keadilan menyatukan mereka secara politis. - [Menyoal Apatisme terhadap Aufklarung bersama Horkheimer dan Sindhunata](https://lsfdiscourse.org/menyoal-apatisme-terhadap-aufklarung-bersama-horkheimer-dan-sindhunata/): Pemikiran yang awalnya begitu optimis dan mengebu-gebu untuk menghasilkan sesuatu yang emansipatoris berakhir dengan jalan buntu. - [Ruang-Ruang Lain: Utopia dan Heterotopia](https://lsfdiscourse.org/ruang-ruang-lain-utopia-dan-heterotopia/): Kehidupan sehari-hari dari seseorang telah ditata, bukan melalui siulan melainkan melalui bunyi lonceng. Semua orang terbangun di saat yang sama, semua orang mulai berangkat bekerja di saat yang sama; makan dilakukan pada tengah hari dan pada pukul lima sore, kemudian tiba waktunya untuk beristirahat, dan pada tengah malam muncul apa yang disebut sebagai bangun tidur marital, saat terdengar dentang dari lonceng gereja, tiap orang pergi menjalankan kewajiban mereka. - [Tuhan Yang Dikenali](https://lsfdiscourse.org/tuhan-yang-dikenali/): Manusia merupakan yang unggul di antara segala entitas. Namun saat bertemu dengan alam, ia merasa rentan karena alam tidak dapat ditaklukkan. - [Universalitas HAM](https://lsfdiscourse.org/universalitas-ham/): HAM dengan paradigmanya yang begitu luas dan mendalam tidak hanya disajikan sebagai diskursus yang bersifat deskriptif. Ia harus berani tanggap secara praktis, sebagai anima rationa’ sesungguhnya yang memiliki tingkatan kesadaran yang tinggi akan krisis yang terjadi. - [Islam Jawa dan Relativitas Nilai Mary Douglas](https://lsfdiscourse.org/islam-jawa-dan-relativitas-nilai-mary-douglas/): Islam Jawa merupakan entitas something in between bagi sebagian besar orang. Kepercayaan ini memadukan tradisi Jawa dan Islam yang bagi sebagian orang dianggap tidak murni. - [Manusia Sublim menurut Cassius Longinus](https://lsfdiscourse.org/manusia-sublim/): Yang sublim selalu mengandung bahan perenungan manusia yang mendalam. - [Poskolonial: Menilik Hegemoni Barat atas Indonesia](https://lsfdiscourse.org/poskolonial-menilik-hegemoni-barat-atas-indonesia/): Paradigma berpikir masyarakat Indonesia, baik dalam bidang ilmu pengetahuan maupun ekonomi masih berada pada corak yang sama ketika masa penjajahan. - [Sastra, Moralitas, dan Konfusius](https://lsfdiscourse.org/sastra-moralitas-dan-konfusius/): Hukum manusia tidak perlu diterapkan sebagai pengatur hidup manusia apabila moralitas manusia dan masyarakat telah terbentuk. - [Platon dan Sokrates](https://lsfdiscourse.org/platon-dan-sokrates/): Bayangan dalam cermin adalah yang tidak nyata. ‘Sang kucing’ adalah pengetahuan. Kucing-kucing partikular lain, adalah opini. - [Perjuangan Kebenaran a la Mahatma Gandhi](https://lsfdiscourse.org/perjuangan-kebenaran-a-la-mahatma-gandhi/): Melihat perjuangan Gandhi lebih dalam lagi, kita akan menemukan banyak pelajaran, baik tentang pentingnya satyagraha dalam perjuangan – yang tak lain dari proses perjuangan kebenaran berdasar cinta – serta moralitas yang harus selalu menemani dalam proses manusia dalam perjuanganannya. - [Menghancurkan Kaum Muda: Sebuah Perbincangan bersama Alain Badiou](https://lsfdiscourse.org/menghancurkan-kaum-muda-sebuah-perbincangan-bersama-alain-badiou/): Berfilsafat adalah untuk mencari pertanyaan akan kebenaran dalam satu kurun waktu tersendiri. Namun pemuda selalu memasuki dunia yang juga sedang menjadi; yang juga sedang dalam pencarian atas beban dan perangkatnya. - [Struktur Logis Dunia (Kita)](https://lsfdiscourse.org/struktur-logis-dunia-kita/): Apa yang menjadi dasar pikiran dalam TLP ialah bahwa bahasa pada dasarnya memiliki struktur logis (underlying logical structure), suatu pemahaman yang menunjukkan batas dari apa yang dapat dikatakan secara jelas dan bermakna. - [Benturan Utilitarianisme dan HAM](https://lsfdiscourse.org/benturan-utilitarianisme-dan-ham/): Seorang utilitarian tidak dapat menerapkan konsepsinya jika tidak memilih salah satu dari pilihan untuk dinegasikan karena utilitarian tidak mengenal jalan tengah yang konsekuensinya tidak dapat ditimban secara logis. - [Tentang Kesia-Siaan](https://lsfdiscourse.org/tentang-kesia-siaan/): Bagaimana bisa, manusia hidup dengan menjalani sebuah tindakan berulang-ulang? Hidup dalam repetisi tiada akhir? Adakah rasa jengah atas keadaan, justru menjadi landasan Sisifus melakukan tindakannya? - [Manusia dalam War Comedy](https://lsfdiscourse.org/manusia-dalam-war-comedy/): Makna manusia tidak akan terhapus oleh koersifitas apapun. Justru sebaliknya makna manusia dapat hilang apabila kita gagal membaca dan merepresentasikan nilai manusia dalam diri orang lain, para Liyan - [Merayakan Hidup Hedonis Ala Epikuros](https://lsfdiscourse.org/merayakan-hidup-hedonis-ala-epikuros/): Hedonisme Epikurean ialah perihal hidup yang tenang, tanpa kerakusan, ketakutan, dan pemanjaan terhadap keinginan-keinginan aneh - [Buku dan Perubahan Dunia](https://lsfdiscourse.org/buku-dan-perubahan-dunia/): Apapun yang terjadi, perjuangan tertinggi manusia adalah memenangkan akal sehatnya dari kesia-siaan pola pikir yang kerdil dan pola sikap nan jumud - [Hermeneutika Faktisitas Sebagai Modus Eksistensi Bangsa Indonesia Menurut Martin Heidegger](https://lsfdiscourse.org/hermeneutika-faktisitas-sebagai-modus-eksistensi-bangsa-indonesia-menurut-martin-heidegger/): Kompleksitas hidup tidak memungkinkan manusia untuk mampu memahami segalanya - [Menuju Masyarakat Komunikatif menurut Jurgen Habermas](https://lsfdiscourse.org/menuju-masyarakat-komunikatif-menurut-jurgen-habermas/): Habermas memandang bahasa sebagai manifestasi kebutuhan manusia untuk berkomunikasi - [Memahami Teori Dekonstruksi Jacques Derrida sebagai Hermeneutika Radikal](https://lsfdiscourse.org/memahami-teori-dekonstruksi-jacques-derrida-sebagai-hermeneutika-radikal/): Dekonstruksi sebagai hermeneutik radikal ditandai dengan pergantian perpektif terus-menerus sehingga makna “tidak dapat diputuskan” - [Mengkritisi Bahasa Politik dalam Prespektif Speech Acts John Langshaw Austin](https://lsfdiscourse.org/mengkritisi-bahasa-politik-dalam-prespektif-speech-acts-john-langshaw-austin/): Bahasa politik tidak pernah mengatakan sesuatu yang sebenarnya, tetapi selalu ada sesuatu di balik yang dikatakan - [Kekeliruan Kategori Bahasa dalam Komunikasi Menurut Gilbert Ryle](https://lsfdiscourse.org/kekeliruan-kategori-bahasa-dalam-komunikasi-menurut-gilbert-ryle/): Menurut Ryle kekeliruan pokok yang sering terjadi dalam filsafat adalah apa yang disebutnya sebagai category-mistake - [Notulensi Bedah Buku The Sea Close By - Albert Camus](https://lsfdiscourse.org/notulensi-bedah-buku-the-sea-close-by-albert-camus/): Albert Camus dikenal sebagai pujangga Prancis yang menyelipkan konsep absurditas dalam gelombang eksistensialisme pada masanya. Dalam magnum opusnya yang berjudul Mite de Sisifus, Camus memperlihatkan rotasi kegelisahan manusia yang selalu berakhir paradoksal. Manusia yang dalam metafora Camus diwakili oleh Sisifus melakukan tugas mendorong batu hingga puncak. Pencapaian membawa makna bagi Sisifus meski batu tersebut selalu terjatuh kembali hingga ia harus mendorongnya lagi. Siksaan Sisifus dapat diterjemahkan sebagai dorongan manusia untuk mencapai titik absurditas. Manusia berbahagia ketika memaknai sesuatu dan bersedih ketika makna tersebut lenyap, namun spektrum lebih luas yang jarang disadari oleh manusia adalah sirkulasi hilang dan munculnya makna dalam diri […] - [Ketika Manusia Memilih Hidup Dalam Kenangan](https://lsfdiscourse.org/ketika-manusia-memilih-hidup-dalam-kenangan/): Hidup dalam kenangan adalah hidup bersama mayat - [Tuhan Tanpa Kitab Suci: Komparasi Pandangan The God Who Maybe Richard Kearney dan The Perhaps Jacques Derrida](https://lsfdiscourse.org/tuhan-tanpa-kitab-suci-komparasi-pandangan-the-god-who-maybe-richard-kearney-dan-the-perhaps-jacques-derrida/): Tuhan didekati sebagai yang mungkin, yang terlibat dengan hidup kita, berbeda dengan Tuhan yang dilihat secara metafisik - [Tata Permainan Bahasa Wittgenstein sebagai Klarifikasi](https://lsfdiscourse.org/tata-permainan-bahasa-wittgenstein-sebagai-klarifikasi/): Ketika bahasa hanya digunakan sebagai sarana propaganda tanpa memperhatikan hal yang esensial, maka bahasa akan kehilangan makna dan hakikatnya. - [Perayaan Eksistensialisme Kecil-Kecilan](https://lsfdiscourse.org/perayaan-eksistensialisme-kecil-kecilan/): Pendasaran yang digunakan oleh Sartre adalah sebagaimana ungkapan masyhur “Existence comes before essence” yang dilekatkan pada manusia. Eksistensi mencakup makna “keberadaan” sehingga pertanyaan padanya adalah “adakah (sesuatu) itu?” sedangkan esensi memuat makna “keapaan” sehingga pertanyaan berikutnya adalah “apakah itu?”. Melalui ungkapan “eksistensi mendahului esensi” ini, Sartre secara tegas membalik paradigma filsafat tradisional yang dianggapnya gagal menempatkan manusia pada kesadarannya. - [Marxisme dan Psikoanalisis: Mengulas Pemikiran Herbert Marcuse tentang Masyarakat Modern](https://lsfdiscourse.org/marxisme-dan-psikoanalisis-mengulas-pemikiran-herbert-marcuse-tentang-masyarakat-modern/): Alienasi secara ekonomi terjadi manakala hubungan produksi berjalan berdasarkan kepemilikan pribadi oleh kelas borjuasi, sementara alienasi hasrat terjadi manakala manusia harus menekan atau menunda dorongannya untuk mendapatkan apa yang dihasrati karena tuntutan kerja, rasio, norma, ideologi dan politik - [Memahami Yang Lain dengan Hermeneutika Dilthey](https://lsfdiscourse.org/memahami-yang-lain-dengan-hermeneutika-dilthey/): Semua orang akan selalu dihadapkan pada keadaan untuk memahami segala sesuatu yang ada dan dijumpai dalam kehidupannya, baik sesuatu itu berupa teks maupun konteks kehidupan itu sendiri. - [Kaum Pekerja sebagai Homo Faber dan Animal Rationale](https://lsfdiscourse.org/kaum-pekerja-sebagai-homo-faber-dan-animal-rationale/): Semua manusia pada hakikatnya memiliki kesempatan untuk menggunakan nalar, sebuah bentuk nyata dari animal rationale sebagaimana dikemukakan oleh Aristoteles - [Hermeneutik dan Retorik Gadamer](https://lsfdiscourse.org/hermeneutik-dan-retorik-gadamer/): Pemahaman mengenai apa itu hermeneutika dan retorika kerapkali terasa kabur dan tidak bisa dimengerti dengan mudah dalam kehidupan masyarakat. Kehidupan sosial masyarakat sebenarnya tidak terlepas dari hermeneutika dan retorika. Kedua hal itu saling berkaitan dan menjadi dasar dari pemahaman dan penyampaian sesuatu yang dilakukan oleh setiap individu dalam kelompok. Hermeneutika dan retorika menjadi dasar dari setiap dinamika pemahaman dan penyampaian setiap dinamika sosial karena mereka menjadi peta bagaimana dinamika itu harus bergerak dan menghasilkan buah yang baik. Dinamika itu tampak pada dunia perpolitikan di mana setiap individu berusaha memahami dan menyampaikan setiap fenomena sosial demi perkembangan kehidupan masyarakat. Jika hermeneutik dan […] - [Waktu dan Manusia](https://lsfdiscourse.org/waktu-dan-manusia/): Temporalitas (tempo dalam bahasa latin berarti waktu), sebagaimana yang dinyatakan Martin Heidegger, berbeda dengan konsep waktu kosmologi dan fisika. Dalam kosmologi, waktu merupakan satuan yang ditentukan oleh manusia untuk memahami kejadian-kejadian yang terjadi pada alam. Sedangkan dalam fisika, waktu dipahami sebagai pergerakan benda-benda yang membentuk peristiwa sehingga menjadi penentu manusia untuk memahami suatu hal. Dua pemahaman ini berhubungan dengan temporalitas Heidegger. Namun, keduanya berbeda secara nyata karena, bagi Heidegger, temporalitas menyatakan aspek ontis-ontologis dari keberadaan Dasein. Untuk memahami lebih lanjut konsep waktu Heidegger, maka perlu sekiranya kita mengupas struktur dari temporalitas dan pada gilirannya membahas hubungan temporalitas dengan Dasein. Tiga Struktur […] - [Sorge Sebagai Mode Dasein](https://lsfdiscourse.org/sorge-sebagai-mode-dasein/): Totalitas Dasein Being-in-the-world (selanjutnya disebut Dasein) merupakan struktur kehidupan manusia secara keseluruhan. Keberadaan tatanan kosmik berbeda dengan Dasein yang mencirikan keberadaan manusia sebagai penanda sesuatu yang mengada. Dengan kata lain, Dasein merupakan sebuah penyikapan ontologi-eksistensial. Penyikapan tersebut menyangkut apa pun yang dilakukan manusia, baik perenungan, pertimbangan, pemikiran, pilihan, perlakuan, pengalaman dan seterusnya. Penyikapan ini merupakan sebagian kecil dari pemaknaan keberadaan Dasein. Being berbeda dengan entitas; entitas merupakan segala yang hadir dalam keberadaan, bersifat jamak dan bergerak berdasarkan kodrat yang membatasinya. Sementara itu, Dasein merupakan entitas yang memiliki kemampuan melampaui entitas lain, terutama dalam memahami apa yang dia alami. Dasein tidak mampu […] - [Nutut Ne Laku, Ngentekne Wektu](https://lsfdiscourse.org/nutut-ne-laku-ngentekne-wektu/): Manusia hidup tidak lebih dari ibarat "Sandal Jepit", menjalani saja, menghadapi saja, melewati saja - [Keadilan Dan Kesetaraan: Sebuah Dilema Politik? (Pascal, Plato, Marx) Bagian II](https://lsfdiscourse.org/keadilan-dan-kesetaraan-sebuah-dilema-politik-pascal-plato-marx-bagian-ii/): III Izinkan saya memperkenalkan referensi ketiga dan terakhir saya. Ini akan menjadi suatu hal yang kompleks, dalam arti tidak melekat pada satu nama saja, melainkan pada kumpulan nama yang akan saya persiapkan dalam bentuk dialog kritis. Ini terkait dengan ide tentang konflik, atau artikulasi keadilan dan konflik, dan karena itu menyangkut kesetaraan, sejauh konflik bertujuan untuk “menyetarakan” (“equalizing”) kondisi tetapi juga merupakan pola dasar dari pemerataan itu sendiri (pemerataan sebagai konfrontasi, agonisme, antagonisme). Saya akan mempresentasikan tidak hanya karena berasal dari pertanyaan yang diajukan oleh seorang filsuf, tapi lebih mengarah pada rektifikasi dan komplikasi yang telah dimunculkan secara progresif oleh banyak […] - [Semangat Hidup Asketis Diogenes de Sinope](https://lsfdiscourse.org/semangat-hidup-asketis-diogenes-de-sinope/): Plato mendeskripsikan Diogenes sebagai a Socrates Gone Mad. Meskipun julukan ini terdengar sedikit kasar, tetapi julukan tersebut tidak terlalu jauh dari kenyataan hidup Diogenes. Bagaimana tidak, ia mendambakan kebijaksanaan layaknya Socrates namun dengan jalan yang jauh lebih ekstrim. Ia memutuskan untuk hidup di jalan, hidup seperti anjing, dan berusaha melepas diri dari segala bentuk konvensi atau nilai dan norma yang berlaku umum. Bahkan ia memilih tinggal dalam sebuah teko besar, hidup apa adanya seperti seorang gelandangan. Ia bahkan seringkali berkelililing di jalanan, sambil berkata “looking for an honest man”, sebagai kritiknya terhadap pemikiran Plato yang menurutnya abstrak dan bertentangan dengan jalan […] - [Keadilan dan Kesetaraan: Sebuah Dilema Politik? (Pascal, Plato, Marx) Bagian I](https://lsfdiscourse.org/keadilan-dan-kesetaraan-sebuah-dilema-politik-pascal-plato-marx-bagian-i/): Diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia oleh Dedi Sahara dari artikel Étienne Balibar berjudul “Justice & Equality: A Political Dilemma? [Pascal, Plato, Marx] dalam Jurnal Umbr(a) tahun 2008. Judul artikel saya seharusnya tidaklah menyesatkan: saya tidak akan membela gagasan bahwa kita harus memilih antara nilai-nilai yang ditandai oleh nama “keadilan” dan “kesetaraan”, yang bagi saya tidak dapat dipisahkan (dalam pengeritan ini, saya dengan senang hati menuliskan diri saya dalam tradisi pemikir republik dan demokratis yang menyatakan ketidakterpisahannya).1 Tapi saya ingin menaruh perhatian pada sebuah fakta bahwa artikulasi mereka baik secara teoritis dan praktis sangat bermasalah: semakin ketat hubungan yang kita bangun di […] - [Selayang Pandang Analisis Pengetahuan](https://lsfdiscourse.org/selayang-pandang-analisis-pengetahuan/): Di bawah kondisi apa seorang subjek tahu p (di mana p adalah proposisi)? - [Manusia itu Khas](https://lsfdiscourse.org/manusia-itu-khas/): Manusia sebagai substansi Perbincangan mengenai gerakan maskulinisme atau feminisme tidak dapat terpisahkan dari gerakan humanisme. Hal yang sama dalam pembicaraan mengenai perempuan atau laki-laki dan makna hidupnya, tidak dapat dihadirkan tanpa memahami terlebih dahulu pengetahuan mengenai manusia dan makna hidupnya. Perkembangan lebih lanjut membawa pemaknaan hidup perempuan dalam ideologi dan gerakan yang disebut feminisme. Dengan demikian, untuk memahami feminisme dibutuhkan pemahaman yang cukup terlebih dahulu mengenai arti manusia sebagai substansi. Metafisika hadir untuk memberi gambaran yang lebih jelas tentang bagaimana manusia dapat hidup dalam dirinya dan dengan yang lain. Anton Bakker menyatakan dalam Kosmologi dan Ekologi (1995) bahwa dunia akan selamanya […] - [Melawan Materialisme a la McCandless](https://lsfdiscourse.org/melawan-materialisme-a-la-mccandless/): Nama Christopher Johnson McCandless tak sering terdengar beberapa waktu ini. McCandless ramai dibahas pada pertengahan tahun 1990 hingga tahun 2000-an, sejak kematiannya di tahun 1992. Ia lahir di tengah keluarga yang berkecukupan pada 12 Februari 1968, lebih dari setengah abad lalu. Ayahnya pernah bekerja untuk NASA sebagai ahli antena sementara ibunya pernah bertugas sebagai sekretaris di Hughes Aircraft, sebuah perusahaan penerbangan di Amerika Serikat. McCandless dikenal sebagai sosok petualang, seorang pemuda pengembara. Ia menghabiskan waktunya selepas kuliah untuk menyusuri wilayah Amerika, mendaki gunung, menjelajah hutan, mengarungi sungai-sungai yang mengalir indah ke samudera (terdengar mirip lagu pembuka kartun Ninja Hattori, bukan?) Kenyataan […] - [Perempuan dan Second Sex](https://lsfdiscourse.org/perempuan-dan-second-sex/): Perempuan dalam The Second Sex seolah tak punya "kehadiran", sebab yang memberi "makna" adalah lelaki - [Perihal kebahagiaan](https://lsfdiscourse.org/perihal-kebahagiaan/): Manusia seakan membutuhkan hal yang membahagiakan. Namun, apa itu kebahagiaan? Apakah bahagia sama dengan perasaan senang? - [Sentono Genthong: Makna Di balik Tanda Purba](https://lsfdiscourse.org/sentono-genthong-makna-di-balik-tanda-purba/): Di lembah sungai kembar Eufrat-Tigris orang Sumeria merubah tanah genting menjadi lahan pertanian menetap. Konon, munculnya lahan pertanian ini mengakhiri era hidup nomaden sekaligus membuka gerbang baru dalam penguasaan teknologi dan menghadirkan tatanan hidup manusia yang lebih kompleks. Sejajar dengan fenomena itu, di puncak Gunung Karang terdapat sebuah petilasan (rumah kuno) yang merupakan artefak dari upaya manusia menakhlukkan tanah Jawa. Tempat ini bernama Sentono Genthong. Tepatnya berada di sebelah barat kota Pacitan, Desa Dadapan, Kecamatan Pringkuku. Sedikit berbeda dengan orang Sumeria yang melawan batas kosmosentris, figur di tanah Jawa itu menakhlukkan tanah dari penguasaan mitis yang dalam kepercayaan masyarakat lokal merupakan […] - [Mengapa manusia membenci?](https://lsfdiscourse.org/mengapa-manusia-membenci/): Apabila bagi Jean Paul Sartre kematian seseorang merupakan akibat dari terkikisnya subjek oleh suatu objek, maka kebencian adalah ihwal yang benar dan naluriah bagi manusia. Dengan kata lain, ‘aku’ sebagai subjek telah terkikis menjadi sebuah objek karena kehadiran ‘aku’ yang lain. Sehingga akibatnya, kehadiran seseorang cenderung memandang sudut pandang subjek lain sebagai objek. Peristiwa ini wajar terjadi, sebagaimana kita sebagai subjek memandang diri mereka yang lain sebagai objek baik secara sadar maupun tidak. Ketika kehadiran ‘objek’ mengancam subjektifitas tersebut maka ada suatu keengganan terkait dominasi yang dirasa mungkin dapat terjadi. Untuk mempersiapkan saat tersebut maka seorang ‘aku’ selaku subjek melakukan dominasi […] - [Aku dan Teks](https://lsfdiscourse.org/aku-dan-teks/): Teks menyembunyikan kebenaran melalui parafrase. Ia bukan menghapus atau meniadakan nilai awali, melainkan menyamarkannya melalui cara teks mengemas pesan - [21 Lessons: 21 Adab untuk Abad ke-21](https://lsfdiscourse.org/21-lessons-21-adab-untuk-abad-ke-21/): 21 Lessons dapat menjadi panduan dalam menghadapi perubahan zaman dengan memperingatkan manusia mengenai bagaimana cara belajar, beradaptasi, dan bertahan di “zaman kebingungan” - [Monas + ILC = Dungu](https://lsfdiscourse.org/monas-ilc-dungu/): Bagaimanakah nalar yang jernih seharusnya diuji? - [Akal Sehat: Prawacana](https://lsfdiscourse.org/akal-sehat-prawacana/): Politik Akal Sehat RG lebih dekat kepada suatu retorika politis daripada suatu konsepsi filosofis, karena hakikatnya ia bukan filsafat, tetapi suatu cara berwicara yang mirip-mirip filsafat - [Krisis Ekologi](https://lsfdiscourse.org/krisis-ekologi/): Gambaran tentang Paman Geppetto atau Nabi Yunus yang terperangkap dalam perut ikan raksasa tidak lagi hadir dalam pemaknaan masyarakat Indonesia saat ini. Apa yang terdapat dalam perut ikan gigantik seperti paus pilot dan paus sperma pada masa ini adalah sampah plastik dan residu budaya konsumtif lainnya. Laut yang menjadi muara sumber air dan sungai, serta lokus purifikasi air dalam proses penguapan dan kondensasi kini beralih menjadi TPA masyarakat dunia. Banyak lembaga dan negara berusaha mengentas permasalahan ini melalui berbagai kebijakan praktis. Namun aliran sampah dan kematian satwa bahari hanyalah fenomen kecil yang tampak dari persoalan yang lebih kompleks. Simpul permasalahan utama […] - [Etika Emotif Murni A. J. Ayer: Soal Benar Atau Soal Baik](https://lsfdiscourse.org/etika-emotif-murni-a-j-ayer-soal-benar-atau-soal-baik/): Apakah penilaian moral yang berlaku di tengah masyarakat dewasa ini merupakan kebenaran yang berlaku umum atau segelintir orang saja? Tampaknya masyarakat cenderung membenarkan penilaian moral tersebut tanpa membuktikannya secara empiris. Hal ini menjadi masalah yang serius di mata Ayer. Ia melihat bahwa penilaian moral masyarakat tidak dapat dinilai benar atau salah bagi semua orang. Mengapa? Artikel ini hendak menanggapi pertanyaan di atas menggunakan teori etika emotif Alfred Jules Ayer bagi kasus emosi murid yang menyebabkan kematian gurunya dalam Jawa Pos 3 Februari 2018 silam. Metode yang digunakan dalam artikel ini adalah metode studi pustaka. Dalam metode ini terlebih dahulu dijelaskan apa […] - [Rene Descartes: Tinjauan Singkat](https://lsfdiscourse.org/rene-descartes-tinjauan-singkat/): Sebelum abad 17, filsafat tampak tertidur nyenyak dalam zona nyaman pemikiran yang terbentuk mulai dari era Yunani sampai pada era Skolastik. Pasca era Skolastik, terjadi fenomena yang berpengaruh dalam proses rekonstruksi filsafat di Eropa; masa tersebut disebut Kebangkitan Kembali (Renaisans). Renaisans memiliki tiga hal yang membuatnya berkembang ke banyak wilayah daratan Eropa, yaitu penggunaan mesin, seni mencetak, dan kompas.[1] Artinya, semangat ilmiah dan pengembangan teknologi menjadi salah satu prinsip yang mengarahkan renaisans. Namun ketika ditelusuri lebih dalam lagi, pembaharuan terpenting yang terlihat pada zaman renaisans adalah antroposentrisme.[2]  Rene Descartes beranggapan bahwa inilah saatnya manusia menjadi pusat: pembentukan subjektivitas tidak lagi sebagai […] - [Perselingkuhan Nalar dan Iman dalam Negara (Bag. 1)](https://lsfdiscourse.org/perselingkuhan-nalar-dan-iman-dalam-negara-bag-1/): Di Eropa abad pertengahan—yang lazim disebut Dark Age (Zaman Kegelapan)—teologi selalu tampil sebagai “sang dominan”, pengangkang filsafat sekaligus pendera sains. Praktis, para filsuf dianggap anti agama, anti doa, musuh agama dan memang filsafat itu bukan mantra sekaligus doa. Sebagaimana tidak semua orang butuh filsafat, tidak setiap orang pula butuh agama. Mengapa? Hidup tak selalu berkorelasi dengan keduanya. Apa sebab? Tiap manusia tidak sama, tiap tempurung pasti berbeda. Sains tidak butuh agama, dan agama tidak memerlukan sains untuk diimani serta dijalani pemeluknya. Namun demikian, manusia membutuhkan keduanya. Fritjof Capra menambahkan dalam magnum opusnya The Tao of Physic, bahkan manusia membutuhkan mistik untuk […] - [Anti-Modernitas Spinoza](https://lsfdiscourse.org/anti-modernitas-spinoza/): (Diterjemahkan oleh Dedi Sahara dari artikel Antonio Negri berjudul, “Spinoza’s Anti-Modernity, versi bahasa Inggris terjemahan Charles T. Wolfe. Artikel ini pertama kali muncul di Les Temps Modernes, tahun 1991). Spinoza, Sang Romantik Paradoks yang menandai kemunculan Spinoza dalam modernitas saat ini telah dikenal luas. Jika Mandelssohn ingin “memberinya suatu kepercayaan baru dengan menggiringnya lebih dekat pada ortodoksi filososfis Leibniz dan Wolff ”, dan Jacobi “dengan melabelinya sebagai sosok heterodoks, dalam arti harfiah ingin menyingkirkannya secara pasti dari Kekristenan modern”—tentu, keduanya gagal dalam melakukan tujuannya, yang merupakan rehabilitasi dari heterodoks Spinoza.1 Perdebatan Mandelssohn-Jacobi dapat dimasukan dalam model krisis filosofis yang spesifik. Hal […] - [Berfilsafat Sedini Mungkin](https://lsfdiscourse.org/berfilsafat-sedini-mungkin/): Filsafat mengenal konsep waktu yang tetap, imanen hingga berlapis dimensi. Sementara usia berada pada satuan titik waktu yang berjalan secara subjektif bagi manusia sebagai penanda seberapa lama ia bergerak dalam perkalian putaran bumi. Seringkali manusia mengutarakan maksud dan keinginannya melalui kerangka usia dengan target dan penggenapan. Pertanyaan dengan konteks serupa diajukan oleh host dalam diskusi kecil LSFD bersama Malang City Guide kemarin malam. Pertanyaan tersebut membawa kepada prakiraan mengenai kapan waktu yang tepat bagi seseorang untuk belajar berfilsafat? Anak kecil di taman bermain atau seorang kakek veteran memiliki kemungkinan yang sama untuk berfilsafat. Namun pendekatan yang dilakukan akan berbeda karena beberapa […] - [Anda Juga Kristus?](https://lsfdiscourse.org/anda-juga-kristus/): Apa pun yang Anda ingin orang lain lakukan untuk Anda, lakukanlah hal itu untuk mereka—itulah hukum Tuhan dan ajaran para Nabi Matius 7:12, Lukas 6:31 Kelihatannya, firman Tuhan dalam Injil Matius dan Lukas tersebut sangat karib kita dapati dari Kitab Suci agama-agama, terutama Islam. Wejangan sang Juru Selamat itu begitu aktual hingga seolah-olah Yesus bertutur hari ini, dalam konteks zaman ini, bukan lebih dari dua milenium silam. Apa yang kita perlu cermati adalah bahwa agama memiliki ajaran cinta-kasih universal. Bagaimana ujar-ujar ini bisa diuji kebenarannya? Perlu diketahui bahwa agama tak lain adalah keseharian kita, fitrah dan segala kemanusiaan kita. Makan-minum, berumah […] - [Ngaji Keadilan Kepada Plato Dan Ayam](https://lsfdiscourse.org/ngaji-keadilan-kepada-plato-dan-ayam/): Keadilan, Anda tahu, adalah problem klasik umat manusia yang terus menjelang, membelum dan menyejarah. Kakek moyang filsafat Barat, Sayyid Aflathun alias Plato (427-347 SM) dalam Politeia telah membeberkan ihwal keadilan sejak lebih dari dua milenium silam. Dan hingga kini, kita belum sungguh-sungguh memahami. Dalam pandangan Plato, untuk sampai pada manusia adil, mula-mula kita harus tahu apa itu negara yang adil. Negara yang adil tentu saja berangkat dari tatanan yang adil. Apakah Plato coba mengagitasi kita pada keadilan politis? Tentu saja, Kisanak! Apa sebab? Dari, oleh dan dengan negaralah manusia—sebagai masyarakat—akan menerima haknya berupa keadilan dengan menjalankan kewajibannya untuk mewujudkan keadilan. Pada […] - [The Society Of spectacle](https://lsfdiscourse.org/the-society-of-spectacle/): Pekerja terasing dari hasil kerja mereka dalam masyarakat industri - [Indigenous Psychology: Jalan Keluar Kebuntuan Relevansi Ilmu Psikologi](https://lsfdiscourse.org/indigenous-psychology-jalan-keluar-kebuntuan-relevansi-ilmu-psikologi%ef%bb%bf/): Eksistensi Ilmu Psikologi, dewasa ini menjadi salah satu rujukan yang kerap dipertimbangkan untuk menjelaskan berbagai macam problematika yang muncul pada masyarakat di Indonesia. Persoalan kehidupan masyarakat kian mengerucut terhadap penelusuran terhadap pola-pola kejiwaan manusia Indonesia yang turut dibentuk oleh kondisi geografis wilayah lokasi tempat tinggal dan realitas sistem interaksi masyarakat komunal. Hal ini menimbulkan sebuah insight terhadap pemetaan Ilmu Psikologi di Indonesia, bahwa kebenaran sebuah ilmu pengetahuan haruslah memandang kesesuaian antara rasionalitas dan empirisme, sebagaimana yang diungkapkan oleh Mukhtasar Syamsuddin dalam papernya berjudul Discovering Truth: A Value Neutral Social Sciences pada The International Symposium on Social Science (SOSS) 4 September lalu. […] - [Rekonstruksi Epistemologi Ilmu Pengetahuan](https://lsfdiscourse.org/rekosntruksi-epistemologi-ilmu-pengetahuan/): Mohamad Anas menawarkan lagi sebuah cara para filsuf dalam menikmati dunia: berdialog dan mengkritisi dalam bingkai rasionalitas - [Setapak Mengenal Ekofeminisme](https://lsfdiscourse.org/setapak-mengenal-ekofeminisme/): Sebelum mengenal lebih jauh mengenai ekofeminisme, ada baiknya apabila kita mencoba memahami terlebih dahulu apa itu Ekologi dan apa itu Feminisme karena kata ‘ekofeminisme’ terbentuk dari dua istilah tersebut. Pada tahap selanjutnya kita akan mempelajari mengapa kedua istilah tersebut menyatu menjadi ekofeminisme. Dan pada akhirnya kita akan berusaha untuk menemukan alasan mengapa ekofeminisme harus menjadi aksiologi utama dalam pergerakan memperoleh kesejahteraan bersama. Dalam pembahasan ini, metode yang akan saya gunakan adalah metode berpikir kritis-etis. Mengenal Ekologi dan Relasi Manusia-Alam Ekologi adalah satu ilmu yang mempelajari mengenai ekosistem. Ekologi berusaha melakukan analisis dan usaha-usaha aplikatif dalam hubungan antara organisme dengan lingkungannya. Dengan kata […] - [Ada Apa dengan Cinta?](https://lsfdiscourse.org/ada-apa-dengan-cinta/): Apa yang dapat kita lihat dari manusia yang sedang “jatuh cinta” dan apa yang terjadi saat manusia sedang “patah hati”? - [Mistisisme Al-Ghazali dalam Al-Munqidz Min Adh-dhalal](https://lsfdiscourse.org/mistisisme-al-ghazali-dalam-al-munqidz-min-adh-dhalal/): Aku tahu persis bahwa seseorang yang tidak menyadari kesalahan suatu pengetahuan (tentang filsafat), berarti tidak dapat mengetahui puncak pengetahuan tersebut - [Menilik Estetika Pancasila](https://lsfdiscourse.org/menilik-estetika-pancasila/): Pancasila yang merangkum simbol, ideologi serta dasar negara merupakan simpul awal dari munculnya berbagai tafsir dan pengertian perihal ke-Indonesiaan dalam konteks saat ini. Melalui penjabaran Pancasila, turut di dalamnya penerjemahan mengenai kebudayaan, praksis keseharian hingga sistem filsafat. Tafsiran Pancasila lebih luas daripada sekedar pemilahan teks per-sila atau penjelasan resmi negara. Masing-masing subjek politik (masyarakat) dapat memiliki pemahaman yang unik mengenai Pancasila, yang berdasar pada batas pengetahuan dan pengalamannya. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa Pancasila memiliki daya tarik tersendiri sebagai objek pengetahuan, satu ideologi yang mampu merangkai berbagai pendekatan epistemologis dalam ranah berkebangsaan. Hal ini membawa kita kepada pertanyaan mengenai potensialitas Pancasila. […] - [Duduk, Hidup, dan Maut](https://lsfdiscourse.org/duduk-hidup-dan-maut/): Mereka berdua duduk dengan diam. Apa yang dipikirkannya adalah rahasia antara mereka dengan sunyi. Masing-masing tak nampak sedih atau sebaliknya, namun getar yang timbul adalah proyeksi kepedihan. Setidaknya bagiku, yang duduk menatap mereka dengan tabah. Seperti hujan bulan juni. Berkali-kali coba hadirkan bayang yang mereka sajikan di taman sana, tentang eksistensi atau absurditas. Sepasang kakek nenek yang duduk menung, dengan pakaian lusuh tapi bersih. Mereka hadir hanya sekali, namun bayangnya acapkali menjadi wadah untuk merenungkan pekara banyak hal. Pada pagi itu, ingat betul bagaimana mereka hadir dengan kebisuannya yang saling terkait. Tetapi ada suatu bahasa yang begitu tajam sampai pada sekitarnya. […] - [Agustus: Ritus Rekonstruksi Memori](https://lsfdiscourse.org/agustus-ritus-rekonstruksi-memori/): Ritus perayaan kemerdekaan adalah Trakyektori memori kolektif masa lalu yang dihadirkan kembali melalui tampilan simbolis - [Sherlock Holmes dan Masalah Etika](https://lsfdiscourse.org/sherlock-holmes-dan-masalah-etika/): Akankah dengan mengindahkan kebahagiaan kita berada pada jalan yang benar? - [Terrorism, Death, Religion, The Government and The Other](https://lsfdiscourse.org/terrorism-death-religion-the-government-and-the-other/): Radicalism, terrorism and other separatist ideologies slowly creep into the society no less than its basic unity, the family - [Analisis Kelas “Chomsky” pada Laga Perebutan Tahta Gubernur Jatim](https://lsfdiscourse.org/analisis-kelas-chomsky-pada-laga-perebutan-tahta-gubernur-jatim/): Sepuluh Maret 2018 begitu berkesan ketika sajian program di Metro TV pada pukul 20.00 WIB dimulai. Debat dua calon gubernur Jawa Timur putaran pertama dilaksanakan untuk menentukan siapa nahkoda (Gubernur) yang cocok untuk mengendalikan perahu sampan bernama Jawa Timur. Di samping itu rakyat dipusingkan dengan alegori (atau ramalan) mantan ahli “strategi perang” yang bakal mencalonkan diri sebagai Presiden RI, yang menyatakan bahwa kapal induk RI 45 (yang mampu memuat 33 sampan) akan hancur diremuk gunung es pada tahun 2030 mendatang. Masyarakat dihantui kekhawatiran atas pilihannya, mereka dikondisikan untuk mempersiapkan pilihan, kepada  siapa kepercayaan kendali nahkoda kapal dan sampan yang ideal akan […] - [Estetika Jung: Tinjauan Ringkas Psikoanalitik](https://lsfdiscourse.org/estetika-jung-tinjauan-ringkas-psikoanalitik/): Tokoh yang sangat populer—khususnya bagi kalangan psychologist—ini lahir di Kesswil, sebuah desa yang berada di pinggir danau Konstanz dekat Basel, Swiss, pada 26 Juli 1875 dengan nama lengkap Carl Gustav Jung. Putra sematawayang dari pasangan Paul Jung dan Emilie Preswek Jung ini boleh dibilang contoh ideal sebagai seorang intelek yang begitu tekun menggeluti banyak disiplin ilmu. Cukup sulit untuk mensejajarkan Jung dalam kelompok ahli ilmu alam, humaniora, atau justru filsuf: membaca karya-karya Jung akan membuat kita kagum betapa luas jangkauan intelek yang ditekuninya. Jung muda banyak membekali wawasannya dengan perangkat biologi, zoologi, paleontologi dan bahkan arkeologi sebelum kemudian ia menempuh ilmu […] - [Mencoba Bicara Tentang Manusia](https://lsfdiscourse.org/mencoba-bicara-tentang-manusia/): Manusia memang selalu memiliki kecenderungan terhadap segala hal yang menarik bagi dirinya. Kecenderungan–kecenderungan tersebut ibarat sebuah kuda hitam yang menggiring manusia untuk terus menuruti kesenangan yang bersifat kontinyu, berkelanjutan, tak akan ada penghabisan. Namun, pada sisi yang lain di waktu yang bersamaan, ada kuda putih yang mencoba mengendalikan jarak atau justru menjauhi tujuan kuda hitam tadi berlari. Kuda putih inilah yang kemudian diandai–andaikan sebagai nurani. Perkara hidup manusia memang pelik. Tak pernah lepas dari sesuatu yang rumit, absurd, dan tak dapat dipungkiri, sekaligus kompleks. Perkara tadilah yang membawa manusia dalam tahapan pasif seperti batu, menerima segala sesuatu yang menimpanya atau menabraknya. Ataukah justru […] - [Genderuwo, Leak, dan Pengetahuan Kita](https://lsfdiscourse.org/genderuwo-leak-dan-pengetahuan-kita/): Dalam keseharian, kita sering menjumpai orang-orang yang menceritakan pengalaman mistik pribadi mereka maupun menceritakan pengalaman mistik orang lain. Terkadang dengan ekspresi bertutur yang sangat meyakinkan, sehingga mengakibatkan perhatian dan rasa penarasan pendengar bergejolak. Cerita tentang pengalaman mistik menjadi tema asyik yang mengulik rasa penasaran. Misalkan, si A menceritakan pengalamannya melihat hantu kepada si B. Lalu si B akan menceritakan cerita si A ke si C, dan begitu seterusnya. Apabila ditelisik lebih jauh, fenomena ini serupa permainan anak. Saya tidak tahu nama pasti permainan tersebut  namun demikian metode bermainnya: para pemain diatur hingga membentuk barisan ke belakang, di mana setiap pemain menatap […] - [Tanggapan terhadap pendidikan postmodern](https://lsfdiscourse.org/tanggapan-terhadap-pendidikan-postmodern/): Diskursus postmodern adalah suatu refleksi intelektual atas era modern, gagasannya adalah all is different, artinya menolak totalitas karena dalam totalitas tidak ada perbedaan - [Sukarnya menjadi sarjana di tengah pandemi covid-19](https://lsfdiscourse.org/sukarnya-menjadi-sarjana-di-tengah-pandemi-covid-19/): Jargon-jargon agent of change, revolusi, dan merdeka sudah tak lagi berlaku sepertinya. Bagaimanapun skripsi yang tebal itu telah menjadi tumpukan kertas berdebu; gelar akademik tak ubahnya pemanis di belakang nama; dan semangat kemahasiswaan hanya berakhir sebagai cerita. - [Moral dan budaya korupsi di Indonesia menurut Friedrich Nietzsche](https://lsfdiscourse.org/moral-dan-budaya-korupsi-di-indonesia-menurut-friedrich-nietzsche/): Di Indonesia sendiri, perilaku korupsi seolah-olah memberikan gambaran sisi gelap manusia, yang mana terdapat hasrat berkuasa yang tertanam dalam dirinya, nafsu untuk meraup kesenangan saja, kemalasan, ketidakberpikiran manusia, kekosongan jiwa, hingga adanya sisi hewani yang tidak tertata. - [Hidup bagaikan khalayak ramai (life in the crowd)](https://lsfdiscourse.org/hidup-bagaikan-khalayak-ramai-life-in-the-crowd/): Bagaimana cara menjadi individu yang orisinil? Filsuf eksistensialis, Kierkegaard dan Heidegger, mencoba memberikan analisis mengapa kita sulit menjadi diri yang sejati. - [Krisis Pendidikan](https://lsfdiscourse.org/krisis-pendidikan/): Pendidikan adalah titik di mana kita memutuskan apakah kita cukup mencintai dunia untuk memikul tanggung jawab untuk itu dan dengan cara yang sama menyelamatkannya dari kehancuran yang tidak dapat dihindari. - [Kekuatan Sinema di Mata Simone de Beauvoir](https://lsfdiscourse.org/kekuatan-sinema-di-mata-simone-de-beauvoir/): Kendati de Beauvoir tidak pernah menuangkan ide-ide observasinya tentang film pada sebuah buku atau esai, tapi ia banyak mereferensikan unsur sinema pada berbagai tulisan publik dan privat yang ia hasilkan selama hampir enam dekade hidupnya. - [Pelajaran singkat tentang argumen](https://lsfdiscourse.org/pelajaran-singkat-tentang-argumen/): Iklim perdebatan rasional hanya dapat didorong apabila kita tidak enggan mendengar argumentasi orang lain, menguji kelemahan dan kelebihannya, dan melepas kepercayaan diri yang begitu berlebihan dalam memegang suatu kepercayaan dan pegangan. - [Masyarakat Agraris: Perkembangan, Ketergantungan, dan Alienasi](https://lsfdiscourse.org/masyarakat-agraris-perkembangan-ketergantungan-dan-alienasi/): Proses pembentukan keinginan menuju ke konsumerisme dilakukan melalui penanaman kesadaran baru. Kesadaran baru tersebut merupakan kesadaran bentukan dari kapitalisme, bukan merupakan kesadaran otentik dari subyek yang berkaitan. - [Atas Nama Kebebasan: Cinta, Perkawinan, dan Maternitas di Mata Simone de Beauvoir](https://lsfdiscourse.org/perkawinan-menurut-simone-de-beauvoir/): Membaca buku-buku memoar Simone de Beauvoir, kita akan menemukan sosok yang optimis, penuh energi, dan vitalitas. - [Mindfulness: Teknologi Diri Abad Ke-21](https://lsfdiscourse.org/mindfulness-teknologi-diri-abad-ke-21/): Praktik mindfulness adalah bentuk nyata dari teknologi diri (technology of the self). Tujuannya beragam, di antaranya pada ranah kesejahteraan psikis, kebijaksanaan, dan budi daya kasih sayang. - [Publik dalam Politik: Melihat Kebijakan Publik melalui Sudut Pandang Habermas](https://lsfdiscourse.org/publik-dalam-politik-melihat-kebijakan-publik-melalui-sudut-pandang-habermas/): Hilangnya aspek kepublikan dalam proses perumusan kebijakan merupakan pertanda bahwa kepentingan publik mulai bermakna kabur. - [Cinta menurut Pandangan Simone de Beauvoir](https://lsfdiscourse.org/cinta-menurut-pandangan-simone-de-beauvoir/): Authentic love mesti timbul dari kesadaran resiprokal (saling berbalas) antar dua kebebasan; tiap pasangan nantinya akan mengalami menjadi dirinya sendiri sekaligus menempatkan dirinya sebagai yang lain: tiap pasangan tidak ada yang melepaskan nilai transendensi mereka maupun ‘memutilasi’ diri mereka sendiri; bersama-sama mereka akan mengungkap nilai dan tujuan hidup mereka di dunia. - [Homo Sacer: Figur Politis di Era Pandemi Covid-19](https://lsfdiscourse.org/homo-sacer-figur-politis-di-era-pandemi-covid-19/): Kompleksitas penanganan pandemi seharusnya tetap mendahulukan keselamatan masyarakat. - [Hannah Arendt-Jeff Bezos: Teknologi dalam Refleksi Teori Banality Of Evil](https://lsfdiscourse.org/hannah-arendt-jeff-bezos-teknologi-dalam-refleksi-teori-banality-of-evil/): Kapitalisme membuat kita semua percaya bahwa mereka yang bekerja di perusahaan besar layaknya Amazon pastilah sejahtera dan bahagia dengan gaji yang menggiurkan. Tapi kita lupa melihat penderitaan yang harus mereka alami setiap harinya, demi menjaga target perusahaan terpenuhi setiap hari. - [Wacana Arogansi Kapitalisme Postmodernitas](https://lsfdiscourse.org/wacana-arogansi-kapitalisme-postmodernitas/): “I consumed that’s i am” yang mengartikan eksistensi seseorang berada di dalam lingkup konsumsi. Seseorang dikenal atau disimbolkan dengan konsumsi. - [Membela Kontradiksi: Paraconsistent Logic dan Dialektika](https://lsfdiscourse.org/membela-kontradiksi-paraconsistent-logic-dan-dialektika/): Sungai akan kehilangan identitas jika bertemu laut dan berubah menjadi muara. Begitu pun kertas tak bisa tetap menjadi kertas jika dilahap api. - [Ketidakstabilan Demokrasi](https://lsfdiscourse.org/ketidakstabilan-demokrasi/): Representasi yang semula bertujuan menjamin keterhitungan total justru malah menunjukkan bahwa ada sisa-sisa yang tak terhitung (himpunan kosong) dan akhirnya menjadi penyebab gagalnya keterhitungan total. - [Menyoal Esoterisme Tuhan dalam Filsafat Barat](https://lsfdiscourse.org/menyoal-esoterisme-tuhan-dalam-filsafat-barat/): Begitu banyak paham teologis yang meyakini bahwa adanya kodrat/esensi terlebih dahulu bukan berarti manusia kehilangan kehendak subjektif dan kebebasannya. - [Membedah Tabir Etika Utilitarian](https://lsfdiscourse.org/membedah-tabir-etika-utilitarian/): Dalam filsafat utilitarian terdapat diktum the greatest good to the greatest number. Artinya kebahagiaan terbaik adalah kebahagiaan yang terbanyak. Semakin suatu tindakan membawa dampak baik yang menghasilkan kegunaan dan kebahagiaan kepada orang banyak maka semakin baik. - [BTS Meal, Konformitas, dan Kebebasan](https://lsfdiscourse.org/bts-meal-konformitas-dan-kebebasan/): Stigma sosial yang melekat pada penggemar K-POP tidak sepenuhnya bisa dibenarkan karena memang yang ditawarkan K-POP itu berkualitas dan sesuai dengan tuntutan zaman. Mereka tidak hanya menampilkan hal-hal indah, tetapi juga mendorong gerakan sosial-kemanusiaan. - [Senjakala Ideologi dan Pancasila](https://lsfdiscourse.org/senjakala-ideologi-dan-pancasila/): Menyebut Pancasila sebagai final dan tak dapat dibahas hanya akan mengubah ia menjadi doktrinisasi semata. - [Keresahan Jacques Derrida terhadap Filsafat Barat](https://lsfdiscourse.org/keresahan-jacques-derrida-terhadap-filsafat-barat/): Makna tidak lagi di pandang sebagai sesuatu yang mutlak, tunggal, universal, dan stabil, melainkan selalu berubah. - [Yang Tak Terhitung: Alain Badiou dan Matematika](https://lsfdiscourse.org/yang-tak-terhitung-alain-badiou-dan-matematika/): Ada kesesuaian antara sebuah himpunan dan sebuah harapan. Keduanya mengandung elemen-elemen dan mengandung sesuatu yang tak terhitung. Mengacu pada aksioma himpunan pangkat, yang semula tak terhitung tadi dicoba untuk dihadirkan, meskipun penghadiran tersebut hanya dalam bentuk representasi. - [Manusia Sempurna Menurut Murtadha Muthahhari](https://lsfdiscourse.org/manusia-sempurna-menurut-murtadha-muthahhari/): Islam melihat alam semesta sebagai rantai yang berkaitan, dengan anggapan bahwa manusia pada hakikatnya hanya menjalankan peran sebagai kalifah di bumi dengan menjaga keseimbangan dan mencegah kerusakan. - [Merefleksikan Poiesis dalam Filsafat Politik: Apakah Manusia Makhluk Sosial atau Soliter?](https://lsfdiscourse.org/merefleksikan-poiesis-dalam-filsafat-politik-apakah-manusia-makhluk-sosial-atau-soliter/): Apakah manusia makhluk sosial atau penyendiri? Apakah pertanyaan ini sudah tidak relevan lagi dipersoalkan? - [Kafe dan Revolusi Para Eksistensialis](https://lsfdiscourse.org/kafe-dan-revolusi-para-eksistensialis/): Dominasi terjadi tanpa kita sadari. Kita masih belum benar-benar otentik, masih tunduk pada determinasi destruktif. - [Membaca Tragedi Kemanusiaan Konflik Israel-Palestina Menggunakan Kacamata Hannah Arendt](https://lsfdiscourse.org/membaca-tragedi-kemanusiaan-konflik-israel-palestina-menggunakan-kacamata-hannah-arendt/): Pemikiran dan gagasan Hannah Arendt merupakan bentuk kritik tajam pada kekuasaan otoriter fasis Nazi yang tidak memandang aspek kemanusiaan dan memperlakukan manusia secara kejam serta jahat terhadap bangsa Yahudi dalam tindakan politiknya. - [Epistemologi Muhammad Iqbal: Relasi antara Akal, Panca Indra, dan Intuisi](https://lsfdiscourse.org/epistemologi-muhammad-iqbal-relasi-antara-akal-panca-indra-dan-intuisi/): Realitas yang tertangkap oleh intuisi tidak terbagi ke dalam ruang, waktu, dan kategori-kategori apriori lainnya. Ruang dan waktu tidak berlaku dalam pengalaman intuisi. - [Filsafat Cinta: Pandangan Erich Fromm dan Sokrates Mengenai Cinta](https://lsfdiscourse.org/filsafat-cinta-pandangan-erich-fromm-dan-sokrates-mengenai-cinta/): Cinta bukan hanya tentang rasionalisasi belaka, melainkan secara intuisi. Karena berbicara cinta adalah berbicara tentang rasa. Rasa yang sulit dijelaskan bila bukan oleh seorang pecinta ataupun orang yang tengah merasakannya. - [Fenomena Aroma dan Mitologi Sastra dalam Novel Aroma Karsa](https://lsfdiscourse.org/fenomena-aroma-dan-mitologi-sastra-dalam-novel-aroma-karsa/): Lahirnya novel Aroma Karsa dan Di Balik Tirai Aroma Karsa (2018) mengingatkan penulis pada novel Umberto Eco yang sama-sama melahirkan anak kandung dari novel aslinya, The Name of The Rose (1980). Bahkan novel pertama milik Eco ini beranak pinak menjadi tiga; Postcript on The Name of The Rose (1984), Reflections on The Name of The Rose (1985), dan The Key to The Name of The Rose (1999). - [Tiktok dan Pesimisme Proyek Pencerahan](https://lsfdiscourse.org/tiktok-dan-pesimisme-proyek-pencerahan/): Tiktok tentu bisa menjadi wadah dalam usaha emansipasi masyarakat seperti contoh pada konten edukasi yang diniatkan oleh pada sebagian penggunanya, namun tetap besar kemungkinan dengan sifat industri budaya yang kian masif pada akhirnya akan menyapu konten-konten tersebut karena permintaan pasar yang lebih tinggi. - [Fenomenologi Tubuh Maurice Merleau-Ponty: Aku adalah Tubuhku dan Tubuhku adalah Aku](https://lsfdiscourse.org/fenomenologi-tubuh-maurice-merleau-ponty-aku-adalah-tubuhku-dan-tubuhku-adalah-aku/): Tanpa kita sadari, kita selalu abai atas tubuh sebagai elemen dasar dalam kehidupan kita di dunia. Tubuh adalah tempat kita mengada (being) di dunia, tubuh adalah tempat merasakan, mengalami, dan menghayati dunia. - [PK: Agama, Tuhan, dan Masyarakat](https://lsfdiscourse.org/pk-agama-tuhan-dan-masyarakat/): Agama dapat mengintegrasikan, tetapi sekaligus juga bisa menjadi sumbu konflik bila ajaran dan aturan-aturan di dalamnya tidak dipahami dan dipraktekkan dengan baik. - [Bangsa Indonesia menurut Friedrich Nietzsche](https://lsfdiscourse.org/bangsa-indonesia-menurut-friedrich-nietzsche/): Bangsa Indonesia bukanlah bangsa seperti halnya peradaban Yunani kuno yang berdiri di atas nilai-nilainya sendiri, melainkan hanyalah salah satu dari banyak bangsa yang tidak berbeda dengan banyak bangsa lainnya yang Nietzsche sebut sebagai bangsa yang mengalami kemunduran. - [Merefleksikan Cinta dan Perselingkuhan](https://lsfdiscourse.org/merefleksikan-cinta-dan-perselingkuhan/): Cinta adalah petualangan yang keras kepala, bukan dalam arti saling egois, melainkan upaya untuk benar-benar meneguhkan hati—menolak segala macam godaan—demi bersama orang yang dicintai. - [Babi Ngepet dan Bias Kognitif](https://lsfdiscourse.org/babi-ngepet-dan-bias-kognitif/): Ada kecenderungan manusia untuk langsung terburu-buru melompat dan menetapkan suatu kesimpulan, padahal bukti-bukti yang lain sebagai pendukung saja masih sangat terbatas dan masih belum lengkap sepenuhnya. - [Hermeneutika dan Tafsir: Sebuah Proses Pemahaman](https://lsfdiscourse.org/hermeneutika-dan-tafsir-sebuah-proses-pemahaman/): Keragaman yang ada dalam kehidupan manusia sudah tentu membuat mereka tidak akan pernah bisa sampai pada satu tujuan, sehingga perlu satu alat perilaku yang mesti dipergunakan manusia untuk menjembatani perbedaan antara satu sama lain. Alat perilaku tersebut disebut dengan pemahaman. - [Ghosting: Memaknai Ulang Pikiran dengan Kehilangan](https://lsfdiscourse.org/ghosting-memaknai-ulang-pikiran-dengan-kehilangan/): Kalau seseorang pintar mengolah komunikasi yang mengasyikkan, ia berpotensi melanjutkan pertemuan dengan sobat match-nya ke dalam dunia nyata serta menjalin hubungan yang lebih serius. Lantas apa jadinya jika tiba-tiba sosok yang sudah terlanjur memikat hati tersebut pergi tanpa jejak? - [Herbert Marcuse: Membongkar Konsumerisme Masyarakat](https://lsfdiscourse.org/herbert-marcuse-membongkar-konsumerisme-masyarakat/): Konsumerisme tidak hadir begitu saja atas dasar kecerobohan masyarakat yang kemudian ditata oleh media, promosi, diskon, dan daya tarik lainnya hingga menjadi suatu budaya di dalam masyarakat, yang pada akhirnya menggeser cara pandang masyarakat dalam memandang sekaligus membedakan mana yang sebenarnya adalah kebutuhan atau keinginan. - [Homo Homini Parasitus](https://lsfdiscourse.org/homo-homini-parasitus/): Bukan hal mustahil bahwa hari ini semuanya dapat dilihat, didengar, diraba, dinikmati, dan dipertontonkan. Termasuk urusan seks yang dulu begitu tertutup dan privat, kini begitu telanjang dengan motif yang begitu beragam - [Puasa Sebagai Bentuk Perlawanan Terhadap Nafsu Konsumerisme](https://lsfdiscourse.org/puasa-sebagai-bentuk-perlawanan-terhadap-nafsu-konsumerisme/): Dalam sistem yang mana memonopoli kebutuhan-kebutuhan kita secara masif dan berlebihan, berpuasa untuk membeli lebih banyak dan merasa diri cukup adalah salah satu bentuk perlawanan yang nyata. - [Emile Durkheim: Selayang Pandang Sosok dan Karya Sang Sosiolog](https://lsfdiscourse.org/emile-durkheim-selayang-pandang-sosok-dan-karya-sang-sosiolog/): Tahun ini, bila pun masih hidup, Emile Durkheim akan berumur 163 tahun pada tanggal 15 April. - [Hubungan Internasional dan Filsafat Sejarah oleh A. Nuri Yurdusev](https://lsfdiscourse.org/hubungan-internasional-dan-filsafat-sejarah-oleh-a-nuri-yurdusev/): Selama kita berdiri di suatu tempat, kita menyaksikan bahwa hal tersebut berubah bersama dengan tempat-tempat lainnya. - [Hegemoni Wacana Teologis dalam Ruang Publik: Refleksi atas Peristiwa Mihnah](https://lsfdiscourse.org/hegemoni-wacana-teologis-dalam-ruang-publik-refleksi-atas-peristiwa-mihnah/): Alih-alih menyeragamkan akidah warga negaranya, namun yang ada hanyalah suatu bentuk upaya yang bertujuan untuk merongrong martabat manusia. - [Eksistensialisme dan Metode Fenomenologi Edmund Husserl](https://lsfdiscourse.org/eksistensialisme-dan-metode-fenomenologis-edmund-husserl/): Alasan mengapa filsuf eksistensialis menolak reduksi fenomenologis Husserl, karena tindakan itu membuat hubungan mendasar pada dunia menjadi teoretis, dan bukan praktis. - [Quarter Life Crisis vs. Eksistensialisme Sartre](https://lsfdiscourse.org/quarter-life-crisis-vs-eksistensialisme-sartre/): Quarter Life Crisis dengan eksistensialisme hadir sebagai sesuatu yang ada untuk memecahkan permasalahan harga diri manusia dengan mempertahankan individualitas serta ke-otentikan manusia sebagai makhluk yang bebas dan bertanggung jawab terhadap pilihan serta hal unik yang dimilikinya. - [Kritik Sejarah Popper dan Implikasi Perubahan Sosial](https://lsfdiscourse.org/kritik-sejarah-popper-dan-implikasi-perubahan-sosial/): Perubahan sosial pada dasarnya tidak dapat diprediksi. - [Derrida dan Ibn Arabi: Alternatif Memahami Tuhan Melalui Dekonstruksi](https://lsfdiscourse.org/derrida-dan-ibn-arabi-alternatif-memahami-tuhan-melalui-dekonstruksi/): Puncak dari teologi negatif pada intinya adalah diam dan tidak berkata apa-apa tentang Tuhan. - [Kita Adalah Karyamin; Manusia Satu Dimensi Dalam Cerpen “Senyum Karyamin” Karya Ahmad Tohari](https://lsfdiscourse.org/kita-adalah-karyamin-manusia-satu-dimensi-dalam-cerpen-senyum-karyamin-karya-ahmad-tohari/): Kebutuhan masyarakat kini diciptakan bukan untuk memenuhi kebutuhan yang sebenarnya. Namun untuk menelan hasil produksi yang melimpah. - [Memahami Budaya Carok](https://lsfdiscourse.org/memahami-budaya-carok/): Carok adalah sebuah kebudayaan yang kaya akan makna-makna sosial. - [Leo Tolstoy dan Urgensi Validasi Personal](https://lsfdiscourse.org/leo-tolstoy-dan-urgensi-validasi-personal/): Menvalidasi bukan berarti meragukan, namun meneguhkan kembali. - [Kenabian Dalam Filsafat Islam](https://lsfdiscourse.org/kenabian-dalam-filsafat-islam/): Penting bagi pembuat hukum itu bahwa dia sendiri ‎memiliki kebenaran religio-filosofis dan, lebih jauh, bahwa dia mampu ‎mengungkapkan dirinya dalam pengertian dan doktrin-dokrin hukum dan formal ‎yang dapat mengatasi dan dapat diterima oleh tingkat kecerdasan biasa - [Mengurai Konstruksi Cinta Menurut Alain Badiou](https://lsfdiscourse.org/mengurai-konstruksi-cinta-menurut-alain-badiou/): Tidak ada keseriusan dalam mencintai, pudarnya kesakralan atas cinta, dan bisa saja hanya digunakan untuk mengemas hasrat seksual belaka. - [Perihal Memperlakukan Binatang](https://lsfdiscourse.org/perihal-memperlakukan-binatang/): Apakah manusia diperbolehkan untuk membunuh dan menyiksa binatang?; Apakah binatang bisa merasakan penderitaan?; Apakah manusia mempunyai kewajiban untuk peduli terhadap binatang? - [Matematika sebagai Model Epistemologi Gaston Bachelard](https://lsfdiscourse.org/matematika-sebagai-model-epistemologi-gaston-bachelard/): Bagi Bachelard matematika mempunyai pengaruh besar sebagai model epistemologinya untuk memahami aktivitas rasional di dalam sains. - [Kritik atas Definisi dalam Pendidikan](https://lsfdiscourse.org/kritik-atas-definisi-dalam-pendidikan/): Ada banyak ciri khas dalam khazanah pendidikan kita, mulai dari aspek kurikulum, aspek tenaga pendidik, sampai pada aspek pendidik. Namun, satu yang menjadi satu bentuk kesamaan dalam kurikulum pendidikan dunia, yaitu definisi. - [Menegaskan Kembali Peran dan Ilusi Negara](https://lsfdiscourse.org/menegaskan-kembali-peran-dan-ilusi-negara/): Keterlibatan rakyat secara langsung dalam menentukan arah kebijakan sebagai bentuk demokrasi sejati adalah salah satu urgensi awal yang kita perlukan saat ini. - [Revolusi Industri 4.0 dalam Bingkai Pemikiran Friedrich Nietzsche](https://lsfdiscourse.org/revolusi-industri-4-0-dalam-bingkai-pemikiran-friedrich-nietzsche/): Teknologi yang memudahkan seseorang untuk mengakses apapun, tidak serta membentuk mental praktis individu dan akhirnya berhenti menjadi manusia yang selalu melampaui dan mengatasi karena telah dibuai oleh bujuk rayu teknologi. - [Keluarga dan Kapitalisme](https://lsfdiscourse.org/keluarga-dan-kapitalisme/): Keluarga memiliki peran penting dalam kajian etika politik dan filsafat sosial utamanya berkaitan dengan kondisi pertama yang ditemui oleh manusia sebagai makhluk sosial. Terbentuknya keluarga mensyaratkan keadaan primitif yang termanipulasi oleh kesepakatan atau pembagian kuasa. Friedrich Engels mengusulkan konsepsi sejarah yang mengaitkan ide atas cinta, keluarga, dan kapitalisme. Bagaimana keluarga terbentuk dalam skema pemikiran Engels? Akankah kapitalisme yang hadir di saat ini terus mempengaruhi pemahaman manusia atas cinta dan keluarga? - [Kita adalah Penghayatan dari Keutamaan](https://lsfdiscourse.org/kita-adalah-penghayatan-dari-keutamaan/): Kebahagiaan dapat diraih melalui keharmonisan dan dinamika bersama seluruh ciptaan yang ada di alam - [Foucault & Demonstrasi Mahasiswa](https://lsfdiscourse.org/foucault-dan-demonstrasi-mahasiswa/): Kekuasaan tidak lagi dapat dimanifestasikan dalam sifat-sifat bentuk yang mengekang, restriktif, dan represif. - [Perspektif Atas Kebaikan](https://lsfdiscourse.org/perspektif-atas-kebaikan/): Kebaikan harus dilandasi oleh rasa tulus, sebab kekecewaan hanya datang bagi mereka yang menginginkan balasan. - [Menolak Intoleransi Bersama Mahatma Gandhi](https://lsfdiscourse.org/menolak-intoleransi-bersama-mahatma-gandhi/): Dalam memandang dunia yang serba absurd, pandangan moral dari Gandhi masih tetap relevan apabila diterapkan di berbagai ruang kehidupan. - [The Self, Liyan, dan Orang Ketiga](https://lsfdiscourse.org/the-self-liyan-dan-orang-ketiga/): Keberadaan Liyan menjadi tolak ukur apakah Aku layak menjadi manusia yang seutuhnya atau hidup sebagai sebagian keutuhan di tengah kondisi banyak Liyan yang menderita. - [“Risiko” Setelah Pandemi Covid-19](https://lsfdiscourse.org/risiko-setelah-pandemi-covid-19/): Manusia tidak dapat bergantung dan tergantung pada kontinuitas dan stabilitas kehidupan, karena yang terjadi justru perubahan cepat. - [Merefleksikan Kembali Demokrasi Kita](https://lsfdiscourse.org/merefleksikan-kembali-demokrasi-kita/): Dalam sebuah negara demokrasi, mayoritas memiliki kecendrungan tinggi untuk memiliki kekuasaan yang tak terbatas. - [Kebebasan petanda Keberadaan Manusia](https://lsfdiscourse.org/kebebasan-petanda-keberadaan-manusia/): Manusia akan mencapai dirinya yang autentik tatkala melewati lorong kebebasan. - [Konsekuensi Pragmatik](https://lsfdiscourse.org/konsekuensi-pragmatik/): Bagi pragmatik, benarnya sebuah kalimat tidak bisa begitu saja membuatnya menjadi benar, karena ia mesti memiliki kecocokan dengan realitas. - [Wacana Pendidikan dalam Tiga Varian Rasa](https://lsfdiscourse.org/wacana-pendidikan-dalam-tiga-varian-rasa/): Pendidikan bukan hanya permasalahan menghafal suatu pelajaran dan mengejar nilai semata, tetapi juga dengan penuh semangat menghidupkan suatu tatanan akademik yang terbuka dan menggunakan ilmu pengetahuan sebagai suatu hikmah yang dapat kita gunakan dalam kehidupan sehari-hari. - [Aku Berbaju Maka Aku Ada](https://lsfdiscourse.org/aku-berbaju-maka-aku-ada/): Apakah (tidak) mungkin manusia tidak memuat ‘kepribadian’ atau memakai ‘topeng’? - [Perdamaian menurut Eric Weil](https://lsfdiscourse.org/perdamaian-menurut-eric-weil/): Tindakan kekerasan menimbulkan amoralitas yang pada akhirnya menghantam nilai-nilai moralitas. - [Jangan Melupakan Sejarah](https://lsfdiscourse.org/jangan-melupakan-sejarah/): Belum lama ini, Kemendikbud mengeluarkan rencana kebijakan tentang penyederhanaan kurikulum 2021 untuk sekolah menengah atas yang cukup menuai polemik. Rencana kebijakan tersebut berkisar mengenai—apakah pelajaran sejarah di sekolah baiknya diletakkan sebagai pelajaran wajib atau hanya sekadar pelajaran pilihan? Kemendikbud sendiri berencana untuk menjadikan pelajaran sejarah sebagai mata pelajaran pilihan. Rencana perubahan ini tertuang jelas dalam draf sosialisasi Penyederhanaan Kurikulum dan Asesmen Nasional tertanggal 25 Agustus 2020. Belum lama setelah dikeluarkannya rencana kebijakan ini, kritik sudah banyak dilayangkan oleh berbagai kalangan, mulai dari masyarakat biasa hingga akademisi — kritik-kritik tersebut membanjiri kanal media guna menentang keputusan tersebut. Presiden AGSI (Asosiasi Guru Sejarah […] - [Pola Kritis Ketuhanan Sokrates](https://lsfdiscourse.org/pola-kritis-ketuhanan-sokrates/): Perlawanan Sokrates pada praktik berhala membawanya pada hukuman mati, namun ia menjadi contoh untuk tetap berusaha membuktikan keberadaan Tuhan secara rasioal. - [Memaknai Kembali Arti Cinta](https://lsfdiscourse.org/memaknai-kembali-arti-cinta/): Dengan cinta, dua insan manusia yang bersatu akan tumbuh kembang bersama menjadi pribadi yang lebih baik, pribadi yang tidak melepaskan karakternya masing-masing, dan pribadi yang tidak hanya dapat dicintai tapi juga mampu untuk mencintai. - [Pandemi dan Krisis: Pintu Keluar Modernitas](https://lsfdiscourse.org/pandemi-dan-krisis-pintu-keluar-modernitas/): Pandemi membuktikan pengaturan alternatif itu mungkin. - [Simulakra dan Eksistensi Manusia](https://lsfdiscourse.org/simulakra-dan-eksistensi-manusia/): Manusia mudah terbawa oleh informasi yang ditawarkan media hingga akhirnya menyebabkan matinya eksistensi manusia. - [Kebahagiaan dan Tanggung Jawab Kantian](https://lsfdiscourse.org/kebahagiaan-dan-tanggung-jawab-kantian/): Immanuel Kant menyatakan bahwa tidak ada yang dapat dibayangkan oleh manusia di mana pun dan dalam kondisi apa pun selain konsep mengenai good will (kehendak baik). Konsep ini disebut Kant sebagai kognisi moral rasional. Kepandaian, ketangkasan, kecerdasan, akal, kemampuan menilai, dan sebagainya adalah kualitas-kualitas yang diharapkan hadir dalam kerangka kehendak baik. Kondisi tersebut berlaku sama sebagaimana kekuatan, kemakmuran, keberanian, kehormatan, kesehatan, dan kondisi yang teralokasikan di dalam kualitas kebahagiaan. Namun kondisi kebahagiaan dapat termanifestasi dalam bentuk yang keji ketika karakter yang menyelubunginya tidak dalam kondisi baik (not good). Kondisi-kondisi yang telah disebutkan di atas dapat dengan sekejap berubah menjadi kesombongan, arogansi, […] - [Sublimasi dan Rasa Bersalah Nietzsche](https://lsfdiscourse.org/sublimasi-dan-rasa-bersalah-nietzsche/): Bagi Nietzsche, hidup tidak hitam putih, ia menolak dualisme seperti itu. Apa yang ia sebut sebagai: baik-buruk, tuan-budak, kuat-lemah ada dalam satu orang yang sama. - [Bosan Itu Penting: Refleksi dalam Pemikiran Martin Heidegger](https://lsfdiscourse.org/bosan-itu-penting-refleksi-dalam-pemikiran-martin-heidegger/): Suasana hati yang dibahas oleh Heidegger adalah kebosanan (langeweile) dalam kuliahnya di tahun 1929 dan 1930 berjudul The Fundamental Concepts of Metaphysics. - [Sungai dari Eden](https://lsfdiscourse.org/sungai-dari-eden/): Buku ini menjelaskan teori Evolusi melalui pewarisan gen dari generasi ke generasi yang diibaratkan sungai dari surga atau taman Eden. Sungai dalam judul buku ini adalah sungai DNA, dan sungai itu mengalir melalui waktu, bukan ruang. - [Keniscayaan “Adaptasi Kebiasaan Baru" Pasca Pandemi](https://lsfdiscourse.org/keniscayaan-adaptasi-kebiasaan-baru-pasca-pandemi/): Secara sederhana maksud dari “Adaptasi Kebiasaan Baru” yang dinarasikan pemerintah adalah terbentuknya pola hidup masyarakat yang baru. - [Rekayasa Sosial dan Pandemi](https://lsfdiscourse.org/rekayasa-sosial-dan-pandemi/): Tidak aja jalan lain demi mengatasi pandemi selain rekayasa sosial. - [Mengenal Estetika](https://lsfdiscourse.org/mengenal-estetika/): Sebagai cabang filsafat, estetika menjabarkan otonomi gagasan mengenai kesenian sehingga ragam gagasan seni dapat terpetakan, baik asumsi hingga implikasinya. - [Sinergisitas Agama dan Sosiologi](https://lsfdiscourse.org/sinergisitas-agama-dan-sosiologi/): Jika lingkungan keberagamaan cenderung ke arah moderat, maka individu yang terbentukpun akan memiliki sikap moderat. - [Quo Vadis Domine?](https://lsfdiscourse.org/quo-vadis-domine/): Ketika kemanusiaan dijunjung tinggi, ketika keadilan mendapatkan tempatnya, ketika perbedaan justru mempersatukan kita, di sanalah Tuhan berada. - [Beberapa Menit Bersama Sartre](https://lsfdiscourse.org/jean-paul-sartre/): Sartre tak hanya seorang pemikir yang berdiam diri di sudut sunyi untuk menikmati imajinasinya, tapi dia merupakan teladan bagi aktivis pergerakan. - [Memahami Cinta Menurut Stoikisme](https://lsfdiscourse.org/memahami-cinta-menurut-stoikisme/): Stoikisme adalah pandangan filsafat yang berkembang pada zaman Helenistik. Stoikisme memfokuskan diri kepada pengajaran filsafat sebagai tingkah laku hidup. Tujuan utama Stoikisme adalah mencapai ketentraman hidup atau ataraxia. Untuk mencapai ketentraman hidup ini, Stoikisme menganjurkan suatu latihan dasar mengenai pembedaan atas apa yang tergantung kepadaku dan apa yang tidak tergantung padaku. Dengan rasionalitasnya, manusia diharapkan bisa bersifat teliti dalam membedakan mana yang memang merupakan kenyataan dan mana yang merupakan representasi tidak-tidak yang mereka buat. Manusia diharapkan bisa bersifat indifferent menerima secara siap hal-hal yang akan ataupun sudah ia hadapi. Kebahagiaan yang diajukan Stoikisme ini menuju kepada perasaan tenang dan bebas dari […] - [Robin Hood dan Etika Teleologis-Utilitarianisme John Stuart Mill](https://lsfdiscourse.org/robin-hood-dan-etika-teleologis-utilitarianisme-john-stuart-mill/): Kebahagiaan satu orang tidak pernah boleh dianggap lebih penting daripada kebahagiaan orang lain. - [Friedrich Nietzsche dan Sabda Zarathustra](https://lsfdiscourse.org/friedrich-nietzsche-dan-sabda-zarathustra/): Manusia harus menjadi tuan atas hidupnya. - [Elias Canetti, Manusia Tidak Bisa Beranjak dari Kodrat Hewaninya](https://lsfdiscourse.org/elias-canetti-manusia-tidak-bisa-beranjak-dari-kodrat-hewaninya/): Manusia tidak akan pernah keluar dari ruang-ruang massa atau kerumunan. - [Dunia di Tengah Pandemi](https://lsfdiscourse.org/dunia-di-tengah-pandemi/): Kematian terasa begitu akrab sekali. Ia datang tanpa diundang dan dengan secepat kilat merengkut pulang nyawa orang hidup. - [Tentang Eternalisme dan Anihilisme](https://lsfdiscourse.org/tentang-eternalisme-dan-anihilisme/): Buddha memiliki pandangan yang berbeda dengan Kaum Anihilis dan Kaum Eternalis pada masanya. Disebutkan juga bahwa kedua kaum ini seringkali bertemu dalam sebuah perdebatan yang berujung pada pertengkaran. - [Fenomena Black Lives sebagai Matter di Negeri Paman Sam](https://lsfdiscourse.org/fenomena-black-lives-sebagai-matter-di-negeri-paman-sam/): Isu-isu krusial yang paling mencuat terpusatkan pada masalah pelanggaran polisi. Langkah ini cukup efektif untuk membidik kasus-kasus pelanggaran besar. - [Perintah Melakukan Kewajiban sebagai Pendidikan Budi Pekerti](https://lsfdiscourse.org/perintah-melakukan-kewajiban-sebagai-pendidikan-budi-pekerti/): Kant mengajak kita melakukan kehendak baik. Kehendak baik dalam pendidikan budi pekerti ialah membangun sikap batin untuk bertindak demi untuk kewajiban. - [Represi Pasca Pandemi menurut Yuval Noah Harari dan Herbert Marcuse](https://lsfdiscourse.org/represi-pasca-pandemi-menurut-yuval-noah-harari-dan-herbert-marcuse/): Pandemi COVID-19 telah merubah wajah dunia, baik karena jumlah korban mau pun imbas dari upaya pencegahannya. Tersebut beberapa usaha pemerintah dunia untuk meretas pelambungan nilai korban misalnya penelitian vaksin, melakukan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar), lockdown dalam berbagai skala, aturan Work From Home, membangun fasilitas kesehatan baru, pemberhentian kegiatan produksi, penutupan fasilitas umum, dan masih banyak lagi. Banyak usaha dilakukan oleh seluruh negara. Rasa takut atas penyakit ini menyebabkan perilaku masyarakat berubah, demikian pula dengan kondisi psikologi masyarakat dunia. Dari lingkungan sekitar dapat kita ketahui munculnya inflasi, penurunan nilai tukar mata uang, munculnya pengangguran, dan lebih banyak lagi. Di sisi lain […] - [Teori Kritis Sekolah Frankfurt](https://lsfdiscourse.org/teori-kritis-sekolah-frankfurt/): Horkheimer berusaha mengajak manusia untuk bangun dari mimpi panjang. - [Gandhi dan Pengendalian Diri](https://lsfdiscourse.org/gandhi-dan-pengendalian-diri/): Tanpa pengendalian, bagi Gandhi, alam akan menghukum manusia sesuai dengan tindakannya. - [Relasionalitas Manusia dan Alam Kendeng](https://lsfdiscourse.org/relasionalitas-manusia-dan-alam-kendeng/): Melalui eksistensi, manusia tidak hanya menjadi satu kesatuan dalam dirinya sendiri namun juga dengan orang lain. - [Transisi dari Filsafat Moral Populer ke Metafisika Moral](https://lsfdiscourse.org/transisi-dari-filsafat-moral-populer-ke-metafisika-moral/): Immanuel Kant dalam The Groundwork of the Methaphysics of Moral berusaha untuk merumuskan bangunannya mengenai metafisika moral dalam kerangka kritis. Hal ini didasari terlebih dahulu dari pandanannya mengenai filsafat moral yang diperkenalkan oleh para filosof terdahulu. Oleh sebab itu ia beranjak dari pengertian mengenai duty. Konsep mengenai duty berasal dari akal budi praktis, yang kadang kala tidak dapat menghindari adanya pengaruh pengalaman. Kerap muncul keraguan; apakah ada tindakan kita benar-benar merupakan murni duty, yang datang dari good will dan memiliki moral worth? Pertanyaan ini mempengaruhi berbagai tindakan manusia. Muncul pertanyaan seperti; Apakah kebebasan harus diupayakan demi kebebasan itu sendiri? Ataukah demi […] - [Marxisme menurut Ken Budha Kusumandaru dan Franz Magnis – Suseno](https://lsfdiscourse.org/marxisme-menurut-ken-budha-kusumandaru-dan-franz-magnis-suseno/): Kusumandaru menekankan bagaimana marxisme merupakan salah satu pisau analisa yang dapat digunakan dalam membedah permasalahan sosial. Kenyataan bahwa berbagai pergerakan sosial terpengaruhi oleh konsepsi Marx tidak dapat menghalangi penyimpangan atau ekses pemahaman konsep di dalam gerakan. - [Gerakan Mahasiswa dan Eksistensialisme ala Sartre](https://lsfdiscourse.org/gerakan-mahasiswa-dan-eksistensialisme-ala-sartre/): Gerakan mahasiswa perlu terus bebas melawan penindasan dan harus siap terhadap tekanan dan gangguan sebagai bentuk tanggung jawab kebebasan. - [Sanggahan terhadap Gagasan Eternalisme Alam Semesta Para Filsuf](https://lsfdiscourse.org/sanggahan-terhadap-gagasan-eternalisme-alam-semesta-para-filsuf/): Kita sebagai manusia selalu berupaya untuk dapat memahami alam semesta melalui dua pilar utama, yaitu sains dan filsafat. - [Sepak Bola dan Ekspresi Kebanggaan](https://lsfdiscourse.org/sepak-bola-dan-ekspresi-kebanggaan/): Persahabatan yang dikemukakan oleh Aristoteles adalah mengenai jalinan afeksi beberapa orang dalam upaya mereka mencapai kebahagiaan bersama - [Jean Baudrillard: Asumsi dalam Mengonsumsi](https://lsfdiscourse.org/jean-baudrillard-asumsi-dalam-mengonsumsi/): Pemikiran Baudrillard ditandai dengan cara pandang yang tajam, serta mendobrak kestabilan berpikir selama ini. - [Fiksasi Kepercayaan](https://lsfdiscourse.org/fiksasi-kepercayaan/): Orang yang mengakui kebenaran ada, dengan pertimbangan penuh, akan membawa kita ke titik yang kita tuju dan tidak tersesat. - [Hak atas Pendidikan Tinggi sebagai Hak Asasi Manusia](https://lsfdiscourse.org/hak-atas-pendidikan-tinggi-sebagai-hak-asasi-manusia/): Pemenuhan hak atas pendidikan tinggi tidak sesuai dengan konsepsi hak atas pendidikan tinggi sebagai hak asasi manusia. - [Hubungan dialektis antara otoritas dan oposisi masyarakat](https://lsfdiscourse.org/hubungan-dialektis-antara-otoritas-dan-oposisi-masyarakat/): Relasi otoritas dan oposisi menjadi hubungan dialektis yang berfungsi mengembangkan sistem dalam masyarakat menjadi terus lebih mutakhir. - [Apa itu etika Nicomachea?](https://lsfdiscourse.org/apa-itu-etika-nicomachea/): Etika Aristoteles adalah etika teleologis. Artinya, etika yang memusatkan diri pada tujuan atau hasil perbuatan. - [Apa yang Nietzsche maksud ketika mengatakan "Tuhan telah mati"?](https://lsfdiscourse.org/apa-yang-nietzsche-maksud-ketika-mengatakan-tuhan-telah-mati/): Kematian Tuhan adalah sebagai bahaya besar dan peluang besar. Memberi kita kesempatan untuk membangun "tabel nilai" yang baru. - [Immanuel Kant: Deontologi dan Imperatif Kategoris](https://lsfdiscourse.org/immanuel-kant-deontologi-dan-imperatif-kategoris/): Apabila manusia menggunakan nalarnya dalam berusaha merumuskan etika, ia dengan sendirinya tidak sampai pada etika yang sesungguhnya. - [Definisi wujud (eksistensi) dalam filsafat Islam](https://lsfdiscourse.org/definisi-wujud-dalam-filsafat-islam/): Persoalan wujud adalah satu-satunya tema yang terus muncul diantara para filsuf muslim, mulai dari Ibnu Sina hingga Mulla Sadra. - [Bertetangga: Harmonisasi kehendak berkuasa](https://lsfdiscourse.org/bertetangga-harmonisasi-kehendak-berkuasa/): Perilaku saling kuasa-menguasai ini berdasarkan pada konsep homo homini lupus pada konsep ini manusia merupakan serigala bagi manusia lainnya. - [Mengobati rasa sepi melalui puisi: Saling berbagi realitas lewat bahasa yang bersifat lirikal](https://lsfdiscourse.org/mengobati-rasa-sepi-melalui-puisi-saling-berbagi-realitas-lewat-bahasa-yang-bersifat-lirikal/): Puisi-puisi kesepian ini memiliki kekuatan memperbaiki atau menurunkan ekspektasi kita akan bagaimana manusia semestinya menjalin hubungan. - [MEMENTO MORI: Perenungan terhadap Kematian ala Kaum Stoa](https://lsfdiscourse.org/perenungan-terhadap-kematian-ala-kaum-stoa/): Dengan melakukan perenungan terhadap kematian, manusia akan menyadari bahwa mereka memiliki segala keterbatasan - [Paradigma paralel dasar filsafat terhadap teologi Islam](https://lsfdiscourse.org/paradigma-paralel-dasar-filsafat-terhadap-teologi-islam/): Filsafat dan teologi merupakan dua ilmu yang bertujuan untuk membangun peradaban manusia. - [Adanya diri dan peradaban](https://lsfdiscourse.org/adanya-diri-dan-peradaban/): Siapa Dia? Siapa yang demikian hebat sehingga tidak dapat kita sangsikan eksistensinya? Dimanakah Dia selama ini? - [Masyarakat Prosumer: Perburuhan Digital pada Media Sosial](https://lsfdiscourse.org/masyarakat-prosumer-perburuhan-digital-pada-media-sosia/): Sejalan dengan itu, Christian Fuchs dan Sebastian Sevignani melihat aktivitas di media sosial sebagai kerja produktif—kerja membuat komoditi—yang mengasingkan manusia dalam empat sisi: keterasingan dari diri sendiri, keterasingan dari objek kerja produktif—instrumen dan objek kerja produktif, dan keterasingan dari produk yang diciptakannya. - [Analisis Deskriptif Pemikiran Sir William Muir dan Hubert Grimme Atas Periodisasi Pewahyuan Al-Qur'an](https://lsfdiscourse.org/analisis-deskriptif-pemikiran-sir-william-muir-dan-hubert-grimme-atas-periodisasi-pewahyuan-al-quran/): Pemikiran para orientalis Barat terhadap agama Islam memiliki perbedaan yang bergantung pada sikap mental para orientalis tersebut. - [Memaknai ulang kritik hukum progresif terhadap positivisme hukum](https://lsfdiscourse.org/memaknai-ulang-kritik-hukum-progresif-terhadap-positivisme-hukum/): Hukum progresif adalah upaya mencari keadilan substantif dari celah sekecil mungkin. Hambatan yang dihadapi bukan hanya undang-undang semata. - [Mengapa Nietzsche “Putus” dengan Wagner?](https://lsfdiscourse.org/mengapa-nietzsche-putus-dengan-wagner/): Nietzsche melihat musik Wagner sebagai sesuatu yang dekaden dan nihilistik, berfungsi serupa obat artistik yang mematikan rasa sakit. - [Percakapan erotis dua seks](https://lsfdiscourse.org/percakapan-erotis-dua-seks/): Konsen bukan semata kewajiban perempuan untuk menolak atau menerima, konsen perempuan memang konsen yang sebenarnya. - [Membaca kekecewaan bersama Marcus Aurelius](https://lsfdiscourse.org/membaca-kekecewaan-bersama-marcus-aurelius/): Bukankah sebuah kekecewaan kita rasakan saat sesuatu atau seseorang tidak sesuai dengan apa yang diinginkan? - [Negara dalam pemikiran Abad Renaisans](https://lsfdiscourse.org/negara-dalam-pemikiran-abad-renaisans/): Selama aktivitas politik masih terus terjadi selama itu pula eksistensi negara sebagai sebuah objek filsafat politik akan terus berlangsung. - [Citayam Fashion Week dan Kekuasaan menurut Michel Foucault](https://lsfdiscourse.org/citayam-fashion-week-dan-kekuasaan-menurut-michel-foucault/): Fenomena Citayem Fashion Week dan bagaimana subjek berkuasa berperan atasnya menurut pandangan tentang Kekuasaan Michel Foucault. - [Materialisme metafisik membunuh antroposentrisme](https://lsfdiscourse.org/materialisme-metafisik-membunuh-antroposentrisme/): Materialisme metafisik memberikan upaya perubahan yang radikal atas pandangan manusia yang mementingkan dirinya sendiri. - [Sisyphus yang berbahagia](https://lsfdiscourse.org/sisyphus-yang-berbahagia/): Dengan menyadari bahwa dunia ini inkonsisten dan irrasional dan menghargai ketidakbermaknaan, kita bisa membayangkan Sisyphus yang bahagia. - [Membaca ulang manusia bersama Descartes dan Heidegger](https://lsfdiscourse.org/membaca-ulang-manusia-bersama-descartes-dan-heidegger/): Diri manusia menurut Descartes memiliki keluasan dalam ruang dan pikiran. Heidegger melihat diri manusia sekedar mengetahui Adanya. - [Pembangunan dan krisis agraria di Indonesia](https://lsfdiscourse.org/pembangunan-dan-krisis-agraria-di-indonesia/): Krisis agraria di Indonesia disebabkan oleh orientasi pembangunan yang tidak sejalan dengan realitas masyarakat Indonesia. - [#SATISFYINGVIDEOS dan Titik Balik Teknikalitas Manusia](https://lsfdiscourse.org/satisfyingvideos-dan-teknikalitas-manusia/): Objek-objek teknologis kerap berperan sebagai pendukung atraksi-atraksi memukau tangan manusia dalam #satisfyingvideos - [Transisi Busana Kantoran Milenial: Redefinisi Profesionalisme Kerja](https://lsfdiscourse.org/transisi-busana-kantoran-millenial/): Fleksibilitas busana Milenial menunjukkan ekspresi diri dan juga tuntutan work-life balance yang lebih manusiawi. - [State of Exception dan Urgensi Hukum Tata Negara Darurat](https://lsfdiscourse.org/state-of-exception-dan-urgensi-hukum-tata-negara-darurat/): Hukum tata negara darurat dapat mengisi kekosongan hukum dan memberi kepastian hukum ketika negara berada dalam keadaan State of exception. - [Edward W. Said: Kritik terhadap Kesarjanaan Barat dalam Orientalisme](https://lsfdiscourse.org/edward-w-said-kritik-terhadap-kesarjanaan-barat-dalam-orientalisme/): Edward Said menunjukkan bahwa kaum orientalis pada zamannya, selalu menyudutkan Timur dan ingin menjatuhkan Timur. - [Analisis Semiologi Ferdinand de Saussure dalam Lagu “Until I Found You”](https://lsfdiscourse.org/analisis-semiologi-ferdinand-de-saussure-dalam-lagu-until-i-found-you/): Ferdinand de Saussure adalah bapak semiologi modern sekaligus pencetus gerakan strukturalisme yang lahir di Perancis pada awal abad ke-20. - [Al-Hikmah Al-Muta’aliyah: Teosofi-Transendental](https://lsfdiscourse.org/al-hikmah-al-mutaaliyah-teosofi-transendental/): Al-hikmah al-muta’aliyah merupakan kajian filsafat Islam yang dibawakan oleh sosok filsuf muslim yang bernama Mulla Shadra. - [Cinta Kepada Yang Baik: Sebuah Pengantar Memahami Etika Plato](https://lsfdiscourse.org/cinta-kepada-yang-baik-sebuah-pengantar-memahami-etika-plato/): Etika Plato tidak hanya mempengaruhi filsafat dan kerohanian di Barat selama 2000 tahun, melainkan juga mempengaruhi sufi-sufi muslim. - [Kondisional dalam Logika](https://lsfdiscourse.org/kondisional-dalam-logika/): Pernyataan kondisional adalah pernyataan yang menggunakan kalimat “Jika A, maka B”. Dalam logika kita menulisnya dengan A → B. - [Konsep Nietzsche tentang Kehendak untuk Berkuasa](https://lsfdiscourse.org/kehendak-untuk-berkuasa/): "Kehendak untuk Berkuasa" adalah konsep sentral dalam filsafat seorang filsuf Jerman abad ke-19: Friedrich Nietzsche. - [Membaca Kelas (Sosial) di Abad Ke-21](https://lsfdiscourse.org/membaca-kelas-sosial-di-abad-ke-21/): Hadirnya ketimpangan tak semata soal kerja keras, rajin, dan ulet dalam menjalani hidup. - [Perpisahan Simbolik dalam Pemikiran Gabriel Marcel](https://lsfdiscourse.org/perpisahan-simbolik-menurut-gabriel-marcel/): Kematian hanyalah perpisahan simbolik, sebelum akhirnya kedua kesatuan tersebut dipertemukan dalam sebuah komunikasi yang abadi. - [Ubermensch sebagai Kiblat Aktualisasi Manusia](https://lsfdiscourse.org/ubermensch-sebagai-kiblat-aktualisasi-manusia/): Konsep Ubermensch Nietzsche dapat digunakan sebagai bantuan atau referensi sebagai wadah manusia untuk mengembangkan dirinya. - [Runtuhnya Modernitas: Telaah Atas Lahirnya Postmodernisme](https://lsfdiscourse.org/runtuhnya-modernitas/): Modernisme seakan menggali kuburannya sendiri. Ibarat dua sisi mata koin, program kemajuan modernisme mulai menampakkan sisi koin lainnya. - [Wealth and Rich dalam Psychology of Money](https://lsfdiscourse.org/wealth-and-rich-dalam-psychology-of-money/): Sebuah pertanyaan terbersit, kenapa orang-orang kaya cenderung tampil dengan sederhana? Bahkan sempat ada sebuah lelucon bahwa jika seseorang pergi ke sebuah mal dan melihat orang lain yang hanya memakai kaos oblong, celana pendek, dan sandal jepit, bisa jadi sosok tersebut adalah seorang yang kaya. Kebalikannya, jika kemudian ada sosok di mal yang cenderung tampil berlebihan, maka perlu dicurigai bahwa ia jarang pergi ke mal atau kunjungannya ke mal tersebut adalah momen yang cukup spesial. Pertanyaan dan juga lelucon di atas dapat terjawab dengan penjelasan Morgan Housel dalam bukunya The Psychology of Money (2020). Housel membagi dengan tegas perbedaan di antara orang […] - [Pedoman Hidup Bahagia Seperti Kaum Stoa](https://lsfdiscourse.org/pedoman-hidup-bahagia-seperti-kaum-stoa/): Stoa mengajarkan hidup tanpa emosi negatif dan hidup penuh dengan kebaikan seperti seharusnya manusia, memberi cinta kasih kepada sesama. - [Memuja “Kemalasan” dan Waktu Senggang](https://lsfdiscourse.org/memuja-kemalasan-dan-waktu-senggang/): Kemalasan dan waktu senggang adalah jeda yang dibutuhkan dalam hidup, keduanya menjadi tempat di mana terjadi proses refleksi dan kontemplasi. - [Menggugat Antroposentrisme](https://lsfdiscourse.org/menggugat-antroposentrisme/): Antroposentrisme merupakan suatu cara pandang umum baik di tataran para saintis,  politisi, dan masyarakat di abad modern. - [Paradoks Bahasa adalah Paradoks Ontologi](https://lsfdiscourse.org/paradoks-bahasa-adalah-paradoks-ontologi/): Makna bermula dari tindak negasi; “nothing" muncul dari "being". Tegangan makna "nothing-being" memunculkan makna "becoming". - [Teknologi dan Kegalauan Manusia Masa Kini](https://lsfdiscourse.org/teknologi-dan-kegalauan-manusia-masa-kini/): Peradaban telah sampai pada kulminasi dalam sektor teknologi. Teknologi telah mewujudkan peradaban manusia pada tingkat yang mutakhir. - [Hermeneutika Ala Wilhelm Dilthey](https://lsfdiscourse.org/hermeneutika-ala-wilhelm-dilthey/): Bagi Dilthey, pengalaman bukanlah hal yang statis; sebaliknya, dalam kesatuan maknanya lah pengalaman dapat menjangkau dan meliputi rekoleksi masa lalu, serta dapat menjadi sumber bagi antisipasi masa depan dalam konteks “makna” keseluruhan. - [Jalan tengah antara filsafat dan agama](https://lsfdiscourse.org/jalan-tengah-antara-filsafat-dan-agama/): Krisis kepercayaan seperti menjadi ateis merupakan hal yang wajar dialami ketika seseorang sedang berproses mempelajari filsafat. - [The Batman: Dari pencarian jati diri hingga reaksi atas kemelut politik yang memuakkan](https://lsfdiscourse.org/the-batman-dari-pencarian-jati-diri-hingga-reaksi-atas-kemelut-politik-yang-memuakkan/): Apakah dengan adanya Batman sebagai simbol suatu perubahan dan pencerahan akankah juga berdampak pada perubahan yang lebih nyata? - [Sureq I La Galigo dalam Ruang Kosmologi](https://lsfdiscourse.org/sureq-i-la-galigo-dalam-ruang-kosmologi/): Dalam kepercayaan Bugis Kuno yang tergambarkan dalam I La Galigo tidak mengenal bentuk pemujaan dengan menggunakan arca dewata sebagai murti. - [SNEAKERHEAD: Kebutuhan yang melampaui keperluan](https://lsfdiscourse.org/sneakerhead-kebutuhan-yang-melampaui-keperluan/): Kegelisahan Sneakerhead muncul karena ada rasa kekurangan dalam diri dan selalu ingin dipenuhi bukan karena kebutuhan akan penggunaan sepatu. - [Lubang Hitam Pencerahan, Menyoal Gaya Hidup](https://lsfdiscourse.org/lubang-hitam-pencerahan/): Eksploitasi manusia sudah tidak berjarak dengan kehidupan manusia, dan satu-satunya pegangan untuk mempertahankan otentisitas diri adalah dengan tetap sadar. - [Apa itu perubahan?](https://lsfdiscourse.org/perubahan/): Dalam perubahan akan selalu menyakitkan, tetapi banyak hal menyakitkan terjadi untuk menolak sebuah perubahan. - [Apa itu Ruang?](https://lsfdiscourse.org/apa-itu-ruang/): Semua hal ada di dalam ruang. Tubuh kita mengisi sebagian dari ruang. Kita bergerak melalui ruang. Tapi apa itu sebenarnya ruang? - [Gagasan Nietzsche tentang perulangan abadi](https://lsfdiscourse.org/gagasan-nietzsche-tentang-perulangan-abadi/): Kesanggupan Zarathustra untuk merangkul perulangan abadi adalah ekspresi tertinggi dari cintanya pada kehidupan dan keinginannya untuk tetap "setia pada bumi." - [Analisis Hermeneutika Hassan Hanafi: Kontekstualisasi Al-Qur’an Sebagai Alat Pembebasan](https://lsfdiscourse.org/analisis-hermeneutika-hassan-hanafi-kontekstualisasi-al-quran-sebagai-alat-pembebasan/): Dari analisis metodologis yang disampaikan Hanafi melalui hermeneutika kritis emansipatoris yang tertera dalam Al-qur’an, bukan lagi menjadi tempat persembunyian para kaum muslimin yang elitis dalam mempertahakan status quo kekayaan maupun teks tradisional yang bersifat dogmatis. - [Hermeneutika sebagai metode alternatif dalam memahami teks Al-Qur’an](https://lsfdiscourse.org/hermeneutika-sebagai-metode-alternatif-dalam-memahami-teks-al-quran/): Apakah bahasa yang digunakan dalam kitab suci tersebut adalah bahasa Tuhan atau, perkataan Tuhan yang dibahasakan oleh nabi sesuai dengan bahasa daerahnya? - [Aborsi: Tanggung Jawab Siapa?](https://lsfdiscourse.org/aborsi-tanggung-jawab-siapa/): Aborsi telah menjadi topik hangat sejak berabad-abad lalu. Ada kubu yang menolak, ada pula yang mendukung. Masing-masing punya alasan tersendiri. Dalam pandangan Gereja Katolik aborsi secara tegas ditolak. Mengapa? Karena aborsi adalah tindakan pembunuhan. Pembunuhan adalah sebuah tindakan yang tidak akan pernah dapat dibenarkan. Meski demikian, perkembangan zaman dan teknologi  yang serentak membawa serumpun persoalan baru yang terus mendesak pelegalan aborsi, dan sejenisnya. Apakah posisi Gereja berubah? Tidak. Gereja tetap pada keputusannya membela kehidupan. Hanya saja ada perubahan refleksi baru seturut perubahan zaman yang tetap membuat Gereja setia dan terus mendampingi umat. Tulisan ini akan berfokus pada pandangan Gereja terhadap aborsi […] - [Anime dan realitas yang statis](https://lsfdiscourse.org/anime-dan-realitas-yang-statis/): Lantas, apakah hidup harus tenggelam dalam imajinasi, sebagaimana yang ada dalam penonton anime? - [Kesadaran kritis, mungkinkah?](https://lsfdiscourse.org/kesadaran-kritis-mungkinkah-2/): Kesadaran kritis dipahami sebagai sebuah bentuk kesadaran di mana individu mengetahui dan menyadari keberadaan unsur-unsur di luar dirinya. - [Pandangan mengenai perempuan dari berbagai zaman](https://lsfdiscourse.org/pandangan-mengenai-perempuan-dari-berbagai-zaman/): Filsuf bisa memberikan terobosan bagi pemikiran masa depan. Begitu pula pandangan filsuf mengenai perempuan. - [Nestapa dan tirani modernisasi](https://lsfdiscourse.org/nestapa-dan-tirani-modernisasi/): Modernitas menghantar manusia sampai keadaan ideal secara taktis, di sisi lain manusia modern jatuh dalam keadaan yang represif. - [Eksistensialisme Sartre: Menyemai kebebasan diri dalam belenggu asumsi di media sosial](https://lsfdiscourse.org/eksistensialisme-sartre-menyemai-kebebasan-diri-dalam-belenggu-asumsi-di-media-sosial/): Sejatinya setiap manusia memiliki kesadaran menidak, mempertahankan intersubjektivitas. - [Diskursus kebijakan lingkungan hidup: Membuka sumbatan ruang partisipasi](https://lsfdiscourse.org/diskursus-kebijakan-lingkungan-hidup/): Pendidikan kritis yang menumbuhkan kesadaran kritis dengan melihat konteks wilayah serta didorong oleh sains dan ilmu pengetahuan, merupakan keniscayaan untuk menumbuhkan sebuah gerakan yang nantinya akan mengisi ruang partisipasi dan mengembalikan lagi ruang deliberatif. - [Menggugat Allah Yang Diam: Wacana Pathos Ilahi menurut Abraham Joshua Heschel](https://lsfdiscourse.org/menggugat-allah-yang-diam-wacana-pathos-ilahi-menurut-abraham-joshua-heschel/): Probabilitas kejahatan semakin meningkat. Manusia sering kali mendapati dirinya kehilangan jejak dalam pencarian akan kehadiran Tuhan. - [Kebahagiaan dan kebijaksanaan ala Epikureanisme](https://lsfdiscourse.org/kebahagiaan-dan-kebijaksanaan-ala-epikureanisme/): Kebahagiaan yang menjadi inti ajaran moral Epikuros terdiri dalam nikmat. Baginya, yang baik adalah yang menghasilkan nikmat. - [Detoksifikasi digital sebagai upaya melawan realitas semu](https://lsfdiscourse.org/detoksifikasi-digital-sebagai-upaya-melawan-realitas-semu/): Hidup di era disrupsi mengharuskan setiap insan terus mengikuti peredaran informasi terbaru. Mudahnya akses informasi tidak selalu positif. - [Beberapa catatan atas forma logis Ludwig Wittgenstein](https://lsfdiscourse.org/beberapa-catatan-atas-forma-logis-ludwig-wittgenstein/): Setiap proposisi memiliki isi dan bentuk. Kita akan mendapatkan gambaran forma murni jika kita mencoba mengabstraksi makna dari kata tunggal. - [Kritik atas ideologi Islam garis keras menurut Habermas](https://lsfdiscourse.org/kritik-atas-ideologi-islam-garis-keras-menurut-habermas/): Kasus-kasus intoleransi yang muncul beberapa waktu terakhir adalah bukti nyata bagaimana nama agama disalahgunakan. - [Diagnosis penyakit masyarakat modern](https://lsfdiscourse.org/diagnosis-penyakit-masyarakat-modern/): Perkembangan dan kemajuan yang kita rasakan pada hari ini haruslah kita pertanyakan lagi, bukan untuk menghentikannya. - [Teori Kritis: Marxisme sudah layu](https://lsfdiscourse.org/teori-kritis-marxisme-sudah-layu/): Pada titik kemandegan pemikiran Marxisme dalam neo-marxis mendapatkan tempat biaknya secara cepat dan menantang. - [Kritik Gramsci atas objektivisme dan rekonstruksi filsafat praksis](https://lsfdiscourse.org/kritik-gramsci-atas-objektivisme-dan-rekonstruksi-filsafat-praksis/): Menurut Gramsci objektivitas selalu ditentukan oleh manusia, dengan kata lain manusia adalah hakim dari objektivitas itu sendiri. - [Cinta, seks, dan kebencian dalam psikoanalisis](https://lsfdiscourse.org/cinta-seks-dan-kebencian-dalam-psikoanalisis/): Ketika kita mencintai seseorang dengan sungguh-sungguh, cinta ini akan berujung mematikan. - [Kebangkrutan positivisme](https://lsfdiscourse.org/kebangkrutan-positivisme/): Upaya positivisme membekukan ilmu pengetahuan sebagai instrumen bebas nilai, justru membuka corong penindasan yang lebih radikal dan represif. - [Relevansi filsafat: menyikapi permasalahan manusia modern](https://lsfdiscourse.org/relevansi-filsafat-menyikapi-permasalahan-manusia-modern/): Masyarakat modern yang sudah maju adalah masyarakat yang berdimensi satu, dan pemikiran yang berdimensi satu. - [Tiongkok dalam segala kontradiksinya](https://lsfdiscourse.org/tiongkok-dalam-segala-kontradiksinya/): Tiongkok di masa kepemimpinan Xi Jinping juga mengimplementasikan nilai-nilai internasional yang dianut dalam marxisme-leninisme. - [Woman in Refrigerator? Konsep perempuan Tiongkok dalam revolusi kebudayaan dan dampaknya](https://lsfdiscourse.org/woman-in-refrigerator-konsep-perempuan-tiongkok-dalam-revolusi-kebudayaan-dan-dampaknya/): Selama revolusi kebudayaan, kebenaran politik didasarkan pada perempuan yang mengenakan pakaian berwarna gelap seperti laki-laki. - [Memahami cara pandang Cina tentang hukum internasional](https://lsfdiscourse.org/memahami-cara-pandang-cina-tentang-hukum-internasional/): Dalam tataran internasional, hubungan luar negeri Cina didasarkan pada prinsip-prinsip politik dan sosial yang sama secara internal. - [Kesadaran kritis, mungkinkah?](https://lsfdiscourse.org/kesadaran-kritis-mungkinkah/): Kesadaran kritis dipahami sebagai sebuah bentuk kesadaran di mana individu mengetahui dan menyadari keberadaan unsur-unsur di luar dirinya. - [Hidup biasa saja a la nabi Athena](https://lsfdiscourse.org/hidup-biasa-saja-a-la-nabi-athena/): Socrates adalah seorang bidan yang membantu setiap orang untuk menggali dan melahirkan pengetahuannya sendiri. - [TIANXIA: Negara Waralaba](https://lsfdiscourse.org/tianxia-negara-waralaba/): Tianxia adalah konsep warisan dari Dinasti Zhao, yang disusun kurang lebih sekitar 1000 tahun sebelum Masehi. - [Kekerasan sistemik: Sebuah permasalahan masyarakat modern dalam pandangan Slavoj Žižek](https://lsfdiscourse.org/kekerasan-sistemik-dalam-pandangan-slavoj-zizek/): Terdapat jenis kekerasan yang objektif: Žižek menyebutnya dengan kekerasan simbolik atau bahasa dan kekerasan sistemik. - [Pikiran dan bahasa](https://lsfdiscourse.org/pikiran-dan-bahasa/): Jika kita menahan pikiran pada semua hal penting dalam hasrat untuk berekspresi, kita mendapatkan gambaran baru tentang perilaku manusia. - [Memahami interaksi masyarakat dengan hermeneutika](https://lsfdiscourse.org/memahami-interaksi-masyarakat-dengan-hermeneutika/): Hermeneutika tidak hanya sekedar memahami teks. Sebelum teks dipahami, teks harus dibaca terlebih dahulu, yang artinya ada interaksi kerja yang dilakukan pembaca terhadap apa yang dibacanya. - [Michel Foucault: Wacana seksualitas masyarakat posmodern](https://lsfdiscourse.org/michel-foucault-wacana-seksualitas-masyarakat-posmodern/): Okupasi dan intervensi yang dilakukan terhadap seksualitas, bertujuan agar semua libido bisa dilepaskan, memberikan sensasi kenikmatan tanpa batas. - [Jejak teologis dalam dekonstruksi](https://lsfdiscourse.org/jejak-teologis-dalam-dekonstruksi/): Dekonstruksi berpijak dari keterbukaan iman kepada masa depan absolut. Pengalaman religius akhirnya menjadi pergumulan diri bersama ketidakpastian radikal, kenyataan yang tak terencanakan dan memungkinankan iman untuk goyah. - [Pandangan filosofis tentang manusia](https://lsfdiscourse.org/pandangan-filosofis-tentang-manusia/): Manusia adalah makhluk ciptaan yang paling sempurna, keberadaannya di dunia ini menunjukkan suatu perjalanan sejarah yang sangat panjang. - [Demokrasi Baru dalam pemikiran Mao Zedong](https://lsfdiscourse.org/demokrasi-baru-dalam-pemikiran-mao-zedong/): Gagasan Demokrasi Baru merupakan reaksi atas situasi Cina pada masa itu. Melalui Demokrasi baru, Mao Zedong hendak membawa Cina pada pembebasan dari Feodalisme maupun Kolonialisme. - [Realisme politik dalam sengkarut konflik Laut Natuna](https://lsfdiscourse.org/realisme-politik-dalam-sengkarut-konflik-laut-natuna/): Dalam konsep realisme politik, konflik antar negara merupakan bentuk utama dari kondisi alamiah yang terbangun dalam hubungan internasional. - [Utopia Tiongkok: Dari Mao Zedong ke Xi Jinping](https://lsfdiscourse.org/utopia-tiongkok-dari-mao-zedong-ke-xi-jinping/): Era Mao menjadi titik awal peran penting utopia bagi PKT untuk mewujudkan komunisme di Tiongkok. - [Happycratie dan tirani kebahagiaan](https://lsfdiscourse.org/happycratie-dan-tirani-kebahagian/): Mengakui emosi-emosi negatif dan mengalaminya akan mengantarkan kita menjadi bagian dari masyarakat yang tidak egois, yang bertanggung jawab untuk bersama-sama menciptakan masyarakat yang lebih adil dan solider. - [Modernitas, manipulasi konsumsi, dan simulasi](https://lsfdiscourse.org/modernitas-manipulasi-konsumsi-dan-simulasi/): Dalam dekade terakhir ini kita dihadapkan masa-masa di mana teknologi menjadi pusaran sentral kehidupan, dan menjadi satu-satunya cara untuk menembus batas realitas. - [Pandangan Socrates mengenai demokrasi](https://lsfdiscourse.org/pandangan-socrates-mengenai-demokrasi/): Pemilihan merupakan sebuah ilmu pengetahuan dan bukan hanya sekedar intuisi. Lalu selayaknya sebuah ilmu pengetahuan, cara menentukan pilihan tersebut harus diajarkan pada sebuah instansi pendidikan. - [Seni mencintai hidup](https://lsfdiscourse.org/seni-mencintai-hidup/): Kita perlu bersikap moderat dalam mengontrol diri, salah satunya adalah tidak meninggalkan nilai-nilai spiritual di dalam kehidupan. - [Mewujudkan cinta yang setara](https://lsfdiscourse.org/cinta-yang-setara-dan-bagaimana-cara-mewujudkannya/): Melalui pemikiran Erich Fromm dan Alain Badiou, kita bisa mengambil pelajaran betapa pentingnya mewujudkan cinta yang setara. - [Membincang sosialisme agar membumi](https://lsfdiscourse.org/membincang-sosialisme-agar-membumi/): Sosialisme bukan sekadar busa romantik dalam drama telenovela yang keberadaannya bukan hanya sekadar mengulang kegemilangan di masa lalu. Sosialisme ada karena pengetahuan, gerak, dan solidaritas. - [Transformasi modernitas padat ke modernitas cair](https://lsfdiscourse.org/transformasi-modernitas-padat-ke-modernitas-cair/): Proses perubahan yang demikian cepat membuat individu hanya menjadi sebuah “debu” di tengah lautan manusia yang tidak saling mengenal. - [Menghayati alam secara sistematis](https://lsfdiscourse.org/menghayati-alam-secara-sistematis/): Meredefinisi ulang relasi manusia dengan alam dan menyistematisasi tindakan bukan sekedar mengatasi masalah yang ada sekarang ini, tetapi menawarkan cara hidup baru yang terus berkelanjutan. - [Kemenjadian “Aku” dalam paradoks identitas](https://lsfdiscourse.org/kemenjadian-aku-dalam-paradoks-identitas/): Seluruh konflik identitas itu sebenarnya bukan disebabkan oleh perbedaan identitas, sebab tidak satupun manusia bisa lepas dari identitas, yang utama adalah keberadaan diri kita, memahami diri kita, dan menegaskan misi otentisitas diri kita. - [Argumen bagi Kemendasaran Wujud](https://lsfdiscourse.org/argumen-bagi-kemendasaran-wujud/): Kuiditas hanya memiliki realitas subjektif yakni dalam pikiran manusia. - [Schopenhauer, Camus, dan Peterson: Aksio-Ontologis atas Dunia yang Kejam](https://lsfdiscourse.org/schopenhauer-camus-dan-peterson-aksio-ontologis-atas-dunia-yang-kejam/): Kita sering mempertanyakan, “Bagaimana wujud dunia itu sebenarnya atau dunia pada dirinya sendiri? Apakah dunia baik atau kejam?” - [Domnatio Memoriae: Kehendak Berkuasa atas Ingatan](https://lsfdiscourse.org/domnatio-memoriae-kehendak-berkuasa-atas-ingatan/): Melalui bayang-bayang masa lalu, Romawi kuno memiliki istilah domnatio memoriae sebagai “hukuman atas ingatan” yang disahkan menjadi konstitusi. - [Gejolak Dekonstruksi Agama dan Gender](https://lsfdiscourse.org/gejolak-dekonstruksi-agama-dan-gender/): Salah satu kunci agar manusia dapat berbahagia adalah dengan mencari tahu serta memahami batas - [Paulo Freire: Pendidikan yang Membebaskan](https://lsfdiscourse.org/paulo-freire-pendidikan-yang-membebaskan/): Mengubah realitas (penindasan) adalah sebuah tugas historis, sebuah tugas untuk kemanusiaan. - [Zen, Filosofi Nagarjuna, dan Politik Pemerintahan](https://lsfdiscourse.org/zen-filosofi-nagarjuna-dan-politik-pemerintahan/): Zen dan filsafat Madhyamaka Nagarjuna adalah dua konsep penting dalam filsafat dan spiritualitas Asia, di mana keduanya telah memberikan pengaruh yang signifikan pada politik pemerintahan di berbagai wilayah - [Kajian Feminisme Eksistensialis Simone De Beauvoir: The Second Sex](https://lsfdiscourse.org/kajian-feminisme-eksistensialis-simone-de-beauvoir-the-second-sex/): Dengan menduduki posisi strategis perempuan dapat melakukan transformasi sosial dan mendobrak tatanan masyarakat Patriarkis yang selama ini menindasnya - [Psikologi Kesadaran Bagian II](https://lsfdiscourse.org/psikologi-kesadaran-bagian-ii/): Kesadaran-diri dapat diartikan sebagai keawasan terhadap tubuh diri sendiri yang merupakan milik si manusia dalam ruang-waktu kontinuum serta interaksi-interaksi nya terhadap lingkungan—termasuk interaksi terhadap yang liyan. - [Menelaah Konsep Cinta Jalaluddin Rumi (2)](https://lsfdiscourse.org/menelaah-konsep-cinta-jalaluddin-rumi-2/): Cinta adalah penyembah bagi kebanggaan, kesombongan, dan pengobat dari segala kekurangan diri - [Menjawab Problem Lingkungan Hidup dengan Keadilan Sila ke-5 Pancasila](https://lsfdiscourse.org/menjawab-problem-lingkungan-hidup-dengan-keadilan-sila-ke-5-pancasila/): Kerusakan lingkungan pada dasarnya diakibatkan oleh aktivitas ekonomi serta politik yang tidak mempunyai pandangan keberlanjutan, aktivitas tersebut hanya berfokus pada bagaimana cara untuk mendapatkan keuntungan secara terus-menerus. - [Memurnikan Pendidikan melalui Filsafat Pendidikan Ki Hadjar Dewantara](https://lsfdiscourse.org/memurnikan-pendidikan-melalui-filsafat-pendidikan-ki-hadjar-dewantara/): Pendidikan kian hari hanya dianggap sebagai alat atau barang yang diperjualbelikan, bukan lagi sebagai hak yang seharusnya didapatkan oleh seluruh individu - [Legitimasi Kebahasaan Pierre Bourdieu: Dialek Bahasa sebagai Kapital dalam Perwujudan Kekuasaan Simbolik](https://lsfdiscourse.org/legitimasi-kebahasaan-pierre-bourdieu-dialek-bahasa-sebagai-kapital-dalam-perwujudan-kekuasaan-simbolik/): Bahasa bukan hanya berfungsi sebagai perantara komunikasi maupun transmisi linguistik, namun juga dapat menjadi kapital dalam mewujudkan kekuasaan. - [Tan Malaka: Agen Intelijen Didikan Alam](https://lsfdiscourse.org/tan-malaka-agen-intelijen-didikan-alam/): Kisah singkat tentang Tan Malaka - [Ibnu Khaldun dan Adam Smith: Membaca Genealogi Kapitalisme](https://lsfdiscourse.org/ibnu-khaldun-dan-adam-smith-membaca-genealogi-kapitalisme/): Di tengah tantangan ekonomi dan sosial yang kita hadapi saat ini, kombinasi gagasan Ibnu Khaldun dan Adam Smith dapat membantu dalam membangun sistem ekonomi yang adil dan berkelanjutan. - [Subjek, Negara, dan Masyarakat](https://lsfdiscourse.org/subjek-negara-dan-masyarakat/): Apakah kehidupan tanpa negara itu mungkin? - [Kumpulan Artikel Filsafat karya Yohanes Wahyu Prasetyo OFM](https://lsfdiscourse.org/kumpulan-artikel-filsafat-karya-yohanes-wahyu-prasetyo-ofm/): Esai-esai karya Yohanes Wahyu Prasetyo OFM ini merupakan hasil dari meditasi intelektualnya selama studi Magister Filsafat di Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara, Jakarta - [Metafisika Mulla Sadra](https://lsfdiscourse.org/metafisika-mulla-sadra/): Setiap gerakan wujud yang memiliki tingkatan yang berbeda itu bergerak secara substansial secara terus menerus menuju kesempurnaan. - [Das Ding An Sich di dalam Fisika Kuantum](https://lsfdiscourse.org/das-ding-an-sich-di-dalam-fisika-kuantum/): Bagaimana jadinya jika filsafat dan fisika saling menguatkan tesisnya satu sama lain? Bukankah itu hal yang sangat menarik? Ketika filsafat dan sains secara tidak langsung bekerja sama untuk menjelaskan rahasia alam semesta? - [Identitas tanpa Eksistensi: Perlakuan Proposisional Quine](https://lsfdiscourse.org/identitas-tanpa-eksistensi-perlakuan-proposisional-quine/): Suatu objek yang dipikirkan manusia, memiliki eksistensi karena kita memang memikirkannya, bukan karena merupakan suatu fakta x bahwa kita memikirkannya. - [Mungkinkah Menjadi Feminis Muslim?](https://lsfdiscourse.org/mungkinkah-menjadi-feminis-muslim/): Apakah mungkin seorang laki-laki menjadi seorang feminis? Sebagai satu klarifikasi awal, kita harus sudah jelas mengenai perbedaan antara feminin dan feminis. - [Konsep Naturalisasi Filsafat Al-Ghazali](https://lsfdiscourse.org/konsep-naturalisasi-filsafat-al-ghazali/): Al-Ghazali berharap agar filsafat dapat diintegrasikan dengan ajaran Islam dan memberikan kontribusi yang positif bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan pemikiran Islam - [Kesamaran Perbedaan Monisme dan Panenteisme](https://lsfdiscourse.org/kesamaran-perbedaan-monisme-dan-panenteisme/): Jadi monisme mempunyai pengertian yang lebih luas dari pada panteisme: setiap panteisme adalah monisme, tetapi tidak setiap monisme adalah panteisme. - [Dinamika Ketetapan Nilai](https://lsfdiscourse.org/dinamika-ketetapan-nilai/): Dalam membuat penilaian sebagai dasar keputusan, kita harus peduli terhadap mesin apa, atau cetakan apa yang perlu kita gunakan dalam membuat penilaian di ruang waktu ini. - [Islam Transformatif: Titik Temu antara Islam dan Sosialisme](https://lsfdiscourse.org/islam-transformatif-titik-temu-antara-islam-dan-sosialisme/): Karena sosialisme adalah ajaran Rasulullah sendiri, maka semestinya sistem ekonomi Syariah yang diterapkan di Indonesia turut memperjuangkan sosialisme dan menjadi kompas pergerakan menuju transformasi sosial-ekonomi dari masyarakat kapitalis menuju masyarakat Tauhidi. - [Whitney A. Bauman: Gagasan Keplanetan di Era Pascamanusia](https://lsfdiscourse.org/whitney-a-bauman-gagasan-keplanetan-di-era-pascamanusia/): Di tengah krisis lingkungan yang nyata, pertanyaan-pertanyaan seperti; apa artinya menjadi manusia? dan siapa yang bertanggung jawab atas semua krisis ini? -menjadi signifikan untuk diajukan - [Filsafat Stoikisme dan Band Rumahsakit ](https://lsfdiscourse.org/filsafat-stoikisme-dan-band-rumahsakit/): Filsafat Stoisisme menjadi relevan di dalam lagu ini dan merupakan aspek penting untuk mencapai titik kebahagiaan manusia serta meyakini bahwa segala sesuatu yang terjadi tak luput dari Tuhan. - [Memunculkan Intelektual Islam untuk Sekarang](https://lsfdiscourse.org/memunculkan-intelektual-islam-untuk-sekarang/): Dengan munculnya semangat intelektual generasi ini atau akan lahir kepercayaan yang tidak mudah ditafsir dan benar-benar mendidik manusia untuk menjadi yang kuat dan siap untuk menghadapi dunia yang diciptakan oleh Tuhan - [Pierre Bourdieu: Mekanisme Kekuasaan dalam Strukturalisme Genetik](https://lsfdiscourse.org/pierre-bourdieu-mekanisme-kekuasaan-dalam-strukturalisme-genetik/): Setiap agen terdominasi mampu untuk membedakan diri, memperbaiki posisi, maupun mendapatkan posisi-posisi yang baru dengan memanfaatkan beberapa modal yang disubversikan ke dalam modal-modal yang lain. - [Menelaah Konsep Cinta Jalaluddin Rumi (1)](https://lsfdiscourse.org/menelaah-konsep-cinta-jalaluddin-rumi-1/): Cinta yang Rumi alami diakibatkan oleh perasaan cinta yang sangat menggelora dalam hatinya kepada sang Ilahi, cinta memiliki kemampuan untuk menyatukan segala daya. - [Dua Keutamaan untuk Menyelamatkan Indonesia](https://lsfdiscourse.org/dua-keutamaan-untuk-menyelamatkan-indonesia/): Jika membentuk sebuah masyarakat yang memiliki sikap intelektual dilatih melalui pengajaran dan jika membentuk sebuah masyarakat bermoral tentunya hal tersebut dilakukan melalui kebiasaan - [Emmanuel Levinas: Hermeneutika dan Puasa](https://lsfdiscourse.org/emmanuel-levinas-hermeneutika-dan-puasa/): Puasa dapat membentuk hubungan etis yang baik dengan sesama manusia dan Tuhan - [Membaca Ironi Sigmund Freud: Dari Oedipus sampai Ketegangan Semitik](https://lsfdiscourse.org/membaca-ironi-sigmund-freud-dari-oedipus-sampai-ketegangan-semitik/): Dorongan-dorongan manusia untuk mencari kesenangan dan menurunkan ketegangan yang Freud rumuskan juga menjadi satu jawaban atas gambaran lingkungan yang ia hadapi - [Mungkinkah Menjadi Feminis dalam Islam?](https://lsfdiscourse.org/mungkinkah-menjadi-feminis-dalam-islam/): Menjadi feminis dalam Islam amatlah mungkin, bukan karena pro-Barat, tetapi memang kita melihat bahwa ajaran Islam tidaklah anti perempuan. - [Festival Keagamaan: Ritual Konsumerisme dan Histeria Kolektif](https://lsfdiscourse.org/festival-keagamaan-ritual-konsumerisme-dan-histeria-kolektif/): Momen hari raya merupakan gejala konsumerisme yang terjadi setiap tahunnya, pada momen itu masyarakat berbondong-bondong menampilkan diri kepermukaan. - [Psikologi Kesadaran: Part 1](https://lsfdiscourse.org/psikologi-kesadaran-part-1/): Kesadaran adalah awareness individual terhadap pikiran diri sendiri yang unik, kenangan, perasaan, sensasi-sensasi, dan citra lingkungan. - [Thomas Aquinas dan Al-Ghazali: Disrupsi Filsafat Hukum Kontemporer](https://lsfdiscourse.org/thomas-aquinas-dan-al-ghazali-disrupsi-filsafat-hukum-kontemporer/): Thomas Aquinas (1225-1274) merupakan salah satu tokoh terkemuka dalam tradisi Skolastik dan dianggap sebagai seorang filsuf dan teolog terbesar dalam sejarah Gereja Katolik [1]. Lahir di Roccasecca, Italia, Aquinas belajar di Universitas Paris dan kemudian mengajar di berbagai institusi di Eropa [2]. Aquinas dikenal karena karyanya yang monumental, Summa Theologica (1265-1274), yang mencakup berbagai topik dalam teologi dan filsafat, termasuk etika dan hukum [3]. Beberapa sumber penting mengenai kehidupan dan karya Aquinas termasuk karya F.C. Copleston, Aquinas [4] dan The Oxford Handbook of Aquinas yang disunting oleh Brian Davies dan Eleonore Stump [5]. Sedangkan Al-Ghazali (1058-1111) adalah seorang filsuf, teolog, dan […] - [Menguji Logika Internal-Eksternal dalam Stoikisme](https://lsfdiscourse.org/menguji-logika-internal-eksternal-dalam-stoikisme/): Internal dan Eksternal kadang menjadi masalah yang rumit, karena ia juga akan menyinggung tentang kesadaran manusia, dan berkutat pada permasalahan apakah kesadaran kita berdiri sendiri atau ia adalah barang yang dipengaruhi - [Ranciere - Ignorant Schoolmaster: Belajar dari Guru Bodoh](https://lsfdiscourse.org/ignorant-schoolmaster-belajar-dari-guru-bodoh/): Kesadaran akan belajar itu sendirilah yang bisa jadi kunci emansipasi - [Ali Syari'ati: Islam Progresif dan Tauhid Sosial](https://lsfdiscourse.org/ali-syariati-islam-progresif-dan-tauhid-sosial/): Seorang manusia yang ideal menurut Syari’ati adalah yang sudah selesai di tahap keberinsanan lalu dilanjutkan untuk membumikan tauhid sosial. - [Ibnu Rusyd: Dialektika Akal dan Wahyu](https://lsfdiscourse.org/ibnu-rusyd-dialektika-akal-dan-wahyu/): Akal dan agama tidak bertentangan satu sama lain karena keduanya merupakan cara berbeda dalam menjelaskan sesuatu yang sama. - [Apollonian-Dionysian Nietzsche dan Penolakan Kehendak Schopenhauer](https://lsfdiscourse.org/apollonian-dionysian-nietzsche-dan-penolakan-kehendak-schopenhauer/): Salah satu tesis Nietzsche dalam The Birth of Tragedy—adalah tentang bagaimana tragedi Yunani—merupakan produk sintesis antara dua impuls artistik yang begitu kontras, Apollonian dan Dionysian. - [Filsafat Islam: Jejak Historis dan Perkembangannya](https://lsfdiscourse.org/filsafat-islam-jejak-historis-dan-perkembangannya/): Filsafat Islam memakai filsafat Yunani sebagai dasar konstruksi teoritisnya, paling tidak untuk melegitimasi iman pada al-Qur’an - [Solipsisme dan Nihilisme: Pertentangan Individu sebagai Manusia Tunggal dan Mahkluk Sosial dalam Pemikiran Nietzsche](https://lsfdiscourse.org/solipsisme-dan-nihilisme-pertentangan-individu-sebagai-manusia-tunggal-dan-mahkluk-sosial-dalam-pemikiran-nietzsche/): Solipsisme adalah pandangan yang menyatakan bahwa satu-satunya pemikiran yang nyata dan ideal hanya dapat ditemukan dalam pikiran individu. - [Telaah Keadilan Rawls: Mendedah Kandungan Teori Keadilan dan Menggugat Problem Posisi Asali](https://lsfdiscourse.org/telaah-keadilan-rawls-mendedah-kandungan-teori-keadilan-dan-menggugat-problem-posisi-asali/): Apa itu keadilan? Pertanyaan mengakar pemicu saling silang pendapat yang usianya selaras dengan kehidupan manusia itu sendiri. - [Mencintai Diri dengan Berfilsafat](https://lsfdiscourse.org/mencintai-diri-dengan-berfilsafat/): Ketika kita mampu untuk menghindari spekulasi komoditas dan melepaskan diri dari keterikatan psikologi hedonisme, maka kita secara tidak langsung akan menyadari kebutuhan yang paling mendasar bagi diri kita sendiri dan berupaya untuk memenuhinya dengan dorongan objektif. - [Sir Muhammad Iqbal: Kekuasaan Tuhan dan Kebebasan Manusia](https://lsfdiscourse.org/sir-muhammad-iqbal-kekuasaan-tuhan-dan-kebebasan-manusia/): Tuhan pertama kali menampakkan keberadaan-Nya bukanlah berasal dari luar diri manusia, melainkan berasal dari dalam diri manusia itu sendiri yang biasa kita sebut ego - [Ibnu Khaldun dan Masalah Filsafat yang Melingkupinya](https://lsfdiscourse.org/ibnu-khaldun-dan-masalah-filsafat-yang-melingkupinya/): Semua gaya pemikiran Ibnu Khaldun baik sebagai filsuf, ilmuwan maupun agamawan, terbentuk sebagai hasil dari kondisi sosial yang ada pada masanya. - [Makna Indie menurut Teori Dekonstruksi Jacques Derrida](https://lsfdiscourse.org/makna-indie-menurut-teori-dekonstruksi-jacques-derrida/): Indie menjadi istilah yang merepresentasikan gaya hidup bebas, melawan arus kerumunan (termasuk menjadi beragama), bahkan sering kali indie disalahpahami sebagai suatu tren - [Skeptisisme Descartes Vs Hume](https://lsfdiscourse.org/skeptisisme-descartes-vs-hume/): Rene Descartes dan David Hume adalah dua filsuf yang dikenal sebagai tokoh filsafat modern. Walau hidup sekitar empat abad yang lalu, keduanya tak habis-habis dibaca, dikaji, didiskusikan dan diperdebatkan hingga sekarang. - [Bourdieu: Dominasi dan Produksi Praktik Sosial dalam Judi Online](https://lsfdiscourse.org/bourdieu-dominasi-dan-produksi-praktik-sosial-dalam-judi-online/): Korporasi penyedia aplikasi berbasis perangkat lunak tidak hanya menyoal keuntungan dari jasa software yang mereka kembangkan akan tetapi melahirkan praktik sosial pasca permainan tersebut setelah dikuasai oleh pemain. - [Masalah dari Dualitas Nature dan Nurture](https://lsfdiscourse.org/masalah-dari-dualitas-nature-dan-nurture/): Perdebatan antara Nature (bawaan alami) dan Nurture (lingkungan sosial) merupakan suatu perdebatan panjang dalam sejarah umat manusia, bahkan kita sudah bisa menemukan perdebatan ini dari zaman Aristoteles. - [Political Post-Truth: Antara Simulacra dan Prahara Digital](https://lsfdiscourse.org/political-post-truth-antara-simulacra-dan-prahara-digital/): Ledakan informasi menciptakan fenomena obesitas informasi yang terjadi pada masyarakat digital, sehingga masyarakat cenderung mengonsumsi informasi tanpa berasumsi dahulu untuk menemukan validitas kebenarannya - [Evolusi Sedang Mengetuk Pintu: Telaah Poshumanisme](https://lsfdiscourse.org/evolusi-sedang-mengetuk-pintu-telaah-poshumanisme/): Perkembangan sains-teknologi yang mengikis sendi kehidupan dan agama sulit kita terima, tetapi kehidupan akan menyesuaikan dirinya sendiri. - [Sayyed Hossein Nasr: Tradisionalisme Islam dan Scientia Sacra](https://lsfdiscourse.org/sayyed-hossein-nasr-tradisionalisme-islam-dan-scientia-sacra/): Manusia modern telah kehilangan pandangan esensial yang abadi karena terperangkap oleh modernitas - [Budaya sebagai Ideologi menurut Louis Althusser](https://lsfdiscourse.org/budaya-sebagai-ideologi-menurut-louis-althusser/): Kapitalisme dengan reproduksi kekuatan telah mengeksploitasi dan menguasai segala bidang ekonomi, dan para pekerja yang dieksploitasi merupakan reproduksi tenaga kerja yang tidak kalah penting bagi kapitalisme demi melenggangkan kekuasaannya. - [Kepedulian pada Sesama Manusia dalam Stoikisme Seneca](https://lsfdiscourse.org/kepedulian-pada-sesama-manusia-dalam-stoikisme-seneca/): Keterarahan pada kepedulian sesama dan menjunjung tinggi martabat manusia menjadi hal yang utama - [Fanatisme, Suporter, Massa, dan Etika Wajah Orang Lain](https://lsfdiscourse.org/fanatisme-suporter-massa-dan-etika-wajah-orang-lain/): Perjumpaan dengan wajah orang lain membuat aku bertanggung jawab terhadap orang itu. Kehadiran wajahnya membuat aku tak bisa menyingkirkannya. Aku tak bisa mengelak. - [Sosialisme Penyembah Tuhan: Telaah Kritis Ide Islam Progresif Ala Ali Syariati](https://lsfdiscourse.org/sosialisme-penyembah-tuhan-telaah-kritis-ide-islam-progresif-ala-ali-syariati/): Memahami ide sosialisme Islam dalam perkembangan wacana yang direkonstruksi Ali Syariati bisa dibilang upaya reformasi yang mengubah wajah Islam dalam kancah dialektika besar ideologi dunia - [Relasi Tuhan dan Kehendak Bebas Manusia](https://lsfdiscourse.org/relasi-tuhan-dan-kehendak-bebas-manusia/): Keterikatan pada Tuhan adalah sebuah gerak manusia dari dirinya yang serba kurang (lack) menuju “Diri” yang kamil lagi lengkap - [Cara Al-Ghazali Memandang Agama dan Sains](https://lsfdiscourse.org/cara-al-ghazali-memandang-agama-dan-sains/): Senada dengan argumen al-Ghazali bahwa alam tidak akan abadi dan pasti akan mengalami kehancuran dahsyat (kiamat). - [Amor Fati: Nietzsche dan Stoikisme](https://lsfdiscourse.org/amor-fati-nietzsche-dan-stoikisme/): Amor Fati adalah perihal bagaimana mengelola energi, emosi, waktu, dan tenaga kita dengan bijak. - [Epistemologi Serius dalam Justified True Belief: Bagian 1](https://lsfdiscourse.org/epistemologi-serius-dalam-justified-true-belief-bagian-1/): Karya filosofis Gettier menyembul sebagai sebuah ledakan literatur filosofis yang menciptakan kesepakatan penjelasan mengenai pengetahuan. - [Transisi menuju Masyarakat Konsumeris](https://lsfdiscourse.org/transisi-menuju-masyarakat-konsumeris/): Konsumerisme dapat mengubah seorang pemalas menjadi pekerja keras karena dorongan konsumsi untuk mendapatkan legitimasi sosial. - [Disafeksi Utilitarianisme dan Keadilan](https://lsfdiscourse.org/disafeksi-utilitarianisme-dan-keadilan/): Utilitarian mungkin menjawab untuk membangun dan mempertahankan apa yang dipertahankan secara rasional dalam keyakinan akal sehat sementara apa yang dibuangnya adalah elemen yang tidak dapat bertahan dari refleksi kritis yang berkelanjutan. - [Apakah Ketiadaan (Nothingness) itu ada? Kritik predikasi dalam perspektif Filsafat Islam](https://lsfdiscourse.org/apakah-ketiadaan-nothingness-itu-ada-kritik-predikasi-dalam-perspektif-filsafat-islam/): “Ketiadaan itu tiada sekaligus ada” merupakan sesuatu yang benar jika diberlakukan predikasi konseptual yang dalam ekstrimitasnya dapat bersifat khayali - [Act For The Greater Good: Dilema Moral Utilitarianisme](https://lsfdiscourse.org/act-for-the-greater-good-dilema-moral-utilitarianisme/): Bagaimana mungkin dapat mewujudkan kesenangan universal ketika kesenangan pribadi menjadi tumpuan dalam berpikir? - [Jean Baudrillard: Simulakra dan Hiperrealitas Masyarakat Postmodern](https://lsfdiscourse.org/jean-baudrillard-simulakra-dan-hiperrealitas-masyarakat-postmodern/): Kemajuan sistem teknologi, informasi, dan komunikasi memungkinkan segalanya dapat menjadi hiperrealitas. - [Membaca Kapitalisme Global melalui Lensa William Robinson](https://lsfdiscourse.org/membaca-kapitalisme-global-melalui-lensa-william-robinson/): Robinson mengklaim bahwa krisis kemanusiaan masih dapat dihindari melalui redistribusi kekayaan secara besar-besaran dari kelas kapitalis transnasional kepada kaum miskin global. - [Manifesto Keadaban Politik di Tengah Absurditas Demokrasi](https://lsfdiscourse.org/manifesto-keadaban-politik-di-tengah-absurditas-demokrasi/): Keadaban politik harus dibangun secara simultan oleh seluruh masyarakat, dengan kesadaran akan pentingnya adab dan budi pekerti dalam melakukan segala aktivitas sosial. - [Stoikisme, Resesi, dan Kehancuran Kapitalisme](https://lsfdiscourse.org/stoikisme-resesi-dan-kehancuran-kapitalisme/): Keruntuhan kapitalisme akan berjalan beriringan dengan keruntuhan dari dogma Stoikisme yang melanggengkan budaya tunduk pada suatu kuasa tertentu. - [Wacana Bentuk Estetika Marxis](https://lsfdiscourse.org/wacana-bentuk-estetika-marxis/): Estetika Marxis dapat menjadi jawaban dari absennya kebenaran di dalam sebuah aktivitas membaca dan mencipta karya. - [John Locke dan Realisme](https://lsfdiscourse.org/john-locke-dan-realisme/): Locke adalah seorang empirisme. Olehnya substansi sebagai “sesuatu yang tak diketahui” harus dimaknai sebagai keterbatasan persepsi indrawi dalam mengakses pengetahuan tentangnya. - [Indonesia dan Bayang-Bayang Sang Leviathan](https://lsfdiscourse.org/indonesia-dan-bayang-bayang-sang-leviathan/): Negara Leviathan seperti konsep Hobbes dinilai sebagai bentuk buruk negara yang tidak meyakinkan untuk diterapkan, termasuk di Indonesia. - [Mempertimbangkan Manusia Ekonomi](https://lsfdiscourse.org/mempertimbangkan-manusia-ekonomi/): Kita telah melihat bahwa keterbatasan pengertian makhluk ekonomi telah dibaharui dengan berbagai pendekatan ekonomi yang muncul. - [William dari Ockham: Manhaj Nominalisme, Konseptualisme, dan Terminisme](https://lsfdiscourse.org/william-dari-ockham-manhaj-nominalisme-konseptualisme-dan-terminisme/): Pisau cukur Ockham adalah prinsip analisis yang terinspirasi dari seorang filsuf abad pertengahan - [Budaya Massa: Absurditas, Alienasi, dan Masalah Kebahagiaan Manusia](https://lsfdiscourse.org/budaya-massa-absurditas-alienasi-dan-masalah-kebahagiaan-manusia/): Tentu, tentang apakah kita hidup bahagia atau tidak di dunia ini, ditentukan oleh diri kita sendiri sebagai subjek—yang katakanlah “otonom”, setidaknya sebagai yang memiliki kuasa atas dirinya sendiri. Orang boleh bahagia hanya hidup dengan sebatas bisa tidur nyenyak, misalnya, yang tanpa harus memiliki kasur super empuk layaknya publik figur ternama. Termasuk pula, saya sangat setuju jika dikatakan bahwa: pikiran kita sendirilah yang menjadi penentu bahagia tidaknya diri kita, bukan materi atau benda-benda lain di luar diri kita. Singkatnya, afirmasi sangat lebih ketika dipuisikan: dengan pikiranlah, ragaku mampu menembus dinding-dinding penderitaan. Dan itu berlaku di segala hal. Kita misalnya, kecewa (tidak bahagia) […] - [Prinsip Verifikasi A.J. Ayer](https://lsfdiscourse.org/prinsip-verifikasi-a-j-ayer/): Bagaimana memastikan suatu bahasa dapat dikatakan mewakili atau menjadi gambaran suatu realitas faktual sehingga mencapai pengetahuan? - [Sanggahan Filsafat Islam atas Tesis Infinite Regression](https://lsfdiscourse.org/sanggahan-filsafat-islam-atas-tesis-infinite-regression/): Infinite regression menyebut bahwa realitas tidak memiliki ujung dan pangkal baik dalam permulaan maupun akhir. - [Kegelisahan Lyotard dan Horkheimer: Dinamika Pikiran Manusia Modern](https://lsfdiscourse.org/kegelisahan-lyotard-dan-horkheimer-dinamika-pikiran-manusia-modern/): Akal budi tidak punya lagi etika, karena kehilangan otonominya, maka Akal budi hanya menjadi alat belaka pada dinamika manusia modern ini. - [Rehabilitasi Plato](https://lsfdiscourse.org/rehabilitasi-plato/): Plato adalah sosok penting di dalam filsafat barat. Ada dua pemikir pra-sokratik yang mempengaruhi Plato yaitu Parmenides dan Democritus. - [Konsumsi: Konsekuensi Alienasi dan Absurditas Masyarakat Modern](https://lsfdiscourse.org/konsumsi-konsekuensi-alienasi-dan-absurditas-masyarakat-modern/): Ketergantungan dapat digantikan ketika manusia membentuk kolektif atau kelompok kecil dan mengorganisasinya secara mandiri dan otonom. - [Hukuman Mati dan Keadilan](https://lsfdiscourse.org/hukuman-mati-dan-keadilan/): Hukuman mati adalah praktik yang dilakukan suatu negara untuk membunuh seseorang sebagai hukuman atas suatu kejahatan. - [Ketika Philip Khuri Hitti Mengkaji Arab](https://lsfdiscourse.org/ketika-philip-khuri-hitti-mengkaji-arab/): Sejarah orientalisme awal adalah pertarungan antara Nasrani abad pertengahan dengan Islam, baik dalam keagamaan maupun ideologi. - [Kekerasan Sistemik dalam Melanggengkan Budaya Anti-Komunisme di Indonesia](https://lsfdiscourse.org/kekerasan-sistemik-budaya-anti-komunisme/): Anti-Komunisme telah berkembang menjadi narasi yang sengaja dirawat dalam kemajemukan masyarakat Indonesia. - [Alvin Plantinga Sang Epistemolog Eksternalis](https://lsfdiscourse.org/alvin-plantinga-sang-epistemolog-eksternalis/): Menurut Plantinga, teori pengetahuan yang baik harus melibatkan fungsionalisme yang semestinya - [Sosiologi dan Sosiologi Islam: Suatu Dialog Pencerahan](https://lsfdiscourse.org/sosiologi-dan-sosiologi-islam-suatu-dialog-pencerahan/): Objektivitas tidak diukur melalui iman seseorang. Melainkan sejauh mana peneliti tersebut memegang komitmen keilmuan, mempertahankan kode etik penulisan dan penelitian, moralitas keilmuan serta nilai-nilai akademik. - [Gerakan Moralitas Anarko-Komunis Peter Kropotkin](https://lsfdiscourse.org/gerakan-moralitas-anarko-komunis-peter-kropotkin/): Lakukan kepada orang lain sama seperti yang Anda ingin orang lakukan kepada Anda dalam situasi yang sama. - [Apakah Justified True Belief Memadai sebagai Syarat Pengetahuan?](https://lsfdiscourse.org/apakah-justified-true-belief-merupakan-pengetahuan/): Berbagai upaya telah dilakukan dalam beberapa tahun terakhir untuk menyatakan kondisi "perlu" dan "cukup" bagi seseorang untuk mengetahui proposisi yang diberikan. - [Hannah Arendt: Polarisasi Politik](https://lsfdiscourse.org/hannah-arendt-polarisasi-politik/): Bagi Arendt, konsep pluralitas menjadi penting dan perlu ditelaah sebagai bentuk dari eksistensi utama manusia. - [Kebebasan Manusia menurut Sartre](https://lsfdiscourse.org/kebebasan-manusia-menurut-sartre/): Kebebasan mutlak yang dimiliki manusia tentu memengaruhi pola relasi antarmanusia. Relasi antarmanusia merupakan bentuk sekaligus wujud dari relasi antara entitas yang sama-sama bebas. - [Ceramah tentang Etika](https://lsfdiscourse.org/ceramah-tentang-etika/): Dengan cara ini, sebuah ekspresi ini menghadirkan masalah yang sulit atau mendalam. Tapi hal ini tidak bersangkutan dengan bagaimana Etika menggunakan ekspresi. - [Nietzsche: Penggunaan dan Penyalahgunaan Sejarah](https://lsfdiscourse.org/nietzsche-penggunaan-dan-penyalahgunaan-sejarah/): Tapi pendekatan sejarah yang monumental membawa bahaya-bahaya tertentu. Ketika kita melihat tokoh-tokoh masa lalu ini sebagai inspirasi, kita mungkin mendistorsi sejarah dengan mengabaikan keadaan-keadaan unik yang memunculkannya. - [Filsafat Moral Modern](https://lsfdiscourse.org/filsafat-moral-modern/): Sekarang ini tentu saja tidak berarti bahwa apa yang biasanya merupakan tindakan ketidakadilan, pada dasarnya tidak adil, selalu dapat diberikan hanya dengan perhitungan yang masuk akal dari konsekuensi yang lebih baik. - [Worldview Simulacra: Revolusi Final Peradaban Manusia?](https://lsfdiscourse.org/worldview-simulacra-revolusi-final-peradaban-manusia/): Manusia akan menciptakan jiwa artifisial yang dapat menjadi simulacra bagi jiwa mereka. Jiwa yang total, yang dapat berpikir, merasa, bertindak secara otonom. - [Manusia Pascamodern, Semesta, dan Tuhan](https://lsfdiscourse.org/manusia-pascamodern-semesta-dan-tuhan/): Bila kita renungkan dari besarnya semesta ini, segala bentuk keteraturan kosmos, dan berbagai macam “kebetulan”, tidak hanya dengan pikiran melainkan juga dengan cita rasa dan akal budi serta iman. - [Kesederhanaan Sumber Kebahagiaan menurut Aristoteles](https://lsfdiscourse.org/kesederhanaan-sumber-kebahagiaan-menurut-aristoteles/): Kebahagiaan merupakan tujuan hidup setiap manusia. Manusia yang merindukan kebahagiaan merupakan manusia yang memiliki tujuan hidup. - [Media Massa: Kenyataan Buatan dan Hegemoni Budaya](https://lsfdiscourse.org/media-massa-kenyataan-buatan-dan-hegemoni-budaya/): Pengaruh media terhadap realitas sosial tidak menutup kemungkinan adanya counter narasi yang jauh dari mainstream media saat ini. - [Urgensi Filsafat Abad 21: Menerka dan Menolak Budaya Maya](https://lsfdiscourse.org/urgensi-filsafat-abad-21-menerka-dan-menolak-budaya-maya/): Kelahiran filsafat bukan pemberontak kebodohan manusia. Tetapi, lebih pada pemikiran ilusif yang begitu mendominasi ruang kehidupan manusia. - [Kematian a la Arthur Schopenhauer sebagai Kritik atas Epicurus](https://lsfdiscourse.org/kematian-a-la-arthur-schopenhauer-sebagai-kritik-atas-epicurus/): Kematian akan membawa kita pada keadaan asali, yang tanpa memandang batasan personal, dan tanpa adanya manipulasi dari sang waktu. - [Pengingkaran dan Pembelaan Wujud (Eksistensi) dalam Filsafat Islam](https://lsfdiscourse.org/pengingkaran-dan-pembelaan-wujud-eksistensi-dalam-filsafat-islam/): Predikasi atau penyematan wujud kepada sesuatu tidak otomatis memiliki kesamaan seperti konsep wujud itu sendiri - [Made In China: Masyarakat Sosialis-Konsumeris](https://lsfdiscourse.org/made-in-china-masyarakat-sosialis-konsumeris/): Tiongkok berhasil dalam bidang perekonomian karena mereka menghargai rakyatnya sebagai pemeran utama serta pertimbangan utama dari roda perekonomian. - [Kode Hammurabi Peraturan Tentang Ekonomi](https://lsfdiscourse.org/kode-hammurabi-peraturan-tentang-ekonomi/): Kode Hammurabi adalah warisan berharga dari peradaban Babilonia kuno. Kumpulan hukum ini tidak hanya mengatur aspek hukum dan sosial, tetapi juga memberikan gambaran yang jelas tentang sistem ekonomi yang berlaku pada masa itu. - [Mengapa Mencinta Adalah Pilihan Paling Masuk Akal](https://lsfdiscourse.org/mengapa-mencinta-adalah-pilihan-paling-masuk-akal/): Dalam masyarakat kontemporer yang penuh komodifikasi, cinta berubah menjadi lebih transaksional. - [Hauntologi Dan Kegagalan Akan Masa Depan](https://lsfdiscourse.org/hauntologi-dan-kegagalan-akan-masa-depan/): Hauntologi yang lahir dari “The Specters of Marx” atau dalam bahasa Indonesia memiliki terjemahan “hantu dari Marx” dapat menjadi pengingat bahwa masa depan tidak selalu datang secara ideal. - [Analisis Wacana Politik](https://lsfdiscourse.org/analisis-wacana-politik/): Wacana politik bukan hanya tentang teks atau pembicaraan, tetapi merupakan bentuk tindakan politik. - [Fetisisme Komoditas](https://lsfdiscourse.org/fetisisme-komoditas/): Kita terbiasa dengan ide bahwa kenyataan itu tidak selalu sesuai dengan apa yang dibayangkan. Dan anehnya ide ini hampir dapat dikatakan cukup menenangkan, di mana kita mendapatkan gambaran Burger ideal McDonald di TV atau platform lain, dan kita tidak merasa ditipu ketika datang ke restoran dan mendapatkan bentuk makanan yang tidak sesempurna iklannya. - [Teleologi Alfred Adler dalam Konsep "Life Lie"](https://lsfdiscourse.org/teleologi-alfred-adler-dalam-konsep-life-lie/): Kunci utama dari pemikiran psikologi ala Adler ialah, bahwa setiap orang memiliki rasa rendah diri yang menjadi landasan bagi mereka untuk berkembang secara emosional, pemikiran, hingga tingkah laku. - [Absurditas sebagai Realitas](https://lsfdiscourse.org/absurditas-sebagai-realitas/): Camus percaya bahwa karena hidup ini absurd, sia-sia, dan sama sekali tidak bermakna, kita justru harus memberontak dengan menolak menyerah kepadanya, sehingga bunuh diri dalam segala rupa dan bentuknya bukan cara yang memadai untuk menghadapi absurditas. - [Menyembuhkan Filsafat dari Hyper-Intelektualisasi](https://lsfdiscourse.org/menyembuhkan-filsafat-dari-hyper-intelektualisasi/): Kita membutuhkan filsafat yang berpusat pada perasaan dan mengenalinya sebagai aspek sentral dari apa artinya menjadi manusia. - [Mengapa Ekososialisme Membutuhkan Marx](https://lsfdiscourse.org/mengapa-ekososialisme-membutuhkan-marx/): Dalam bagian akhir kata pengantar untuk edisi kedua Marx and Nature Paul Burkett, John Bellamy Foster merefleksikan perubahan signifikan dalam sikap kalangan kiri terhadap ekologi Marx: “Hari ini penjelasan Marx mengenai problem ekologis dikaji di universitas di seluruh dunia dan menginspirasi aksi ekologis di dunia global” - [Menimbang ‘Wajah’ Pancasila](https://lsfdiscourse.org/menimbang-wajah-pancasila/): Perumusan dasar negara melibatkan kacamata kritis-filosofis dari para pendiri bangsa. Pancasila bukan dasar negara yang taken for granted, tapi ia lahir dari diskursus yang ketat. - [Revolusi Kryptonian: Utopia Atau Salah Kaprah?](https://lsfdiscourse.org/revolusi-kryptonian-utopia-atau-salah-kaprah/): Kapitalisme tidak identik dengan sistem keuangan. Sebaliknya, kapitalisme lah yang mendisrupsi konsep uang yang sebelumnya merupakan alat pertukaran dengan tujuan untuk pemenuhan kebutuhan, menjadi media untuk menimbun kekayaan. - [Islam, Fatsun Politik, Dan Budaya Politik Machiavelli](https://lsfdiscourse.org/islam-fatsun-politik-dan-budaya-politik-machiavelli/): Panorama politik pasca Pemilu 2024 menggambarkan suatu kerusakan konstelasi politik yang serius akibat berlangsungnya dinamika politik yang jauh dari nilai-nilai keadaban. - [Kritik Ekonomi ala Ali Syari’ati](https://lsfdiscourse.org/kritik-ekonomi-ala-ali-syariati/): Syari'ati berusaha menghapus ketidakadilan dalam masyarakat dan membangun kesejahteraan berdasarkan keimanan dan moral. - [Relasi Kuasa dan Pengetahuan Void Century One Piece](https://lsfdiscourse.org/relasi-kuasa-dan-pengetahuan-void-century-one-piece/): Pandangan kekuasaan modern mengungkapkan bahwa kekuasaan yang menggunakan hukum sebagai alat memiliki efek represi dan bersifat negatif. - [Asal Usul dan Manfaat Uang](https://lsfdiscourse.org/asal-usul-dan-manfaat-uang/): Barang yang bermanfaat belum tentu memiliki nilai tukar, dan di lain hal, barang yang berharga belum tentu dapat memberikan manfaat, sehingga tidak ada yang lebih berharga dari kedua istilah tersebut, masing-masing memiliki peran dan lingkupnya sendiri.  - [Dune dan Kritik atas Gagasan Kebaikan Melawan Kejahatan](https://lsfdiscourse.org/dune-dan-kritik-atas-gagasan-kebaikan-melawan-kejahatan/): Terdapat harapan emansipatoris yang bisa kita gunakan sebagai cerita yang mengandung pembelajaran untuk memahami bahwa kita tidak akan pernah terselamatkan melalui harapan dan keuntungan palsu. - [Menemukan Konsep Toleransi](https://lsfdiscourse.org/menemukan-konsep-toleransi/): Toleransi adalah sikap mental dan perilaku yang menghargai perbedaan, menerima keberagaman, dan bersedia bekerja sama dengan individu atau kelompok yang memiliki pandangan, keyakinan, atau latar belakang yang berbeda. - [Di Balik Humor](https://lsfdiscourse.org/di-balik-humor/): Dalam mitologi Yunani ada dewa atau muse bernama Gelo yang disembah dan sangat dihormati di samping dewa-dewi lainnya. Gelo dianggap patut disembah karena dialah yang memungkinkan manusia dapat tertawa. - [Metaepistemologi: Realisme dan Objektivitas](https://lsfdiscourse.org/metaepistemologi-realisme-dan-objektivitas-2/): Apakah benar bahwa benda yang sering kita lihat itu merupakan entitas yang nyata dan bukan merupakan halusinasi? - [Skena dan Dominasi](https://lsfdiscourse.org/skena-dan-dominasi/): Budaya skena mendorong kebebasan dan kreativitas baik dalam ranah musik dan pakaian. - [Teori Ilmiah: Produk Mewah Sains](https://lsfdiscourse.org/teori-ilmiah-produk-mewah-sains/): Sains akan selalu mendapatkan akses terbaiknya untuk memahami kompleksitas dunia ini ketika suatu teori tidak menutup diri untuk dibuktikan kebenarannya, melainkan melalui serangkaian pengujian yang coba untuk menyalahkan teori tersebut. - [Bioshock dan Objektivisme Ayn Rand](https://lsfdiscourse.org/bioshock-dan-objektivisme-ayn-rand/): Tidak ada masyarakat yang dapat mencegah keruntuhan sendiri ketika orang-orang rasional kehilangan akal sehat mereka. - [Don’t Look Up: Matinya Kepakaran dan Demokrasi](https://lsfdiscourse.org/dont-look-up-matinya-kepakaran-dan-demokrasi/): Don’t Look Up hendak menunjukkan bagaimana keketatan metodologis diinjak-injak oleh kepentingan pragmatis. - [Objektivitas Sebagai Kesetiaan Kepada Fakta](https://lsfdiscourse.org/objektivitas-sebagai-kesetiaan-kepada-fakta/): Jika ilmu pengetahuan bukan produk yang melampaui sejarah, mengapa ilmu pengetahuan dapat menciptakan sejarah yang berbeda dari sebelumnya? - [Deontologi Daredevil Lebih Moral Dibanding Konsekuensialisme Punisher](https://lsfdiscourse.org/deontologi-daredevil-lebih-moral-dibanding-konsekuensialisme-punisher/): Pendekatan Daredevil merepresentasikan kepercayaan dan harapan akan adanya masa depan yang lebih baik. Ia percaya pada potensi penebusan dan kekuatan hukum. - [Kritik terhadap Teori dan Pengetahuan](https://lsfdiscourse.org/kritik-terhadap-teori-dan-pengetahuan/): Dengan mengetahui sikap dan peran filsafat dan Jurgen Habermas terhadap teori, kita dapat menginisiasi diri pribadi untuk memperoleh pengetahuan sebagai pegangan dalam menjalani kehidupan dengan upaya yang dapat dipertanggung jawabkan. - [Dunia Jujutsu Kaisen, Dualisme atau Fisikalisme?](https://lsfdiscourse.org/dunia-jujutsu-kaisen-dualisme-atau-fisikalisme/): Pada saat Mahito bertemu dengan Nanami, Ia bertanya pada Nanami "mana yang ada lebih dahulu, jiwa atau tubuh ?" - [Implikasi Kontroversi Teologi Penciptaan Terhadap Psikologi Kehadiran Tuhan](https://lsfdiscourse.org/implikasi-kontroversi-teologi-penciptaan-terhadap-psikologi-kehadiran-tuhan/): Teologi Penciptaan, dalam kajian Ilmu Kalam, turut berkontribusi pada pengayaan khazanah psikologi, terutama dengan menempatkan isu pengetahuan manusia tentang status ontologis semesta ciptaan dan kesadaran kehadiran Tuhan sebagai materi pokok nan penting. - [Aktivisme Digital vs Ilmuan Gila: Permainan Alih Wahana sampai Jurang Algoritma](https://lsfdiscourse.org/aktivisme-digital-vs-ilmuan-gila-permainan-alih-wahana-sampai-jurang-algoritma/): Corak ruang komunikasi, bagi para aktivis merupakan sebuah rumah alternatif dan jalan terbaik untuk memperlebar, memperluas, dan memperdalam penyebaran ideologi, kepentingan, dan harapan-harapan baik atas nilai-nilai aktivisme (kesenjangan, keadilan, kebebasan). - [Petualangan Intelektual: Diskusi ala Sokrates, Merenung ala Heraklitus](https://lsfdiscourse.org/petualangan-intelektual-diskusi-ala-sokrates-merenung-ala-heraklitus/): Sokrates adalah filsuf Yunani yang lahir pada tahun 470 SM dan meninggal pada tahun 399 SM (Hatta, 1986). Dia diceritakan suka sekali berkelana, berkunjung ke tempat-tempat ramai termasuk Agora (Pasar dalam bahasa Yunani) atau hanya sekedar berjalan-jalan. - [Memahami "Seni Memahami" bersama Schleiermacher](https://lsfdiscourse.org/memahami-seni-memahami-bersama-schleiermacher/): "Pemahaman" atau "memahami" dalam diri manusia mengandaikan adanya suatu keterlibatan pribadi untuk menangkap makna yang ada di balik data. - [Jalan Terjal Menuju Tuhan: Puasa Media Sosial sebagai Solusi atas Krisis Jiwa Rasional](https://lsfdiscourse.org/jalan-terjal-menuju-tuhan-puasa-media-sosial-sebagai-solusi-atas-krisis-jiwa-rasional/): Pengetahuan sebagaimana adanya itu tidak mungkin dilakukan oleh makhluk lain selain manusia, sebab kinerjanya barangkali membutuhkan pemilahan dan analisis yang hanya bisa dilakukan oleh manusia. - [Apa itu Eksistensialisme](https://lsfdiscourse.org/apa-itu-eksistensialisme/): Bila ditanyakan apa persisnya definisi filosofis dari eksistensialisme? Mungkin banyak dari kalian yang bingung, tidak tahu, atau menerka-nerka jawabannya. Karena memang, jawaban atas pertanyaan itu sangat langka, atau bahkan tidak tersedia di buku-buku yang di sampulnya bertuliskan “eksistensialisme”. - [Keterkaitan Filsafat Modern dan Pasca Modern dengan Paradigma Penelitian Kualitatif](https://lsfdiscourse.org/keterkaitan-filsafat-modern-dan-pasca-modern-dengan-paradigma-penelitian-kualitatif/): Filsafat sebagai upaya untuk memahami realitas dan pengetahuan, memiliki pengaruh signifikan terhadap perkembangan paradigma penelitian. Dalam konteks penelitian kualitatif, filsafat modern dan pasca modern memberikan sumbangsih terhadap landasan teoretis dan metodologis. Esai ini akan membahas keterkaitan antara filsafat modern dan pasca modern dengan paradigma penelitian kualitatif, dengan fokus pada pengaruhnya terhadap asumsi, metodologi, dan interpretasi dalam penelitian. Filsafat Modern dan Pasca Modern: Selintas tentang Khazanah Intelektual Eropa Barat Di Eropa Barat, abad 17-18 yang mana disebut juga sebagai abad pencerahan menjadi titik balik dari sejarah kehidupan manusia. Eropa di masa tersebut mengalami satu kemajuan alam berpikir yang pesat. Hal tersebut ditandai […] - [Hidup Hanya Sekali dan Bagaimana Jika Itu Hanya Simulasi](https://lsfdiscourse.org/hidup-hanya-sekali-dan-bagaimana-jika-itu-hanya-simulasi/): Dari alegori gua Plato, kita tahu bahwa gagasan tentang kenyataan hidup sebagai simulasi ternyata sudah sangat tua, manusia di zaman Plato sudah menanyakan apakah manusia dan kehidupannya benar-benar ada dan nyata atau hanya rekaan dari simulasi yang diciptakan oleh entitas lain di luar dirinya. - [Kritik Metaetika Berbasis Neurofilosofi terhadap Teleologi](https://lsfdiscourse.org/kritik-metaetika-berbasis-neurofilosofi-terhadap-teleologi/): Berangkat dari ragam asumsi yang tidak teruji, filsafat etika menjegal diri sendiri dari potensi-potensi terbesarnya, seperti membangun landasan etika universal, atau bahkan mengenali kebenaran kesimpulannya sendiri. - [Jadi Berapa Besar Kapital Seksualmu?](https://lsfdiscourse.org/jadi-berapa-besar-kapital-seksualmu/): Metafora kapital seksual digunakan untuk menjelaskan bagaimana individu dalam masyarakat neoliberal mendapatkan keuntungan dari subjektivitas seksualnya (termasuk di dalamnya adalah sentimen, pemikiran, kapabilitas seksual, dan tindak seksual) baik dalam pasar ekonomi, perkawinan, ataupun dalam pasar “petualangan” seksual (relasi kencan singkat, dicirikan dengan maraknya aplikasi Tinder yang memengaruhi pemikiran Illouz tentang cinta). - [Determinisme Teknologi dalam Kacamata Herbert Marshall McLuhan](https://lsfdiscourse.org/determinisme-teknologi-dalam-kacamata-herbert-marshall-mcluhan/): Dengan memahami determinisme teknologi yang dikemukakan oleh Herbert Marshall McLuhan, kita dihadapkan pada pandangan yang menekankan peran sentral teknologi, terutama media, dalam membentuk perubahan sosial dan budaya manusia. McLuhan melihat teknologi sebagai agen penentu yang tidak hanya memengaruhi cara berpikir dan bertindak manusia, tetapi juga membentuk identitas mereka. - [Adorno & Horkheimer: Sebuah Analisis Kritis Industri Kebudayaan](https://lsfdiscourse.org/adorno-horkheimer-sebuah-analisis-kritis-industri-kebudayaan/): Masyarakat yang telah terhegemoni oleh industri budaya merupakan subjek pasif yang hanya menerima realitas buatan yang sebenarnya mensubordinasi, mendiskreditkan, dan membatasi mereka dalam bertindak. - [Mencari Otentisitas Hidup di Era Industri: Refleksi atas Otentisitas Hidup Kierkegaard dalam Konteks Kontemporer](https://lsfdiscourse.org/mencari-otentisitas-hidup-di-era-industri-refleksi-atas-otentisitas-hidup-kierkegaard-dalam-konteks-kontemporer/): Pencarian otentisitas hidup di era industri, bersama Kierkegaard sebagai panduan filosofis, mengajak kita untuk merenung tentang nilai-nilai yang mendasari keputusan hidup kita. - [Kebijakan Luar Negeri China dalam Tataran Filosofis dan Kritik atas Penerapannya](https://lsfdiscourse.org/kebijakan-luar-negeri-china-dalam-tataran-filosofis-dan-kritik-atas-penerapannya/): China abad modern juga kembali ke gagasan kuno China sebagai negara pusat dunia, tidak terbatas Eurasia, melainkan lebih luas, yang adalah filsafat Tianxia. - [Batas antara Memiliki dan Mencintaimu: Menuju Open-Individualism Daniel Kolak](https://lsfdiscourse.org/batas-antara-memiliki-dan-mencintaimu-menuju-open-individualism-daniel-kolak/): Jika kamu memiliki alasan untuk mencintai seseorang, kamu tak benar-benar mencintainya. - [Mensintesiskan Soteriologi Kompromi: Sebuah Kritik dalam Kebiasaan Beragama](https://lsfdiscourse.org/mensintesiskan-soteriologi-kompromi-sebuah-kritik-dalam-kebiasaan-beragama/): Segala bentuk rasa ingin tahu dan pencarian akan kebenaran bukanlah dosa yang harus ditanggung oleh manusia dalam ratap - [Kritik Arah Pembangunan Kita](https://lsfdiscourse.org/kritik-arah-pembangunan-kita/): Pembangunan sangat berkaitan dengan nilai, dan acap kali bersifat transendental, suatu gejala meta-disiplin, atau bahkan sebuah ideologi - [Metaepistemologi: Realisme dan Objektivitas](https://lsfdiscourse.org/metaepistemologi-realisme-dan-objektivitas/): Apakah benar bahwa benda yang sering kita lihat itu merupakan entitas yang nyata dan bukan merupakan halusinasi? Apakah kita bisa mengetahui sesuatu yang tidak bisa kita persepsi? - [Enrichment Century: Sains dan Teknologi](https://lsfdiscourse.org/enrichment-century-sains-dan-teknologi/): Dengan latihan dasar dan disiplin mental memberikan kemungkinan bagi seseorang untuk bersikap yang tegas dan lurus. - [Wacana Sekularisme “Islam, Yes. Partai Islam, No!”](https://lsfdiscourse.org/wacana-sekularisme-islam-yes-partai-islam-no/): Sekularisme tidak menjadi ancaman bagi eksistensi agama, melainkan menjadi tantangan berat yang seharusnya dihadapi dengan penuh kesiapan. - [Hannah Arendt: Menimbang Kembali Apa yang Sedang Kita Lakukan](https://lsfdiscourse.org/hannah-arendt-menimbang-kembali-apa-yang-sedang-kita-lakukan/): Eksistensi manusia selalu terkondisi, namun tidak pernah sepenuhnya, sebab eksistensi itu berkaitan. - [Sumbangsih 3 Generasi Teori Kritis Mazhab Frankfurt dalam Isu Neoliberalisme](https://lsfdiscourse.org/sumbangsih-3-generasi-teori-kritis-mazhab-frankfurt-dalam-isu-neoliberalisme/): Manusia bukan tempat eksploitasi atas neoliberalisme. Dengan adanya neoliberalisme, manusia perlu menumbuhkan kesadaran dengan tidak terbawa terus atas sistem yang ada. - [Keterasingan Potensial dalam Kebangkitan Dunia Stoa](https://lsfdiscourse.org/keterasingan-potensial-dalam-kebangkitan-dunia-stoa/): Kita perlu menyadari bahwa jika semua hal di semesta ini bersifat tidak pasti, maka semua hal juga adalah menjadi mungkin, dan dengan berkehendak, kita bisa mengubahnya menjadi harapan. - [Makoto dan Magokoro: Pilar Aksiologis dalam Agama Shinto](https://lsfdiscourse.org/makoto-dan-magokoro-pilar-aksiologis-dalam-agama-shinto/): Konsep Makoto (kejujuran dan ketulusan) dan Magokoro (hati yang tulus) menjadi pilar aksiologis yang mendasar, menggarisbawahi pentingnya moralitas, integritas, dan perasaan tulus dalam kehidupan sehari-hari. - [Diskursus Manusia Sempurna Perspektif Murtadha Muthahhari](https://lsfdiscourse.org/diskursus-manusia-sempurna-perspektif-murtadha-muthahhari/): Manusia sempurna selalu menjadi obsesi setiap manusia dan model patron yang diidam-idamkan dan diidolakan. Namun apa dan bagaimana sebenarnya sosok manusia sempurna itu? - [Melintasi Koridor Kemanusiaan: Resensi Buku Man's Search for Meaning oleh Viktor Frankl](https://lsfdiscourse.org/melintasi-koridor-kemanusiaan-resensi-buku-mans-search-for-meaning-oleh-viktor-frankl/): Man's Search for Meaning karya Viktor Frankl adalah suatu karya yang menembus batas-batas kemanusiaan dan menjelajahi wilayah yang penuh makna dalam pengalaman yang paling suram. - [“Useless Knowledge” is Very Useful](https://lsfdiscourse.org/useless-knowledge-is-very-useful/): Russell telah menunjukkan bahwa peran yang dimainkan oleh “useless knowledge” yakni mendukung dan mempromosikan kebiasaan berpikir secara kontemplatif tidak dapat diabaikan. - [Kesadaran Internalisasi Hidden Curriculum oleh Guru Kontemporer](https://lsfdiscourse.org/kesadaran-internalisasi-hidden-curriculum-oleh-guru-kontemporer/): Dampak negatif internet melalui Simulacra terhadap pendidikan: pentingnya kesadaran akan hidden curriculum. - [Problem Emansipasi dalam Linearitas Louis Althusser dan Alain Badiou pada Marxisme](https://lsfdiscourse.org/problem-emansipasi-dalam-linearitas-louis-althusser-dan-alain-badiou-pada-marxisme/): Emansipasi dalam Marxisme: Linearitas Althusser-Badiou dan Tantangan Materialisme terhadap Histomat. - [Sekolah, Ideologi, dan Akar Ketertundukan](https://lsfdiscourse.org/sekolah-ideologi-dan-akar-ketertundukan/): Pendidikan haruslah berorientasi pada manusia itu sendiri semata-mata agar kelak mereka “terbebas” dan tidak hanya sebatas menjadi instrumen-instrumen dari subjek di luar dirinya. - [Filsafat Politik Agustinus](https://lsfdiscourse.org/filsafat-politik-agustinus/): Kota Tuhan ini, terdiri dari manusia yang terpilih, namun tidak banyak. Hanya sebagian yang dapat dilihat secara nyata, yaitu di dalam Gereja, mungkin mereka ada di antara wakil-wakil Tuhan di dunia. - [Tiga Aspek Manusia dalam Neijing](https://lsfdiscourse.org/tiga-aspek-manusia-dalam-neijing/): Dalam konteks filosofi klasik Tiongkok, Zheng mencatat bahwa pandangan mengenai manusia melibatkan tidak hanya identitas fisik, tetapi juga aspek kesadaran dan hubungan dengan entitas lain di luar manusia. - [Seyyed Hossein Nasr: Menyoal Desakralisasi Epistemologi Sains Modern](https://lsfdiscourse.org/seyyed-hossein-nasr-menyoal-desakralisasi-epistemologi-sains-modern/): Jika perkembangan sains dan teknologi hari ini disebabkan oleh ketiadaaan metafisika, apakah hal itu mampu menjamin terpenuhinya aspek rohani dan spiritualitas? - [Lantang Membaca Freud melalui Beverley Clack](https://lsfdiscourse.org/lantang-membaca-freud-melalui-beverley-clack/): Mengorkestrasi gagasan Freud seraya merinci kritik atas pemahaman dan penggunaannya, memberikan pandangan kompleks terhadap psikoanalisis. - [Hak Menguasai Negara atas Tanah di Indonesia dan Paradoks Kedaulatan Negara](https://lsfdiscourse.org/hak-menguasai-negara-atas-tanah-di-indonesia-dan-paradoks-kedaulatan-negara/): Negara Indonesia: kaya, agraris, maritim, atau sekadar retorika kosong? - [Bagaimana Cara kita Mengajarkan Sejarah Kepada Anak-anak](https://lsfdiscourse.org/bagaimana-cara-kita-mengajarkan-sejarah-kepada-anak-anak/): Saya berharap sejarah menjadi alat untuk membebaskan orang daripada mengikat mereka. Alat untuk menempa kesepakatan baru daripada melanggengkan konflik lama. - [Manusia Yang Teralienasi: Menelisik Gagasan Humanistik Marx](https://lsfdiscourse.org/manusia-yang-teralienasi-menelisik-gagasan-humanistik-marx/): Marxisme di Indonesia menghadapi stigmatisasi karena peristiwa bersejarah, sehingga menghambat analisis obyektif terhadap unsur-unsur humanistiknya. - [Menyelami Zadig Ou La Destinee: Apakah Tuhan Absen di Hadapan Penderitaan?](https://lsfdiscourse.org/menyelami-zadig-ou-la-destinee-apakah-tuhan-absen-di-hadapan-penderitaan/): Zadig menghadapi penderitaan dan ketidakadilan yang tiada henti, dan pada akhirnya menemukan keadilan dan kebahagiaan. - [Filsafat Sains Kant](https://lsfdiscourse.org/filsafat-sains-kant/): Immanuel Kant, yang dianggap sebagai filsuf sains, membagi sains menjadi historis atau rasional, dan mengakuinya sebagai sistem kognitif yang terorganisir. - [Penalaran dalam Sains](https://lsfdiscourse.org/penalaran-dalam-sains/): Artikel ini membahas berbagai jenis penalaran – deduktif, induktif, dan inferensi hingga penjelasan terbaik – yang digunakan dalam proses ilmiah dan kehidupan sehari-hari. - [Sistem Politik Islam: Konsep & Adopsi Menuju Masyarakat Madani](https://lsfdiscourse.org/sistem-politik-islam-konsep-adopsi-menuju-masyarakat-madani/): Politik Islam menawarkan panduan strategis untuk menciptakan kebijakan yang baik, menjamin keadilan sosial, dan mencapai masyarakat sipil. - [Nihilisme dan Perayaan Hidup](https://lsfdiscourse.org/nihilisme-dan-perayaan-hidup/): "Richard Says Goodbye" mengeksplorasi penerimaan kematian melalui perjalanan seorang dosen yang sakit parah dalam menerima kematiannya yang akan datang. - [Realitas dalam Kanvas](https://lsfdiscourse.org/realitas-dalam-kanvas/): Seniman dan pengamat memandang realitas secara berbeda dalam proses penciptaan kembali seni. - [Etika menurut Immanuel Kant](https://lsfdiscourse.org/etika-menurut-immanuel-kant/): Etika Kant menolak kebahagiaan sebagai pusat perhatian moral, sebaliknya berfokus pada tugas dan kebaikan intrinsik dari tindakan, yang menjadi dasar teori deontologis. - [Memaknai Pendidikan Lewat Pedagogi Kritis Giroux](https://lsfdiscourse.org/memaknai-pendidikan-lewat-pedagogi-kritis-giroux/): Pedadogi kritis akan mengantarkan kita pada pemakanaan hidup lewat pertanyaan atas segala bentuk hubungan atas kekuasaan yang ada. - [Memupuk Moralitas Kebangsaan Jelang Pilpres](https://lsfdiscourse.org/memupuk-moralitas-kebangsaan-jelang-pilpres/): Menjelang pemilihan presiden tahun 2024 di Indonesia, politik identitas dan moralitas nasional menjadi topik penting. - [Kritik C.I. Lewis untuk Implikasi Material](https://lsfdiscourse.org/kritik-c-i-lewis-untuk-implikasi-material/): Implikasi material dapat digunakan secara kontekstual dengan cara mengkritik teorema ekuivalensi implikasi material (kondisional material) dalam logika klasik. - [Manunggaling Kawula Gusti: Etika dan Spiritualitas Jawa Sehari-hari](https://lsfdiscourse.org/manunggaling-kawula-gusti-etika-dan-spiritualitas-jawa-sehari-hari/): Manunggaling Kawula Gusti merupakan suatu asas dasar yang dihidupi secara spiritual dalam masyarakat Jawa, hingga akhirnya turut melahirkan berbagai etika, moral dan cara pandang masyarakat Jawa dalam kehidupan sehari-harinya. - [Kant Sang Filsuf Terakhir](https://lsfdiscourse.org/kant-sang-filsuf-terakhir/): Dalam banyak hal, Kant adalah filsuf terakhir bagi filsafat analitik dan filsuf pertama bagi filsafat pos-metafisik atau kontinental. - [Perjalanan Menuju Masyarakat Modern](https://lsfdiscourse.org/perjalanan-menuju-masyarakat-modern/): Teori kritis bertugas membangun kesadaran kritis atau perspektif kritis kepada masyarakat tentang bagaimana kepercayaan ideologis masyarakat telah membentuk realitas sosial - [Kosmologi Cahaya (Lux) menurut Robert Grosseteste](https://lsfdiscourse.org/kosmologi-cahaya-lux-menurut-robert-grosseteste/): Mengetahui asal-usul merupakan bagian penting dari perjalanan manusia di kosmos ini. - [Meninjau Ulang Doktrin Sufisme Perspektif Jalaluddin Rakhmat](https://lsfdiscourse.org/meninjau-ulang-doktrin-sufisme-perspektif-jalaluddin-rakhmat/): Kelalaian yang muncul akibat hilangnya standarisasi dalam doktrin sufisme akan berdampak negatif karena corak epistemologi yang menjadi metode sufisme bersifat rasional. - [Dialog Aku-Engkau dan Perjumpaan dengan Yang Lain](https://lsfdiscourse.org/dialog-aku-engkau-dan-perjumpaan-dengan-yang-lain/): Dunia yang syarat dengan polarisasi, fundamentalisme, dan perpecahan membuat etika Buberian dan Levinasian menjadi semakin relevan. - [Epistemologi Ekonomi: Melihat Batasan, Evaluasi, dan Verifikasi Pengetahuan](https://lsfdiscourse.org/epistemologi-ekonomi-melihat-batasan-evaluasi-dan-verifikasi-pengetahuan/): Pemahaman yang mendasar atas epistemologi ekonomi menjadi sesuatu yang penting untuk memahami makna ekonomi yang lebih luas.  - [Potret Diri Manusia Imajiner: Sebuah Tradisi Abad ke-20](https://lsfdiscourse.org/potret-diri-manusia-imajiner-sebuah-tradisi-abad-ke-20/): Abad ke-20 banyak diartikan sebagai abad modernitas, tapi apakah modernitas dan tradisi seni kedirian tidak bisa dipisahkan? - [Nihilisme: Diskursus untuk Moralitas yang Kian Tergerus](https://lsfdiscourse.org/nihilisme-diskursus-untuk-moralitas-yang-kian-tergerus/): Sebagai makhluk yang diberkahi rasio adalah suatu keniscayaan ketika manusia berupaya terus menerus untuk menemukan makna dan tujuan dalam hidupnya. - [Hawking & Mlodinow: Sains, Sinis, dan Ejekan kepada Filsuf](https://lsfdiscourse.org/hawking-mlodinow-sains-sinis-dan-ejekan-kepada-filsuf/): Jika hukum alam adalah kehendak Tuhan, maka definisi Tuhan hanya untuk mengganti satu misteri dengan misteri lain. - [Kiri Islam: Pandangan tentang Imperialisme dan Kedigdayaan Barat](https://lsfdiscourse.org/kiri-islam-pandangan-tentang-imperialisme-dan-kedigdayaan-barat/): Wacana Kiri Islam Hasan Hanafi menjadi tawaran ide dan solusi untuk memecahkan masalah yang dihadapi Islam. - [Sains dan yang mungkin telah terlewatkan olehnya](https://lsfdiscourse.org/sains-dan-yang-mungkin-telah-terlewatkan-olehnya/): Daya tarik sains sejauh ini tidak bisa dinafikan, bahwa sains tampil dengan sangat memukau, ia memasuki kehidupan ini dengan membawa sebuah alat yang kuat: ukuran - [Filsafat Plato: Teori Ide dan Kegunaannya dalam Pemahaman Realitas](https://lsfdiscourse.org/filsafat-plato-teori-ide-dan-kegunaannya-dalam-pemahaman-realitas/): Plato, salah seorang filsuf terbesar dalam sejarah, telah memberikan sumbangan yang signifikan dalam pemikiran filosofis. - [Karl Popper: Memahami Prinsip Falsifikasi Pengetahuan](https://lsfdiscourse.org/karl-popper-memahami-prinsip-falsifikasi-pengetahuan/): Popper berargumen bahwa sebuah hipotesis berasal dari penyangkalan terhadap hipotesis sebelumnya, bukan dari pengumpulan bukti-bukti akan sebuah observasi. - [Tutorial Memaklumi Kemajemukan Orientasi Seksual ala Sartre](https://lsfdiscourse.org/tutorial-memaklumi-kemajemukan-orientasi-seksual-ala-sartre/): Hasrat seksual bukan diciptakan semata-mata untuk diri sendiri, melainkan dimiliki manusia bagi orang lain. - [Celaka Simulacra](https://lsfdiscourse.org/celaka-simulacra/): Apakah hidup yang kita jalani saat ini sudah nyata atau tanpa sadar sudah ditelan oleh Simulakra? - [Kajian Prof. Oliver Leaman: Sejarah Filsafat Islam (1)](https://lsfdiscourse.org/kajian-prof-oliver-leaman-sejarah-filsafat-islam-1/): Filsafat Islam dengan segala polemik definisinya, akhirnya menemukan bentuk khasnya. - [Islam dan Masa Depan yang Hilang](https://lsfdiscourse.org/islam-dan-masa-depan-yang-hilang/): Semangat umat untuk merevitalisasi Islam tentunya layak untuk diapresiasi, tetapi yang patut dipertanyakan disini adalah bagaimana jika semangat tersebut justru malah menghilangkan potensi masa depan itu sendiri? - [Ngopi Bersama Cioran dan Kegelisahannya](https://lsfdiscourse.org/ngopi-bersama-cioran-dan-kegelisahannya/): Dirinya yang semakin jauh dari interaksi sosial semakin diperkuat dengan dirinya yang enggan untuk bepergian ketika dunia masih terang - [Afeksi Mendahului Kognisi](https://lsfdiscourse.org/afeksi-mendahului-kognisi/): Jika afeksinya terdidik, kita sudah bisa merasakan kepedihan orang lain tanpa mengalaminya sendiri. - [Pembuntutan Kritik Etiko-Politik](https://lsfdiscourse.org/pembuntutan-kritik-etiko-politik/): Masyarakat semakin meronta dan ketidaksadaran atas kemiskinan rakyat semakin menyeruak - [Sanggahan atas Solipsisme: Bukti atas Eksistensi Dunia Eksternal](https://lsfdiscourse.org/sanggahan-atas-solipsisme-bukti-atas-eksistensi-dunia-eksternal/): Dari mana kita tahu pencerapan kita benar adanya, bahwa terdapat sesuatu yang eksternal dari kesadaran kita? - [Politik dan Kekacauan](https://lsfdiscourse.org/politik-dan-kekacauan/): Praktik politik saat ini menjadi bukti bahwa politik dapat bersifat elastis. Tidak ada harga mati dan harga pasti. - [Ulasan Buku Menjadi Manusia Menjadi Hamba](https://lsfdiscourse.org/ulasan-buku-menjadi-manusia-menjadi-hamba/): Paksaan pada pola hidup kekinian membuat kita harus mengakui kemunculan banyak akibat - [Pencarian Identitas yang Berbahaya](https://lsfdiscourse.org/pencarian-identitas-yang-berbahaya/): Seluruh manusia bertanya pada diri mereka sendiri, siapa mereka? dari mana berasal? dan seperti apa identitas mereka? Pencarian identitas ini memang penting dan menarik, tetapi juga bisa berbahaya. - [“Cuma” Ikut Aturan dalam Pemikiran Hannah Arendt](https://lsfdiscourse.org/cuma-ikut-aturan-dalam-pemikiran-hannah-arendt/): Setiap kali kita bilang “ya udah lah, lakukan aja, yang penting SOP-nya benar,” kita sedang memainkan ulang drama kecil dari apa yang Arendt lihat di Yerusalem. - [Nekropolitik dan Populasi yang Boleh Mati](https://lsfdiscourse.org/nekropolitik-dan-populasi-yang-boleh-mati/): Di hadapan kekuasaan yang memilah siapa yang boleh hidup dan siapa yang dibiarkan mati, di pihak mana kita memilih untuk berdiri? - [Ketiadaan Bukti Bukanlah Bukti Ketiadaan Tuhan](https://lsfdiscourse.org/ketiadaan-bukti-bukanlah-bukti-ketiadaan-tuhan/): Dari kenyataan bahwa kita "tidak menemukan X" tidak bisa begitu saja disimpulkan bahwa "X tidak ada". Tetapi dalam praktik, ketiadaan bukti bisa menjadi kesimpulan yang wajar, tergantung ekspektasi yang kita bawa. - [Masyarakat Tontonan dan Politik Selebriti: Kritik Politik-Ekonomi atas Demokrasi Elektoral Kontemporer](https://lsfdiscourse.org/masyarakat-tontonan-dan-politik-selebriti-kritik-politik-ekonomi-atas-demokrasi-elektoral-kontemporer/): Politik elektoral kini menjadi komoditas visual yang direkayasa oligarki untuk melanggengkan kekuasaan. Perlawanan sejati terhadap tontonan ini menuntut pembongkaran struktural atas sirkulasi modal, bukan sekadar detoks digital secara individual. - [Masyarakat Lelah dan Hustle Culture](https://lsfdiscourse.org/masyarakat-lelah-dan-hustle-culture/): Depresi dan burnout adalah penyakit khas masyarakat prestasi. - [Sosiologi Warna dan Estetika Kelas](https://lsfdiscourse.org/sosiologi-warna-dan-estetika-kelas/): Mengapa pemukiman kelas pekerja selalu berwarna cokelat-pudar sementara kompleks elite sarat warna cerah? - [Apakah Tuhan Mungkin?](https://lsfdiscourse.org/apakah-tuhan-mungkin/): Tuhan, dalam konteks ini, bukan objek pengetahuan atau dasar kewajiban moral, melainkan syarat rasional bagi kemungkinan harapan moral. - [Nominalisme dan Konseptualisme William Ockham: Prinsip Kekikiran dan Pengenalan Realitas](https://lsfdiscourse.org/nominalisme-dan-konseptualisme-william-ockham-prinsip-kekikiran-dan-pengenalan-realitas/): Mengapa kita masih sibuk dengan hal-hal yang tak perlu? - [Paradoks Kebebasan: Meninjau Kediktatoran Relativisme dalam Demokrasi Digital Kontemporer](https://lsfdiscourse.org/paradoks-kebebasan-meninjau-kediktatoran-relativisme-dalam-demokrasi-digital-kontemporer/): Di era digital, kebebasan berekspresi justru menghadapi ironi: semakin banyak suara, semakin sulit menemukan kebenaran bersama. Algoritma, echo chamber, dan post-truth membentuk ulang ruang publik kita. - [Film L’Étranger dan Absurditas Hidup di Era Algoritma](https://lsfdiscourse.org/film-letranger-dan-absurditas-hidup-di-era-algoritma/): Camus tidak menawarkan pelarian dari dunia, melainkan keberanian untuk merebut kembali kendali atas cara kita menjalaninya. - [Tuhan yang Fiksional, Agama yang Berdaya](https://lsfdiscourse.org/tuhan-yang-fiksional-agama-yang-berdaya/): Apa jadinya bila Tuhan tidak ada? - [Apakah Tuhan Benar-Benar Mati?](https://lsfdiscourse.org/apakah-tuhan-benar-benar-mati/): Manusia mulai meninggalkan ajaran institusi agama yang dianggap kaku, lalu bereksperimen, menghancurkan dan membentuk kembali makna ber-Tuhan. - [Iman yang Mencari Pemahaman](https://lsfdiscourse.org/iman-yang-mencari-pemahaman/): Selama ini iman mungkin dianggap sebagai kepatuhan buta yang menutup diri dari logika, namun pemikiran Anselmus dari Canterbury berhasil mematahkan stigma lama bahwa ‘orang beriman tidak perlu berpikir kritis’ melalui semangat fides quaerens intellectum. - [Utopia Pengetahuan di Ruang Post-Epistemik](https://lsfdiscourse.org/utopia-pengetahuan-di-ruang-post-epistemik/): Mungkin yang perlu kita lepaskan bukanlah utopia pengetahuan itu sendiri, tetapi fantasi tentang pengetahuan tanpa konflik, tanpa hierarki, dan tanpa tanggung jawab. - [“Menyelamatkan” Allāh dari Proyeksi dan Ideologi](https://lsfdiscourse.org/menyelamatkan-allah-dari-proyeksi-dan-ideologi/): Berbicara tentang Allāh dengan sungguh-sungguh dan secara genuine mensyaratkan kondisi publik yang rasional dan terbuka. - [Memercayai atau Tidak Memercayai Tuhan sebagai Tindakan Moral](https://lsfdiscourse.org/memercayai-atau-tidak-memercayai-tuhan-sebagai-tindakan-moral/): Mempercayai Tuhan dapat dipahami sebagai salah satu bentuk respons manusia terhadap realitas yang dihadapi. - [Bagaimana Meme, Matematika, dan Tuhan Berbagi Ruang Logis](https://lsfdiscourse.org/bagaimana-meme-matematika-dan-tuhan-berbagi-ruang-logis/): Jika kita menanggalkan prasangka awal dan menelisik struktur logis yang menopang ketiganya, justru tampak bahwa meme, matematika, dan Tuhan kerap berbagi ruang yang sama, ruang di mana makna tidak bergantung pada keberadaan fisik, tetapi pada koherensi internal, aturan permainan, dan komunitas penafsir. - [Relasi Epistemologis Filsafat, Ilmu Sejarah, dan Mazhab Annales: Sebuah Kajian atas Fondasi, Kritik, dan Transformasi Historiografi Modern](https://lsfdiscourse.org/relasi-epistemologis-filsafat-ilmu-sejarah-dan-mazhab-annales-sebuah-kajian-atas-fondasi-kritik-dan-transformasi-historiografi-modern/): Masa lalu bukanlah sekadar artefak mati yang siap dicatat, melainkan realitas kompleks yang menuntut penafsiran filosofis. Melalui lensa revolusioner Mazhab Annales, telusuri bagaimana sejarawan membongkar jaring ekonomi, geografi, dan psikologi yang membentuk arah peradaban. - [Masihkah ada Stoa: Fenomena Doomscrolling](https://lsfdiscourse.org/masihkah-ada-stoa-fenomena-doomscrolling/): Dengan pemahaman mendalam tentang eudaimonia sebagai fondasi kebahagiaan sejati, kita kini dapat melihat bagaimana doomscrolling secara fundamental bertentangan dengan prinsip-prinsip Stoik. - [Membumikan Para Intelektual: Membaca Gagasan Ali Syariati dalam Konteks Indonesia](https://lsfdiscourse.org/membumikan-para-intelektual-membaca-gagasan-ali-syariati-dalam-konteks-indonesia/): Membaca ulang gagasan rausyan fikr dari Ali Syariati untuk mengkritik pragmatisme kaum akademisi di Indonesia. Mampukah para intelektual kita keluar dari belenggu birokrasi institusional dan memimpin kesadaran kolektif menuju Indonesia Emas 2045? - [Sejarah Tubuh, Kontrol Populasi, dan Biopolitik: Membaca Praktik Disiplin Modern melalui Lensa Michel Foucault](https://lsfdiscourse.org/sejarah-tubuh-kontrol-populasi-dan-biopolitik-membaca-praktik-disiplin-modern-melalui-lensa-michel-foucault/): Kita sering merasa bebas saat menggulir layar ponsel atau menjalani rutinitas sehari-hari. Namun, benarkah demikian? - [Di Balik Kemudi Sains: Antara Sains dan Kepentingan Manusia](https://lsfdiscourse.org/di-balik-kemudi-sains-antara-sains-dan-kepentingan-manusia/): Sains kerap dikambinghitamkan atas berbagai tragedi modernitas. Namun, benarkah sains yang bersalah? - [Pintar tapi Menyimpang: Krisis Pendidikan Modern](https://lsfdiscourse.org/pintar-tapi-menyimpang-krisis-pendidikan-modern/): Mengapa koruptor justru banyak berasal dari kalangan terdidik? Jawabannya tersembunyi dalam sistem pendidikan kita yang telah lama kehilangan arahnya. Sebuah telaah kritis dari Socrates hingga Marx. - [Mengapa Petani Selalu Terpinggirkan? Membedah Koalisi Kekuasaan dan Oligarki](https://lsfdiscourse.org/mengapa-petani-selalu-terpinggirkan-membedah-koalisi-kekuasaan-dan-oligarki/): Pertanian komunal bukanlah sisa-sisa masa lalu yang usang, melainkan sebuah masa depan yang ditunda secara paksa. Dengan meminjam kacamata Chayanov dan James C. Scott, esai ini membedah rasionalitas keluarga tani yang berani menempatkan kehidupan di atas akumulasi laba oligarki. - [Rezim Ketersinggungan: Komedi, Ruang Publik, dan Paradoks Demokrasi](https://lsfdiscourse.org/rezim-ketersinggungan-komedi-ruang-publik-dan-paradoks-demokrasi/): Dengan mengambil titik tolak dari polemik "Mens Rea" Pandji Pragiwaksono, tulisan ini menelusuri bagaimana dekontekstualisasi di media sosial dan rendahnya literasi konteks telah mengubah ruang publik menjadi medan kriminalisasi rasa. - [Reforma Agraria dan Kegagalan Negara Indonesia: Dari Amanat Konstitusi ke Reproduksi Ketimpangan Agraria](https://lsfdiscourse.org/reforma-agraria-dan-kegagalan-negara-indonesia-dari-amanat-konstitusi-ke-reproduksi-ketimpangan-agraria/): Reforma agraria merupakan salah satu agenda paling fundamental dalam sejarah Indonesia modern. Ia bukan sekadar kebijakan sektoral di bidang pertanahan atau pertanian, melainkan fondasi keadilan sosial dan kedaulatan ekonomi bangsa. - [Semakin Aku Tahu, Semakin Aku Tidak Tahu](https://lsfdiscourse.org/semakin-aku-tahu-semakin-aku-tidak-tahu/): Pernahkah Anda bertanya-tanya, mengapa mereka yang paling vokal sering kali adalah orang yang pengetahuannya belum mendalam? - [Melampaui Kosmologi Mekanistik: Menggugat Keterasingan Manusia dan Paradigma New Cosmology](https://lsfdiscourse.org/melampaui-kosmologi-mekanistik-menggugat-keterasingan-manusia-dan-paradigma-new-cosmology/): Tinjauan kritis terhadap paradigma New Cosmology. Menelusuri akar filosofis krisis ekologis melalui pemikiran Thomas Berry dan urgensi transisi menuju ontologi ekosentris di tengah eksploitasi alam Indonesia. - [Epistemologi Sekularisasi Nurcholish Madjid: Solusi Masalah Indonesia Modern](https://lsfdiscourse.org/epistemologi-sekularisasi-nurcholish-madjid-solusi-masalah-indonesia-modern/): Sering disalahpahami sebagai sekularisme hingga akhirnya diharamkan oleh MUI, gagasan sekularisasi Nurcholish Madjid justru menawarkan epistemologi baru yang membebaskan umat Islam dari ketergantungan dogmatis. - [Cinta di Luar Horizon: Fenomena Keterlambatan dan Kebebasan](https://lsfdiscourse.org/cinta-di-luar-horizon-fenomena-keterlambatan-dan-kebebasan/): Ada momen ketika seseorang menyadari bahwa ia terlambat — bukan dalam arti kronologis, melainkan dalam arti yang lebih dalam: dunia Yang Lain telah terbentuk, dan ia bukan bagian dari dunia itu. - [Memikirkan Yang Berpikir: Mini-Tesis tentang Pure-Thinking](https://lsfdiscourse.org/memikirkan-yang-berpikir-mini-tesis-tentang-pure-thinking/): Berpikir, dalam pengertian sejatinya, bukan sekadar aktivitas intelektual — ia adalah pergulatan antara rasio dan pengalaman, antara yang historis dan yang melampaui sejarah. - [Menimbang Kembali Wacana Redenominasi Rupiah dan Krisis Deliberasi Dalam Perspektif Habermasian: Pelajaran dari Keberhasilan Turkiye](https://lsfdiscourse.org/menimbang-kembali-wacana-redenominasi-rupiah-dan-krisis-deliberasi-dalam-perspektif-habermasian-pelajaran-dari-keberhasilan-turkiye/): Turkiye mengajarkan bahwa angka baru dapat menjadi instrumen modernisasi ekonomi yang sah dan efektif jika prosesnya menyeluruh, transparan, dan partisipatif. Indonesia perlu menahan langkah, membangun kesadaran publik, dan menyiapkan sistem secara menyeluruh sebelum memutuskan untuk menghapus nol. - [Simulakra dan Hiperrealitas dalam Game Balap Assetto Corsa](https://lsfdiscourse.org/simulakra-dan-hiperrealitas-dalam-game-balap-assetto-corsa/): Assetto Corsa memperlihatkan bagaimana modding dan komunitas dapat menciptakan dunia simulakra dan hiperrealitas ala Baudrillard. - [Max Stirner sebagai Proto-Posthumanis: Kritik Humanisme dan Subjektivitas Unik dalam The Ego and Its Own](https://lsfdiscourse.org/max-stirner-sebagai-proto-posthumanis-kritik-humanisme-dan-subjektivitas-unik-dalam-the-ego-and-its-own/): Stirner, dengan seluruh keanehannya, bukan sekadar pemikir marginal abad ke-19. Namun sebagai suara yang perlu didengar ulang dalam percakapan tentang subjek, agensi, dan keberadaan pasca-manusia. - [Dari Gurun Yang Pemalu Menjadi Teror Raksasa, Sebuah Eksploitasi Biologis Dan Kapitalisme B-Movie Dalam The Giant Gila Monster (1959)](https://lsfdiscourse.org/dari-gurun-yang-pemalu-menjadi-teror-raksasa-sebuah-eksploitasi-biologis-dan-kapitalisme-b-movie-dalam-the-giant-gila-monster-1959/): The Giant Gila Monster adalah studi kasus yang penting dalam persimpangan antara sinema berbiaya rendah dan etika representasi. - [Dampak Arogansi Historiografi Indonesiasentris](https://lsfdiscourse.org/dampak-arogansi-historiografi-indonesiasentris/): Sejarah Indonesia sebenarnya sarat dengan contoh relasi manusia-alam: eksploitasi hutan damar, perburuan harimau Jawa dan Sumatra, pemanfaatan gajah sebagai tenaga kerja, hingga perusakan ekologis berskala besar pada masa kolonial. - [Kandang Besi Rasionalitas](https://lsfdiscourse.org/kandang-besi-rasionalitas/): Mungkin ungkapan Horkheimer di awal semacam bentuk koreksi atas dimensi tunggal visi Marxisme yang hanya beringas pada masalah ekonomi kapital. Namun lebih jauh lagi ia sebetulnya hendak mengkritik rasa percaya diri positivisme mutakhir yang tengah melenggok di atas karpet merah podium para ilmuwan. Mudah kata, mazhab positivistik masih menyimpan celah untuk dibedah, bahkan ia bisa menjadi tuduhan utama atas lahirnya pesimisme budaya. - [Genealogi Ketubuhan: Membaca Kontradiksi antara Kuasa Norma dan Kuasa Hasrat](https://lsfdiscourse.org/genealogi-ketubuhan-membaca-kontradiksi-antara-kuasa-norma-dan-kuasa-hasrat/): Pembacaan atas diri oleh subjek dapat dimulai dengan tidak menghakimi hasrat, namun mengolahnya menjadi bentuk kesadaran yang estetis karena kompleksitas sejarah ketubuhan ini berasal dari mesin kuasa yang sama. - [Homo Economicus](https://lsfdiscourse.org/homo-economicus/): Gaya hidup dibangun di atas kekuatan kapital untuk memperluas pangsa pasar, memanipulasi manusia dengan membangun hasrat yang agresif dalam mengkonsumsi untuk mencapai kepuasan tanpa akhir. - [Jean Paul Sartre; Ironi Hidup: Membongkar Paradigma Kebahagiaan](https://lsfdiscourse.org/jean-paul-sartre-ironi-hidup-membongkar-paradigma-kebahagiaan/): Dalam perjalanan eksistensialnya, manusia terus-menerus dituntun untuk memiliki kesadaran agar ia mampu hidup sebagai pribadi yang utuh. - [Jika Bencana Alam Terjadi di Masa Bung Karno](https://lsfdiscourse.org/jika-bencana-alam-terjadi-di-masa-bung-karno/): Pada masa Bung Karno, banjir besar melanda wilayah Jawa, Sumatera, Nusa Tenggara, dan daerah-daerah lainnya pada tahun 1960–1961. Situasi ini dinilai bukan sebagai banjir biasa, melainkan sebagai bencana nasional. - [Quo Vadis, Metasantri?](https://lsfdiscourse.org/quo-vadis-metasantri/): Metasantri adalah bukti empiris yang mengafirmasi filsafat metamodernisme Vermeulen dan Akker. - [Menghayati Kembali Gagasan Teologi Pembebasan Nurcholish Madjid](https://lsfdiscourse.org/menghayati-kembali-gagasan-teologi-pembebasan-nurcholish-madjid/): Teologi, agaknya kita tidak asing dengan kata itu. Paling tidak, dalam pembacaan di zaman ini, kita dapat menengok teologi dalam dua ranah, yakni khazanah klasik dan modern. - [Krisis Moralitas Dan Martabat Dalam Dunia Digital: Ketika Like Dan Followers Lebih Berharga Dari Nilai Diri](https://lsfdiscourse.org/krisis-moralitas-dan-martabat-dalam-dunia-digital-ketika-like-dan-followers-lebih-berharga-dari-nilai-diri/): Perjuangan etika di era digital bukanlah tentang sensor atau regulasi yang represif, melainkan tentang revolusi martabat yang mendasar: masyarakat harus berhenti menjadi konsumen pasif dari objektivikasi dan mulai bertindak sebagai agen moral aktif. - [Melihat Kecemasan Status Sosial di Indonesia bersama Alain de Botton](https://lsfdiscourse.org/melihat-kecemasan-status-sosial-di-indonesia-bersama-alain-de-botton/): Diperlukan kesunyian untuk merefleksikan diri sendiri dalam dunia yang makin riuh dan cepat ini. Diperlukan pula kesadaran, baik personal maupun struktural, agar hidup tak terjerembab pada kecemasan yang tak berkesudahan. - [Sisyphus dan Meursault: Refleksi atas Absurditas Hidup dalam Pemikiran Albert Camus](https://lsfdiscourse.org/sisyphus-dan-meursault-refleksi-atas-absurditas-hidup-dalam-pemikiran-albert-camus/): Pemikiran Camus tentang absurditas kehidupan diejawantahkan secara paling kuat dalam esainya yang berjudul The Myth of Sisyphus. - [Algoritma membentuk Harapan](https://lsfdiscourse.org/algoritma-membentuk-harapan/): Imajinasi kita tidak lagi muncul dari kejutan, melainkan dari rekomendasi. Kita membayangkan bukan karena ingin, tetapi karena disarankan untuk ingin. Dunia digital tidak lagi hanya memfasilitasi imajinasi, tetapi secara perlahan menulis ulang batas-batasnya. - [Agonisme Chantal Mouffe dan Tantangan Demokrasi di Indonesia](https://lsfdiscourse.org/agonisme-chantal-mouffe-dan-tantangan-demokrasi-di-indonesia/): Chantal Mouffe kerap dibaca sebagai antitesis Jürgen Habermas, terutama karena kritiknya terhadap konsensus rasional yang diyakini Habermas sebagai fondasi deliberasi demokratis. - [Pergeseran Epistemologis: Dari Eksistensialis ke Strukturalis](https://lsfdiscourse.org/pergeseran-epistemologis-dari-eksistensialis-ke-strukturalis/): Bergesernya paradigma subjektivisme terhadap strukturalisme, tidak hanya sebagai implikasi filosofis. Namun sekaligus menjadi ‘revolusi epistemologis’ yang menempatkan subjek tidak lagi memiliki otonomi dan kebebasan seperti yang diandaikan oleh Sartre. - [Ingatan Netizen: Ketika Nostalgia Menjadi Bentuk Pengetahuan](https://lsfdiscourse.org/ingatan-netizen-ketika-nostalgia-menjadi-bentuk-pengetahuan/): Di tengah derasnya arus digital yang mengabadikan setiap fragmen hidup, kemampuan untuk mengingat dengan sadar adalah bentuk paling halus dari kebijaksanaan masa kini. - [Imajinasi Kita Diproduksi oleh Mesin](https://lsfdiscourse.org/imajinasi-kita-diproduksi-oleh-mesin/): Dunia digital dipenuhi hasil ciptaan yang tampak kreatif, namun lahir tanpa pengalaman, tanpa pergulatan batin, tanpa tubuh yang merasakan. - [Dilema Autentisitas di Era Neoliberal](https://lsfdiscourse.org/dilema-autentisitas-di-era-neoliberal/): Eksplorasi ketegangan antara ritual dan autentisitas dalam masyarakat kontemporer. Kritik Byung-Chul Han terhadap neoliberalisme dan solusi etika Levinas. - [Antara Feminisme dan Misandri: Membaca Ulang Narasi Gender Di Indonesia](https://lsfdiscourse.org/antara-feminisme-dan-misandri-membaca-ulang-narasi-gender-di-indonesia/): Masyarakat Indonesia masih sangat dipengaruhi oleh nilai-nilai patriarkal. Laki-laki sering kali diberikan keistimewaan sosial dalam berbagai bidang, mulai dari kepemimpinan, ekonomi, hingga keputusan domestik. - [Konsep Mahiyyah dalam Filsafat Islam](https://lsfdiscourse.org/konsep-mahiyyah-dalam-filsafat-islam/): Filsafat Islam atau Hikmah Ilahiyyah atau Ilahiyyat memiliki pemikiran mendasar bahwa dunia eksternal terdiri dari kemandirian wujud atau aktus (al-tahaqquq al-khariji). - [Mauvaise Foi dan Abang-abang Kampus Anti Mainstream](https://lsfdiscourse.org/mauvaise-foi-dan-abang-abang-kampus-anti-mainstream/): Konsep mauvaise foi Sartre membongkar aktivisme semu di kampus. Bagaimana bad faith mengubah perlawanan sejati menjadi panggung pencitraan dan kebohongan diri? - [Dramaturgi Goffman di Dunia Open World Game](https://lsfdiscourse.org/dramaturgi-goffman-di-dunia-open-world-game/): Dramaturgi Goffman menjelaskan fenomena open world game sebagai ruang sosial terstruktur di mana manusia menemukan kebebasan dalam batas-batas yang jelas. - [Bahasa dan Kuasa yang Tak Terucap](https://lsfdiscourse.org/kekerasan-simbolik-bagaimana-bahasa-menjadi-alat-kuasa/): Bagaimana bahasa menjadi alat kekuasaan? Analisis kekerasan simbolik, hegemoni wacana, dan sensor diri di era digital. Dari Wittgenstein hingga media sosial. - [Etika Promethean: Solusi Filosofis untuk Konflik Modern](https://lsfdiscourse.org/ketiadaan-imajinasi-promethean-sebuah-penyelidikan-filosofis-tentang-konflik-kontemporer-dan-kegagalan-kepemimpinan/): Normalisasi ini menciptakan "penularan Promethean" di mana kegagalan imajinasi dan tanggung jawab etika pada satu pemimpin dapat secara implisit atau eksplisit membenarkan kegagalan serupa pada orang lain, yang mengarah pada erosi global nilai-nilai humanistik dan peningkatan kecenderungan kekerasan. - [Mencintai dengan Berani: Kritik Humanisme Erich Fromm terhadap Rasionalisme Stoik](https://lsfdiscourse.org/mencintai-dengan-berani/): Cinta sejati, dalam pandangan Fromm, tidak bisa dijalankan dengan jaminan timbal-balik. Hal inilah yang membedakan cinta dari transaksi. Mencintai berarti berani rapuh dan terbuka... [itu] merupakan tindakan keberanian eksistensial tertinggi. - [Selayang Pandang Sejarah dan Tradisi Psikoanalisis](https://lsfdiscourse.org/selayang-pandang-sejarah-dan-tradisi-psikoanalisis/): Freud memahami bahwa ternyata seseorang dapat sakit bukan karena ia tidak sehat atau bersih, bukan karena ia tidak mengonsumsi makanan bergizi, tapi seseorang dapat sakit karena ia memiliki perasaan bersalah. - [Pemikiran Blaise Pascal tentang Iman dan Rasio](https://lsfdiscourse.org/pemikiran-blaise-pascal-tentang-iman-dan-rasio/): Kehidupan dan perjalanan intelektual Paskal sungguh menarik, dari karir akademik dalam bidang sains dan berakhir sebagai seorang pemikir agama yang banyak memberikan pembelaan terhadap iman yang dipercayainya. - [Menyelami Pemikiran Freud-Menemukan Diri yang Sejati](https://lsfdiscourse.org/menyelami-pemikiran-freud-menemukan-diri-yang-sejati/): Diri terbentuk dari akumulasi interaksi yang kita jalani—baik dengan diri sendiri maupun dengan lingkungan sekitarIstilah-istilah seperti “kamu adalah apa yang kamu makan”, “kamu adalah apa yang kamu lihat”, dan “kamu adalah apa yang kamu lakukan” menunjukkan bahwa pembentukan diri tidak bisa dilepaskan dari realitas eksternal - [Filosofi Land Ethic Untuk Masa Depan Bumi](https://lsfdiscourse.org/filosofi-land-ethic-untuk-masa-depan-bumi/): Di tengah eksploitasi alam akibat kapitalisme global, sebuah gagasan filosofis menawarkan jalan untuk kembali melihat ekologi sebagai mitra sejati. Suatu kondisi akan menjadi benar jika menjaga integritas, stabilitas, dan keindahan komunitas biotik. Sebaliknya sesuatu itu akan menjadi salah jika mengarah pada hal yang bertentangan. - [Nosferatu (1922): Proyeksi Mistisisme Pada Film Melalui Konsep Ide Plato](https://lsfdiscourse.org/nosferatu-1922-proyeksi-mistisisme-pada-film-melalui-konsep-ide-plato/): Konsep ide menurut Plato merupakan sesuatu yang berkaitan dengan pola-pola yang kekal dan abadi, bersifat spiritual dan klasik, yang darinya segala sesuatu dapat diciptakan. - [Militerisme dan Pendidikan dari Kacamata Althusserian](https://lsfdiscourse.org/militerisme-dan-pendidikan-dari-kacamata-althusserian/): Pendidikan akan selalu digunakan untuk mendiseminasi ideologi dominan, dengan demikian, juga mereproduksi kesadaran kultural. - [Menulis itu Penting: Pandangan Jordan B. Peterson](https://lsfdiscourse.org/menulis-itu-penting-pandangan-jordan-b-peterson/): Jika menulis adalah cara untuk menjelajahi pikiran dan memperbaiki diri, maka Jordan Peterson menyarankan agar seseorang memperlakukannya seperti menyusun bangunan megah: dimulai dengan fondasi yang kuat. - [Pencerahan dan Kesemenjanaan: Membedah Obsesi Manusia pada Makna](https://lsfdiscourse.org/pencerahan-dan-kesemenjanaan-membedah-obsesi-manusia-pada-makna/): Dalam lensa Nietzschean, pencerahan tak pernah bersifat netral. Dengan obsesi makna sebagai titik tolaknya, pencerahan pun bisa menjadi alat untuk melanggengkan kekuasaan sekelompok orang melalui kendalinya atas kriteria dari yang spektakuler, luar biasa, dan mengagumkan. - [Komunitarianisme dan Netralitas Negara](https://lsfdiscourse.org/komunitarianisme-dan-netralitas-negara/): Tidak seperti yang dibayangkan Rawls bahwa keadilan haruslah berupa kesetaraan [kesempatan]—komunitarianisme membuktikan sebaliknya, bahwa ketidaksetaraan justru membawa kepada keadilan yang responsif dan kontekstual. - [Banalitas Kejahatan dan Ilusi Kemanusiaan di Balik Simpati bagi Pelaku Kejahatan](https://lsfdiscourse.org/banalitas-kejahatan-dan-ilusi-kemanusiaan-di-balik-simpati-bagi-pelaku-kejahatan/): Kejahatan tetaplah kejahatan, dan keadilan harus tetap ditegakkan bukan dengan menanggalkan kemanusiaan, tetapi dengan menempatkan kemanusiaan secara proporsional dan berimbang: kepada korban, kepada pelaku, kepada masyarakat, dan pada akhirnya kepada penegakan hukum itu sendiri. - [Althusser: Intrepretasi pemikiran Karl Marx](https://lsfdiscourse.org/althusser-intrepretasi-pemikiran-karl-marx/): Salah satu pemikiran Marx yang penting adalah kata revolusi, yang dilihat Althusser penting untuk dikaji kembali dengan sudut pandang historis-kontekstual. - [Hermeneutika Gadamer](https://lsfdiscourse.org/hermeneutika-gadamer/): Sejarah gagasan menunjukkan bahwa baru pada masa Pencerahan, konsep prasangka memperoleh konotasi negatif yang dikenal saat ini. – Hans-Georg Gadamer – The Hermeneutic Circle Hans-Georg Gadamer, dalam penjelasannya tentang kritik terhadap prasangka pada masa Pencerahan menyoroti bagaimana intelektualitas masa itu menantang otoritas dan tradisi, terutama dalam konteks agama dan penafsiran teks, seperti Kitab Suci. Menurut pandangan umum di masa Pencerahan, kita harus membedakan dua jenis prasangka. Prasangka pada masa itu diyakini sebagai keyakinan yang tidak kritis.  Prasangka yang pertama adalah tentang prasangka karena otoritas manusia, yang muncul ketika kita terlalu menghormati orang lain atau tradisi tanpa berpikir kritis. Jenis prasangka yang […] - [Sukarno & Anarkisme: Kritik atas Pandangan Bung Karno Tentang Anarkisme](https://lsfdiscourse.org/sukarno-anarkisme-kritik-atas-pandangan-bung-karno-tentang-anarkisme/): Sebuah kesimpulan yang dangkal, jika mengatakan cara kerja atau tindakan kaum Anarkis itu adalah kekerasan dan penghancuran sebagaimana yang disampaikan Bung Karno. - [Koeksistensi Beauty and Goodness dalam pemikiran Plato](https://lsfdiscourse.org/koeksistensi-beauty-and-goodness-dalam-pemikiran-plato/): Hubungan antara kebaikan (to agathon) dan keindahan (to kalon) dalam filsafat Plato setidaknya saling melengkapi—artinya bahwa segala sesuatu yang baik juga indah, dan segala sesuatu yang indah juga baik—dalam ranah hal-hal konkret. - [Sejarah Epistemologi Menurut Berbagai Filsuf](https://lsfdiscourse.org/sejarah-epistemologi-menurut-berbagai-filsuf/): Pergeseran sejarah awal dari epistemologi terjadi saat filsafat beralih dari pendekatan yang berfokus pada ontologi; dari para pemikir pra-Cartesian ke kerangka kerja berorientasi epistemologis yang muncul bersama filsafat modern, khususnya setelah Descartes. - [Kaidah Filsafat: Ijtimā` al-Mitslayni Muhāl](https://lsfdiscourse.org/kaidah-filsafat-ijtima-al-mitslayni-muhal/): Terkumpulnya dua hal yang sama dalam satu lokus wujud yang sama di mana tidak terdapat di antaranya perbedaan sama sekali adalah suatu perkara yang mustahil. - [Sisyphus di Dunia Maya, Ketika Absurditas Menyembur di Balik Layar](https://lsfdiscourse.org/sisyphus-di-dunia-maya-ketika-absurditas-menyembur-di-balik-layar/): Di era digital ini, absurditas Camus adalah cermin yang menyoroti paradoks kehidupan modern: semakin kita mencari makna di dunia maya, semakin jelas bahwa makna itu hanya bisa ditemukan di dunia nyata, dalam tindakan kecil yang penuh kesadaran. - [Connecting Ideas: Etika Kantian dan Al-Ghazalian](https://lsfdiscourse.org/connecting-ideas-etika-kantian-dan-al-ghazalian/): Dengan seseorang dapat mematuhi suatu imperatif kategoris, Kant memperlihatkan bahwa kehendak orang tersebut mesti bebas dalam pengertian transendental yang ketat. - [Burung Gagak sebuah Gambaran Manusia yang Paradoksal](https://lsfdiscourse.org/burung-gagak-sebuah-gambaran-manusia-yang-paradoksal/): Memiliki keyakinan benar tentang bagaimana hidup dengan cara yang bijak tidak berarti menjadi orang yang bijaksana, tetapi mengharuskan seseorang untuk memiliki pilihan yang bijak. - [Tragisnya Posisi Ekonomi Indonesia](https://lsfdiscourse.org/tragisnya-posisi-ekonomi-indonesia/): Indonesia perlu mengintegrasikan kembali nilai-nilai lokal seperti gotong royong ke dalam sistem ekonominya, sekaligus mengurangi ketergantungan pada kapitalisme global untuk menemukan keseimbangan yang mendukung pembangunan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. - [Abraham Kuyper dan Pandangan Alternatif dalam Filsafat Politik Kristen](https://lsfdiscourse.org/abraham-kuyper-dan-pandangan-alternatif-dalam-filsafat-politik-kristen/): Telaah terhadap pemikiran Kuyper tidak hanya memungkinkan kita memahami bagaimana kaitan Kekristenan dengan politik dan bagaimana seharusnya orang Kristen terlibat dalam politik. Lebih dalam dari itu, Kuyper pun menyajikan pola hubungan agama-negara, yang masih relevan di abad kedua puluh satu ini. - [Ambivalensi Dua Matra Dalam Film Insomnia (1997)](https://lsfdiscourse.org/ambivalensi-dua-matra-dalam-film-insomnia-1997/): Lewat gambaran ekstrem Sade, manusia selalu berada dalam posisi yang ambivalen alias mendua antara ide tentang kebaikan dan tindakan yang disebut kejahatan. - [Membongkar Distorsi Kolonialis dan Orientalis terhadap Apa Itu Agama](https://lsfdiscourse.org/membongkar-distorsi-kolonialis-dan-orientalis-terhadap-apa-itu-agama/): Pendekatan dekolonisasi terhadap studi agama menawarkan potensi untuk bergerak melampaui batasan-batasan ini, yang memungkinkan pemahaman yang lebih bernuansa, penuh hormat, dan akurat tentang berbagai tradisi spiritual. - [Pasca Dialektika Profetik: Tinjauan Sejarah](https://lsfdiscourse.org/pasca-dialektika-profetik-tinjauan-sejarah/): Pasca dialektika adalah sebuah teori tentang berakhirnya orde lama rasionalitas dalam argumen dan datangnya orde baru persuasi. - [Kosmologi Pengetahuan Seyyed Hossein Nasr: Sebuah Perspektif Filsafat Wujud](https://lsfdiscourse.org/kosmologi-pengetahuan-seyyed-hossein-nasr-sebuah-perspektif-filsafat-wujud/): Pemikiran Seyyed Hossein Nasr mengenai sains menawarkan kritik tajam terhadap pandangan dunia modern yang mendasarkan segala sesuatu pada materialisme dan sekularisme. - [Kursus Filsafat Dasar - Pengantar Filsafat](https://lsfdiscourse.org/kursus-filsafat-dasar-pengantar-filsafat/): Lingkar Studi Filsafat Discourse (LSFD) kembali menyelenggarakan kegiatan kursus filsafat dasar yang dihadiri oleh sejumlah peserta yang antusias memasuki dunia filsafat. Kegiatan ini dipandu oleh Firmansyah Sundana, sebagai pemateri pengantar filsafat. Kegiatan ini dirancang untuk menciptakan ruang berpikir interaktif, di mana peserta tidak hanya menjadi pendengar pasif, tetapi juga terlibat aktif dalam proses bernalar. Melalui diskusi, peserta diajak untuk mengkaji berbagai pertanyaan filosofis. Dalam sesi ini, para peserta tidak hanya diajak untuk memahami pertanyaan mendasar seperti “Apa itu filsafat?”, tetapi juga diajak untuk secara aktif berfilsafat. Kegiatan ini dibuka dengan pantikan seputar pertanyaan-pertanyaan mendasar tentang filsafat yang memancing pemikiran kritis dan […] - [Menyelami Dimensi Rasa Sebagai Jagad Intelektualitas Masyarakat Jawa Melalui Filsafat Kawruh Jiwa Ki Ageng Suryomentaram](https://lsfdiscourse.org/menyelami-dimensi-rasa-sebagai-jagad-intelektualitas-masyarakat-jawa-melalui-filsafat-kawruh-jiwa-ki-ageng-suryomentaram/): Masyarakat Jawa memiliki keluhuran dalam akal budi dan budaya yang tercermin dalam tiap tata laku, kata, tindakan, hingga pemikiran-pemikirannya. - [Hell is Other People: Sebuah Uraian](https://lsfdiscourse.org/hell-is-other-people-sebuah-uraian/): Orang lain menjadi neraka akan mungkin bila bad faith mengungkung kita, dan di dalam bad faith kita cenderung untuk melihat manusia sebagai sebuah esensialitas, suatu yang memiliki karakteristik tetap. - [Peter Wessel Zapffe: Antinatalisme dan Eksistensialisme-Evolusionis?](https://lsfdiscourse.org/peter-wessel-zapffe-antinatalisme-dan-eksistensialisme-evolusionis/): Belajar atau tak belajar, berpikir atau tak berpikir, bunuh diri atau berumur panjang, pada akhirnya, kita akan menyesali keduanya. - [Aristoteles Raksasa Filsafat Peletak Dasar-Dasar Utama Pemikiran Barat](https://lsfdiscourse.org/aristoteles-raksasa-filsafat-peletak-dasar-dasar-utama-pemikiran-barat/): Pandangan Aristoteles mengenai dunia, seperti juga sebagian besar pemikirannya, menghargai manusia dan merayakan potensi manusia. - [Dari Goa Plato ke Desiring-Machines: Refleksi Filosofis tentang Entitas Manusia di Era AI](https://lsfdiscourse.org/dari-goa-plato-ke-desiring-machines-refleksi-filosofis-tentang-entitas-manusia-di-era-ai/): Barangkali kita perlu melepaskan diri dari berbagai macam konformitas untuk kembali menemukan makna dalam kehidupan mereka sendiri, dan mungkin mencapai kebebasan algoritmik. - [Skizoanalisis: Sekeping Pengantar Diskusi](https://lsfdiscourse.org/skizoanalisis-sekeping-pengantar-diskusi/): Skizoanalisis tetap menjadi perangkat yang berharga untuk memahami subjektivitas dan masyarakat. - [Kita dan Praktik Ateisme](https://lsfdiscourse.org/kita-dan-praktik-ateisme/): Dengan demikian, untuk mengatasi agar tidak terjerumus pada lingkup ateisme praktis, kita harus mempertebal keyakinan dengan mendalami studi agama seperti, membangun argumentasi teologis keberadaan Tuhan dan mengamalkan praktik keagamaan yang telah digariskan dalam kitab suci. - [Liputan Kegiatan Book Talk: Dialog Karya bersama Eka Kurniawan dan Intan Paramaditha](https://lsfdiscourse.org/liputan-kegiatan-book-talk-dialog-karya-bersama-eka-kurniawan-dan-intan-paramaditha/): Acara Book Talk yang menghadirkan dua penulis ternama Indonesia, Eka Kurniawan dan Intan Paramaditha, dapat secara langsung menjadi ajang dialog inspiratif seputar karya-karya mereka. - [Memahami Peran Nature dan Nurture dalam Kehidupan](https://lsfdiscourse.org/memahami-peran-nature-dan-nurture-dalam-kehidupan/): Nature dan Nurture merupakan aspek yang saling melengkapi dalam kehidupan. Perpaduan dan keselarasan yang tepat antara keduanya akan menciptakan peluang yang lebih besar terhadap pencapaian dalam kehidupan. - [Refleksi Pesimistis Zaman Ini](https://lsfdiscourse.org/refleksi-pesimistis-zaman-ini/): Pernahkah kita berpikir kenapa permasalahan-permasalahan umat manusia dari sejak dulu hingga sekarang tak pernah terselesaikan? Berbagai macam cara, metode, teknologi diciptakan guna mengatasi problematika kehidupan manusia. Hasilnya selalu sama: Penyelesaian tambal sulam. - [Artificial Intelligence dan Kisah Psyche Masa Kini](https://lsfdiscourse.org/artificial-intelligence-dan-kisah-psyche-masa-kini/): Cinta tak pernah mati. Eros tetap kembali untuk Psyche. Intimitas keduanya melahirkan Hedone. AI tidak ditinggalkan. Ia tetap menjadi bagian dari rutinitas; di dalam genggaman, di saku baju atau saku celana, di tas, di mobil, di rumah, dan di mana-mana. - [Kerangka Berpikir Filosofis](https://lsfdiscourse.org/kerangka-berpikir-filosofis/): Berpikir filosofis memiliki beberapa karakteristik yang perlu dihindari agar dapat mencapai pemikiran yang lebih objektif dan kritis. - [Ada Apa Dengan Negeriku?](https://lsfdiscourse.org/ada-apa-dengan-negeriku/): Sistem filsafat Immanuel Kant disebut sebagai kritisisme yaitu filsafat yang memulai kajiannya pada pengenalan terhadap hal-hal yang bisa dilakukan oleh rasio dan batasan kemampuannya. - [Karl Marx: Mengkritik Kapitalisme dalam Analisis Ekonomi Politik](https://lsfdiscourse.org/karl-marx-mengkritik-kapitalisme-dalam-analisis-ekonomi-politik/): Saya pikir, kadang-kadang ketika kita mencoba untuk mengikis semua keragaman dan kerumitan tersebut untuk mendapatkan teori yang paling “elegan” atau teori yang paling mudah dicerna dalam satu kalimat singkat, kita kehilangan banyak hal yang membuat kapitalisme menjadi sebuah sistem yang berbeda. - [Hans Kelsen: Positivisme Hukum, Grundnorm, dan Stufenbau Theory](https://lsfdiscourse.org/hans-kelsen-positivisme-hukum-grundnorm-dan-stufenbau-theory/): Memahami hukum bisa dibilang sebagai studi yang berfokus pada suatu sistem norma yang memiliki sifat memaksa dan mengatur. ## Pages - [Pendaftaran Anggota Baru](https://lsfdiscourse.org/pendaftaran-anggota-baru/): Viva philosophia! Muda-mudi filsafat, mari bergabung dalam gerakan belajar yang dinamis nan ketat yang berfokus dalam belajar filsafat dan logika, ialah bidang pemikiran yang merupakan tulang punggung dari seluruh ilmu. Lingkar Studi Filsafat Discourse merupakan kelompok multidisiplin yang mendedikasikan diri dalam memperkokoh akar keilmuan filsafat, sebagai fondasi dan modal berbagai ilmu terapan yang kamu tekuni. Tidah hanya belajar filsafat, apa yang bisa kita lakukan dalam kelompok belajar adalah berfilsafat, ialah perjalanan menempuh pencarian panjang dalam upaya memahami permasalahan universal dan keseharian. Selain itu kami telah menempuh pengalaman dalam berbagai penulisan ilmiah, diskusi, debat pada berbagai diskursus filsafat. Mari mengasah nalar, menajamkan […] - [Kegiatan](https://lsfdiscourse.org/kegiatan/) - [Videos](https://lsfdiscourse.org/videos/): Discourse menghadirkan pemikiran filosofis dalam format visual. Di sini Anda akan menemukan podcast dan monolog yang menjelajahi gagasan-gagasan mendalam tentang kehidupan, eksistensi, dan makna. Setiap episode dirancang untuk mengajak Anda dalam perjalanan reflektif—mendengarkan pemikir yang sedang merenungi isu-isu filosofis yang relevan dengan dunia kita. Baik melalui percakapan intim dalam podcast maupun perenungan personal dalam monolog, konten audio dan visual kami menghadirkan filosofi dalam bentuk yang lebih hidup dan accessible. Nikmati, dengarkan, dan biarkan diri Anda terbawa dalam dialog dengan ide-ide yang mengubah cara kita memandang hidup. - [Pendaftaran Debat Terbuka](https://lsfdiscourse.org/pendaftaran-debat-terbuka/): Persyaratan Peserta Submisi Karya Tulis Isi Submisi Peserta diminta menulis position paper (contoh position paper bisa dilihat di sini) atau naskah pembuka yang memuat argumen utama sesuai mosi yang dipilih. Ketentuan: 200-600 kata. Tulisan harus memuat: Format Penulisan Batas Waktu Seleksi Panitia menilai submisi berdasarkan rubrik berikut (total 100): Pengumuman Hasil Kewajiban Peserta Terpilih Diskualifikasi Peserta dapat didiskualifikasi apabila: Ketentuan Tambahan Penutup Laman ini bertujuan menyediakan tata kelola yang jelas dan adil dalam tahap partisipasi acara debat. Untuk bagian mekanisme debat (format pidato, durasi, POI, penjurian), panitia akan menerbitkan laman terpisah. - [Surat Redaksi](https://lsfdiscourse.org/surat-redaksi/): Pada catatan pembuka Frederick Beiser dalam Diotima’s Children, ia mengungkapkan bahwa salah satu tradisi berpikir yang diwariskan kepada kita dari para filsuf tradisional ialah untuk mencari keindahan kehidupan serta mengejar kebenaran dan ilmu pengetahuan. Hal yang sama merupakan harapan dari para filsuf kontemporer seperti Rebecca Buxton dan Lisa Whiting dalam pengantar bagi buku The Philosopher Queens. Pada kesempatan yang sama Buxton dan Whiting menyatakan bahwa dalam studi filsafat, kisah hidup maupun produk pemikiran filsuf perempuan masih belum terwakili dengan baik. Perempuan dalam proses perkembangan filsafat menjadi seks kedua yang mendapatkan tempat berbeda dengan kelompok yang dirasa memiliki kelebihan dalam bidang tersebut. […] - [Privacy Policy](https://lsfdiscourse.org/privacy-policy/): At lsfdiscourse, accessible from lsfdiscourse.org, one of our main priorities is the privacy of our visitors. This Privacy Policy document contains types of information that is collected and recorded by lsfdiscourse and how we use it. If you have additional questions or require more information about our Privacy Policy, do not hesitate to contact us. This Privacy Policy applies only to our online activities and is valid for visitors to our website with regards to the information that they shared and/or collect in lsfdiscourse. This policy is not applicable to any information collected offline or via channels other than this website. […] - [Beranda](https://lsfdiscourse.org/) - [Cara bergabung ke server Discord LSF Discourse melalui smartphone android](https://lsfdiscourse.org/join-our-discord/): 1. Download aplikasi Discord terlebih dahulu. Aplikasi Discord dapat ditemukan di Google Play Store atau Anda bisa langsung download di sini. 2. Buka aplikasinya lalu pilih Register. Apabila Anda sudah memiliki akun sebelumnya, pilih Login. 3. Setelah Anda pilih Register, Anda akan diminta untuk verifikasi hCaptcha. Verifikasi ini dilakukan agar Discord dapat memastikan bahwa Anda bukanlah bot. 4. Apabila Anda berhasil menjawab soal yang diberikan oleh Discord, Anda akan diminta untuk mengisi nomor telepon atau email (pilih salah satu), lalu pilih Next. Apabila Anda mendaftar dengan nomor telepon, Anda akan dikirimkan kode pengesahan dari Discord (isi permintaan kode di aplikasi sesuai […] - [Download](https://lsfdiscourse.org/download/): Daftar Isi Filsafat Islam Filsafat Sejarah Filsafat Pancasila Filosof Putri Filsafat Posthuman Estetika Filsafat Perubahan Iklim Belajar Bersama Komunitas Bebas Kekerasan Seksual Materi Kajian Filsafat Islam Episteme dan Ketidaksadaran Kognitif dalam Kritik Nalar Al-Jabiri (Dr. Mohamad Anas, M. Phil.) Relativisme dan Absolutisme Moral (Firmansyah Sundana) Konsep Manusia menurut Ibn Sina (Muhammad Syaifurrijal) Filsafat Perbandingan Al-Ghazali dan Aquinas (Dika Sri Pandanari) Materi Kajian Filsafat Sejarah Reversi Mitologi Jawa (Bondhan Rio) Filsafat Sejarah Reversi Mitologi (Departemen Filsafat Sejarah LSFD) Materi Kajian Filsafat Pancasila Filsafat Pancasila (Dr. Mohamad Anas, M.Phil.) Filsafat Timur dan Pancasila (Dika Sri Pandanari) Seri Kajian Filosof Putri Diskursus Seni Susanne […] - [Artikel](https://lsfdiscourse.org/artikel/) - [Login](https://lsfdiscourse.org/login/): Login Register User Name * Email * Password * Submit - [Tentang kami](https://lsfdiscourse.org/tentang-kami/): Discourse adalah majalah digital yang menghadirkan gagasan dan ide filosofis untuk merefleksikan kehidupan kita. Kami mengeksplorasi pemikiran filosofis—dari konsep klasik hingga perspektif kontemporer—dengan tujuan membuat filsafat lebih accessible dan relevan bagi semua orang dalam kehidupan sehari-hari. Melalui artikel, esai, dan wawasan mendalam, kami mengajak pembaca untuk berpikir kritis tentang berbagai aspek eksistensi manusia, nilai-nilai, pengetahuan, dan makna. Setiap tulisan dirancang untuk menginspirasi dialog dan refleksi personal yang bermakna. Siapa Kami? Discourse dikelola oleh Lingkar Studi Filsafat Discourse (LSF Discourse), sebuah komunitas pembelajar filsafat yang berbasis di Malang. Komunitas kami berkumpul secara berkala untuk berdiskusi, berbagi pengetahuan, dan mengembangkan pemahaman filosofis bersama. […] - [Hubungi Kami](https://lsfdiscourse.org/hubungi-kami-2/): Alamat kantor kami Jl. Mertojoyo B1 Kota Malang Indonesia Kontak Pusat Bantuan +62 813 2692 1698 redaksi@lsfdiscourse.org Setiap hari, 10:00-15:00 WIB. - [Sitemap](https://lsfdiscourse.org/sitemap-xml/): [wp_sitemap_page] - [Menulis Bersama Kami](https://lsfdiscourse.org/kontribusi/): Jika Anda memiliki perenungan mendalam tentang kehidupan dan filosofi, kami mengundang Anda untuk membagikannya dengan komunitas kami. Ingatan tidak kuat melawan waktu—ide Anda layak diabadikan dan dibaca oleh pembaca Discourse. Berkontribusi dengan kami sangat mudah. Kiriman esai Anda melalui formulir yang tersedia di halaman pengiriman tulisan, dan tim redaksi kami akan meninjau karya Anda dengan cermat. Kategori Tulisan Refleksi Refleksi adalah ruang bagi Anda untuk menuangkan gagasan filosofis mengenai isu-isu terkini maupun perenial. Kategori ini sempurna untuk pembaca yang ingin menggali makna, mengajukan pertanyaan kritis, atau menawarkan perspektif baru tentang kehidupan. Kajian Tokoh Kajian Tokoh menghadirkan pemikiran filosofis dari para pemikir—baik […] ## Optional - [Agent (MCP protocol)](websites-agents.hostinger.com/lsfdiscourse.org/mcp) [comment]: # (Generated by Hostinger Tools Plugin)