# Lingkar Studi Filsafat Discourse > Ex Philosophia Claritas ## Posts - [Krisis Moralitas Dan Martabat Dalam Dunia Digital: Ketika Like Dan Followers Lebih Berharga Dari Nilai Diri](https://lsfdiscourse.org/krisis-moralitas-dan-martabat-dalam-dunia-digital-ketika-like-dan-followers-lebih-berharga-dari-nilai-diri/): Perjuangan etika di era digital bukanlah tentang sensor atau regulasi yang represif, melainkan tentang revolusi martabat yang mendasar: masyarakat harus berhenti menjadi konsumen pasif dari objektivikasi dan mulai bertindak sebagai agen moral aktif. - [Melihat Kecemasan Status Sosial di Indonesia bersama Alain de Botton](https://lsfdiscourse.org/melihat-kecemasan-status-sosial-di-indonesia-bersama-alain-de-botton/): Diperlukan kesunyian untuk merefleksikan diri sendiri dalam dunia yang makin riuh dan cepat ini. Diperlukan pula kesadaran, baik personal maupun struktural, agar hidup tak terjerembab pada kecemasan yang tak berkesudahan. - [Sisyphus dan Meursault: Refleksi atas Absurditas Hidup dalam Pemikiran Albert Camus](https://lsfdiscourse.org/sisyphus-dan-meursault-refleksi-atas-absurditas-hidup-dalam-pemikiran-albert-camus/): Pemikiran Camus tentang absurditas kehidupan diejawantahkan secara paling kuat dalam esainya yang berjudul The Myth of Sisyphus. - [Algoritma membentuk Harapan](https://lsfdiscourse.org/algoritma-membentuk-harapan/): Imajinasi kita tidak lagi muncul dari kejutan, melainkan dari rekomendasi. Kita membayangkan bukan karena ingin, tetapi karena disarankan untuk ingin. Dunia digital tidak lagi hanya memfasilitasi imajinasi, tetapi secara perlahan menulis ulang batas-batasnya. - [Agonisme Chantal Mouffe dan Tantangan Demokrasi di Indonesia](https://lsfdiscourse.org/agonisme-chantal-mouffe-dan-tantangan-demokrasi-di-indonesia/): Chantal Mouffe kerap dibaca sebagai antitesis Jürgen Habermas, terutama karena kritiknya terhadap konsensus rasional yang diyakini Habermas sebagai fondasi deliberasi demokratis. - [Pergeseran Epistemologis: Dari Eksistensialis ke Strukturalis](https://lsfdiscourse.org/pergeseran-epistemologis-dari-eksistensialis-ke-strukturalis/): Bergesernya paradigma subjektivisme terhadap strukturalisme, tidak hanya sebagai implikasi filosofis. Namun sekaligus menjadi ‘revolusi epistemologis’ yang menempatkan subjek tidak lagi memiliki otonomi dan kebebasan seperti yang diandaikan oleh Sartre. - [Ingatan Netizen: Ketika Nostalgia Menjadi Bentuk Pengetahuan](https://lsfdiscourse.org/ingatan-netizen-ketika-nostalgia-menjadi-bentuk-pengetahuan/): Di tengah derasnya arus digital yang mengabadikan setiap fragmen hidup, kemampuan untuk mengingat dengan sadar adalah bentuk paling halus dari kebijaksanaan masa kini. - [Imajinasi Kita Diproduksi oleh Mesin](https://lsfdiscourse.org/imajinasi-kita-diproduksi-oleh-mesin/): Dunia digital dipenuhi hasil ciptaan yang tampak kreatif, namun lahir tanpa pengalaman, tanpa pergulatan batin, tanpa tubuh yang merasakan. - [Dilema Autentisitas di Era Neoliberal](https://lsfdiscourse.org/dilema-autentisitas-di-era-neoliberal/): Eksplorasi ketegangan antara ritual dan autentisitas dalam masyarakat kontemporer. Kritik Byung-Chul Han terhadap neoliberalisme dan solusi etika Levinas. - [Antara Feminisme dan Misandri: Membaca Ulang Narasi Gender Di Indonesia](https://lsfdiscourse.org/antara-feminisme-dan-misandri-membaca-ulang-narasi-gender-di-indonesia/): Masyarakat Indonesia masih sangat dipengaruhi oleh nilai-nilai patriarkal. Laki-laki sering kali diberikan keistimewaan sosial dalam berbagai bidang, mulai dari kepemimpinan, ekonomi, hingga keputusan domestik. - [Konsep Mahiyyah dalam Filsafat Islam](https://lsfdiscourse.org/konsep-mahiyyah-dalam-filsafat-islam/): Filsafat Islam atau Hikmah Ilahiyyah atau Ilahiyyat memiliki pemikiran mendasar bahwa dunia eksternal terdiri dari kemandirian wujud atau aktus (al-tahaqquq al-khariji). - [Mauvaise Foi dan Abang-abang Kampus Anti Mainstream](https://lsfdiscourse.org/mauvaise-foi-dan-abang-abang-kampus-anti-mainstream/): Konsep mauvaise foi Sartre membongkar aktivisme semu di kampus. Bagaimana bad faith mengubah perlawanan sejati menjadi panggung pencitraan dan kebohongan diri? - [Dramaturgi Goffman di Dunia Open World Game](https://lsfdiscourse.org/dramaturgi-goffman-di-dunia-open-world-game/): Dramaturgi Goffman menjelaskan fenomena open world game sebagai ruang sosial terstruktur di mana manusia menemukan kebebasan dalam batas-batas yang jelas. - [Bahasa dan Kuasa yang Tak Terucap](https://lsfdiscourse.org/kekerasan-simbolik-bagaimana-bahasa-menjadi-alat-kuasa/): Bagaimana bahasa menjadi alat kekuasaan? Analisis kekerasan simbolik, hegemoni wacana, dan sensor diri di era digital. Dari Wittgenstein hingga media sosial. - [Etika Promethean: Solusi Filosofis untuk Konflik Modern](https://lsfdiscourse.org/ketiadaan-imajinasi-promethean-sebuah-penyelidikan-filosofis-tentang-konflik-kontemporer-dan-kegagalan-kepemimpinan/): Normalisasi ini menciptakan "penularan Promethean" di mana kegagalan imajinasi dan tanggung jawab etika pada satu pemimpin dapat secara implisit atau eksplisit membenarkan kegagalan serupa pada orang lain, yang mengarah pada erosi global nilai-nilai humanistik dan peningkatan kecenderungan kekerasan. - [Mencintai dengan Berani: Kritik Humanisme Erich Fromm terhadap Rasionalisme Stoik](https://lsfdiscourse.org/mencintai-dengan-berani/): Cinta sejati, dalam pandangan Fromm, tidak bisa dijalankan dengan jaminan timbal-balik. Hal inilah yang membedakan cinta dari transaksi. Mencintai berarti berani rapuh dan terbuka... [itu] merupakan tindakan keberanian eksistensial tertinggi. - [Selayang Pandang Sejarah dan Tradisi Psikoanalisis](https://lsfdiscourse.org/selayang-pandang-sejarah-dan-tradisi-psikoanalisis/): Freud memahami bahwa ternyata seseorang dapat sakit bukan karena ia tidak sehat atau bersih, bukan karena ia tidak mengonsumsi makanan bergizi, tapi seseorang dapat sakit karena ia memiliki perasaan bersalah. - [Pemikiran Blaise Pascal tentang Iman dan Rasio](https://lsfdiscourse.org/pemikiran-blaise-pascal-tentang-iman-dan-rasio/): Kehidupan dan perjalanan intelektual Paskal sungguh menarik, dari karir akademik dalam bidang sains dan berakhir sebagai seorang pemikir agama yang banyak memberikan pembelaan terhadap iman yang dipercayainya. - [Menyelami Pemikiran Freud-Menemukan Diri yang Sejati](https://lsfdiscourse.org/menyelami-pemikiran-freud-menemukan-diri-yang-sejati/): Diri terbentuk dari akumulasi interaksi yang kita jalani—baik dengan diri sendiri maupun dengan lingkungan sekitarIstilah-istilah seperti “kamu adalah apa yang kamu makan”, “kamu adalah apa yang kamu lihat”, dan “kamu adalah apa yang kamu lakukan” menunjukkan bahwa pembentukan diri tidak bisa dilepaskan dari realitas eksternal - [Filosofi Land Ethic Untuk Masa Depan Bumi](https://lsfdiscourse.org/filosofi-land-ethic-untuk-masa-depan-bumi/): Di tengah eksploitasi alam akibat kapitalisme global, sebuah gagasan filosofis menawarkan jalan untuk kembali melihat ekologi sebagai mitra sejati. Suatu kondisi akan menjadi benar jika menjaga integritas, stabilitas, dan keindahan komunitas biotik. Sebaliknya sesuatu itu akan menjadi salah jika mengarah pada hal yang bertentangan. - [Nosferatu (1922): Proyeksi Mistisisme Pada Film Melalui Konsep Ide Plato](https://lsfdiscourse.org/nosferatu-1922-proyeksi-mistisisme-pada-film-melalui-konsep-ide-plato/): Konsep ide menurut Plato merupakan sesuatu yang berkaitan dengan pola-pola yang kekal dan abadi, bersifat spiritual dan klasik, yang darinya segala sesuatu dapat diciptakan. - [Militerisme dan Pendidikan dari Kacamata Althusserian](https://lsfdiscourse.org/militerisme-dan-pendidikan-dari-kacamata-althusserian/): Pendidikan akan selalu digunakan untuk mendiseminasi ideologi dominan, dengan demikian, juga mereproduksi kesadaran kultural. - [Menulis itu Penting: Pandangan Jordan B. Peterson](https://lsfdiscourse.org/menulis-itu-penting-pandangan-jordan-b-peterson/): Jika menulis adalah cara untuk menjelajahi pikiran dan memperbaiki diri, maka Jordan Peterson menyarankan agar seseorang memperlakukannya seperti menyusun bangunan megah: dimulai dengan fondasi yang kuat. - [Pencerahan dan Kesemenjanaan: Membedah Obsesi Manusia pada Makna](https://lsfdiscourse.org/pencerahan-dan-kesemenjanaan-membedah-obsesi-manusia-pada-makna/): Dalam lensa Nietzschean, pencerahan tak pernah bersifat netral. Dengan obsesi makna sebagai titik tolaknya, pencerahan pun bisa menjadi alat untuk melanggengkan kekuasaan sekelompok orang melalui kendalinya atas kriteria dari yang spektakuler, luar biasa, dan mengagumkan. - [Komunitarianisme dan Netralitas Negara](https://lsfdiscourse.org/komunitarianisme-dan-netralitas-negara/): Tidak seperti yang dibayangkan Rawls bahwa keadilan haruslah berupa kesetaraan [kesempatan]—komunitarianisme membuktikan sebaliknya, bahwa ketidaksetaraan justru membawa kepada keadilan yang responsif dan kontekstual. - [Banalitas Kejahatan dan Ilusi Kemanusiaan di Balik Simpati bagi Pelaku Kejahatan](https://lsfdiscourse.org/banalitas-kejahatan-dan-ilusi-kemanusiaan-di-balik-simpati-bagi-pelaku-kejahatan/): Kejahatan tetaplah kejahatan, dan keadilan harus tetap ditegakkan bukan dengan menanggalkan kemanusiaan, tetapi dengan menempatkan kemanusiaan secara proporsional dan berimbang: kepada korban, kepada pelaku, kepada masyarakat, dan pada akhirnya kepada penegakan hukum itu sendiri. - [Althusser: Intrepretasi pemikiran Karl Marx](https://lsfdiscourse.org/althusser-intrepretasi-pemikiran-karl-marx/): Salah satu pemikiran Marx yang penting adalah kata revolusi, yang dilihat Althusser penting untuk dikaji kembali dengan sudut pandang historis-kontekstual. - [Hermeneutika Gadamer](https://lsfdiscourse.org/hermeneutika-gadamer/): Sejarah gagasan menunjukkan bahwa baru pada masa Pencerahan, konsep prasangka memperoleh konotasi negatif yang dikenal saat ini. – Hans-Georg Gadamer – The Hermeneutic Circle Hans-Georg Gadamer, dalam penjelasannya tentang kritik terhadap prasangka pada masa Pencerahan menyoroti bagaimana intelektualitas masa itu menantang otoritas dan tradisi, terutama dalam konteks agama dan penafsiran teks, seperti Kitab Suci. Menurut pandangan umum di masa Pencerahan, kita harus membedakan dua jenis prasangka. Prasangka pada masa itu diyakini sebagai keyakinan yang tidak kritis.  Prasangka yang pertama adalah tentang prasangka karena otoritas manusia, yang muncul ketika kita terlalu menghormati orang lain atau tradisi tanpa berpikir kritis. Jenis prasangka […] - [Sukarno & Anarkisme: Kritik atas Pandangan Bung Karno Tentang Anarkisme](https://lsfdiscourse.org/sukarno-anarkisme-kritik-atas-pandangan-bung-karno-tentang-anarkisme/): Sebuah kesimpulan yang dangkal, jika mengatakan cara kerja atau tindakan kaum Anarkis itu adalah kekerasan dan penghancuran sebagaimana yang disampaikan Bung Karno. - [Koeksistensi Beauty and Goodness dalam pemikiran Plato](https://lsfdiscourse.org/koeksistensi-beauty-and-goodness-dalam-pemikiran-plato/): Hubungan antara kebaikan (to agathon) dan keindahan (to kalon) dalam filsafat Plato setidaknya saling melengkapi—artinya bahwa segala sesuatu yang baik juga indah, dan segala sesuatu yang indah juga baik—dalam ranah hal-hal konkret. - [Sejarah Epistemologi Menurut Berbagai Filsuf](https://lsfdiscourse.org/sejarah-epistemologi-menurut-berbagai-filsuf/): Pergeseran sejarah awal dari epistemologi terjadi saat filsafat beralih dari pendekatan yang berfokus pada ontologi; dari para pemikir pra-Cartesian ke kerangka kerja berorientasi epistemologis yang muncul bersama filsafat modern, khususnya setelah Descartes. - [Kaidah Filsafat: Ijtimā` al-Mitslayni Muhāl](https://lsfdiscourse.org/kaidah-filsafat-ijtima-al-mitslayni-muhal/): Terkumpulnya dua hal yang sama dalam satu lokus wujud yang sama di mana tidak terdapat di antaranya perbedaan sama sekali adalah suatu perkara yang mustahil. - [Sisyphus di Dunia Maya, Ketika Absurditas Menyembur di Balik Layar](https://lsfdiscourse.org/sisyphus-di-dunia-maya-ketika-absurditas-menyembur-di-balik-layar/): Di era digital ini, absurditas Camus adalah cermin yang menyoroti paradoks kehidupan modern: semakin kita mencari makna di dunia maya, semakin jelas bahwa makna itu hanya bisa ditemukan di dunia nyata, dalam tindakan kecil yang penuh kesadaran. - [Connecting Ideas: Etika Kantian dan Al-Ghazalian](https://lsfdiscourse.org/connecting-ideas-etika-kantian-dan-al-ghazalian/): Dengan seseorang dapat mematuhi suatu imperatif kategoris, Kant memperlihatkan bahwa kehendak orang tersebut mesti bebas dalam pengertian transendental yang ketat. - [Burung Gagak sebuah Gambaran Manusia yang Paradoksal](https://lsfdiscourse.org/burung-gagak-sebuah-gambaran-manusia-yang-paradoksal/): Memiliki keyakinan benar tentang bagaimana hidup dengan cara yang bijak tidak berarti menjadi orang yang bijaksana, tetapi mengharuskan seseorang untuk memiliki pilihan yang bijak. - [Tragisnya Posisi Ekonomi Indonesia](https://lsfdiscourse.org/tragisnya-posisi-ekonomi-indonesia/): Indonesia perlu mengintegrasikan kembali nilai-nilai lokal seperti gotong royong ke dalam sistem ekonominya, sekaligus mengurangi ketergantungan pada kapitalisme global untuk menemukan keseimbangan yang mendukung pembangunan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. - [Abraham Kuyper dan Pandangan Alternatif dalam Filsafat Politik Kristen](https://lsfdiscourse.org/abraham-kuyper-dan-pandangan-alternatif-dalam-filsafat-politik-kristen/): Telaah terhadap pemikiran Kuyper tidak hanya memungkinkan kita memahami bagaimana kaitan Kekristenan dengan politik dan bagaimana seharusnya orang Kristen terlibat dalam politik. Lebih dalam dari itu, Kuyper pun menyajikan pola hubungan agama-negara, yang masih relevan di abad kedua puluh satu ini. - [Ambivalensi Dua Matra Dalam Film Insomnia (1997)](https://lsfdiscourse.org/ambivalensi-dua-matra-dalam-film-insomnia-1997/): Lewat gambaran ekstrem Sade, manusia selalu berada dalam posisi yang ambivalen alias mendua antara ide tentang kebaikan dan tindakan yang disebut kejahatan. - [Membongkar Distorsi Kolonialis dan Orientalis terhadap Apa Itu Agama](https://lsfdiscourse.org/membongkar-distorsi-kolonialis-dan-orientalis-terhadap-apa-itu-agama/): Pendekatan dekolonisasi terhadap studi agama menawarkan potensi untuk bergerak melampaui batasan-batasan ini, yang memungkinkan pemahaman yang lebih bernuansa, penuh hormat, dan akurat tentang berbagai tradisi spiritual. - [Pasca Dialektika Profetik: Tinjauan Sejarah](https://lsfdiscourse.org/pasca-dialektika-profetik-tinjauan-sejarah/): Pasca dialektika adalah sebuah teori tentang berakhirnya orde lama rasionalitas dalam argumen dan datangnya orde baru persuasi. - [Kosmologi Pengetahuan Seyyed Hossein Nasr: Sebuah Perspektif Filsafat Wujud](https://lsfdiscourse.org/kosmologi-pengetahuan-seyyed-hossein-nasr-sebuah-perspektif-filsafat-wujud/): Pemikiran Seyyed Hossein Nasr mengenai sains menawarkan kritik tajam terhadap pandangan dunia modern yang mendasarkan segala sesuatu pada materialisme dan sekularisme. - [Menyelami Dimensi Rasa Sebagai Jagad Intelektualitas Masyarakat Jawa Melalui Filsafat Kawruh Jiwa Ki Ageng Suryomentaram](https://lsfdiscourse.org/menyelami-dimensi-rasa-sebagai-jagad-intelektualitas-masyarakat-jawa-melalui-filsafat-kawruh-jiwa-ki-ageng-suryomentaram/): Masyarakat Jawa memiliki keluhuran dalam akal budi dan budaya yang tercermin dalam tiap tata laku, kata, tindakan, hingga pemikiran-pemikirannya. - [Hell is Other People: Sebuah Uraian](https://lsfdiscourse.org/hell-is-other-people-sebuah-uraian/): Orang lain menjadi neraka akan mungkin bila bad faith mengungkung kita, dan di dalam bad faith kita cenderung untuk melihat manusia sebagai sebuah esensialitas, suatu yang memiliki karakteristik tetap. - [Peter Wessel Zapffe: Antinatalisme dan Eksistensialisme-Evolusionis?](https://lsfdiscourse.org/peter-wessel-zapffe-antinatalisme-dan-eksistensialisme-evolusionis/): Belajar atau tak belajar, berpikir atau tak berpikir, bunuh diri atau berumur panjang, pada akhirnya, kita akan menyesali keduanya. - [Aristoteles Raksasa Filsafat Peletak Dasar-Dasar Utama Pemikiran Barat](https://lsfdiscourse.org/aristoteles-raksasa-filsafat-peletak-dasar-dasar-utama-pemikiran-barat/): Pandangan Aristoteles mengenai dunia, seperti juga sebagian besar pemikirannya, menghargai manusia dan merayakan potensi manusia. - [Dari Goa Plato ke Desiring-Machines: Refleksi Filosofis tentang Entitas Manusia di Era AI](https://lsfdiscourse.org/dari-goa-plato-ke-desiring-machines-refleksi-filosofis-tentang-entitas-manusia-di-era-ai/): Barangkali kita perlu melepaskan diri dari berbagai macam konformitas untuk kembali menemukan makna dalam kehidupan mereka sendiri, dan mungkin mencapai kebebasan algoritmik. - [Skizoanalisis: Sekeping Pengantar Diskusi](https://lsfdiscourse.org/skizoanalisis-sekeping-pengantar-diskusi/): Skizoanalisis tetap menjadi perangkat yang berharga untuk memahami subjektivitas dan masyarakat. - [Kita dan Praktik Ateisme](https://lsfdiscourse.org/kita-dan-praktik-ateisme/): Dengan demikian, untuk mengatasi agar tidak terjerumus pada lingkup ateisme praktis, kita harus mempertebal keyakinan dengan mendalami studi agama seperti, membangun argumentasi teologis keberadaan Tuhan dan mengamalkan praktik keagamaan yang telah digariskan dalam kitab suci. - [Liputan Kegiatan Book Talk: Dialog Karya bersama Eka Kurniawan dan Intan Paramaditha](https://lsfdiscourse.org/liputan-kegiatan-book-talk-dialog-karya-bersama-eka-kurniawan-dan-intan-paramaditha/): Acara Book Talk yang menghadirkan dua penulis ternama Indonesia, Eka Kurniawan dan Intan Paramaditha, dapat secara langsung menjadi ajang dialog inspiratif seputar karya-karya mereka. - [Memahami Peran Nature dan Nurture dalam Kehidupan](https://lsfdiscourse.org/memahami-peran-nature-dan-nurture-dalam-kehidupan/): Nature dan Nurture merupakan aspek yang saling melengkapi dalam kehidupan. Perpaduan dan keselarasan yang tepat antara keduanya akan menciptakan peluang yang lebih besar terhadap pencapaian dalam kehidupan. - [Refleksi Pesimistis Zaman Ini](https://lsfdiscourse.org/refleksi-pesimistis-zaman-ini/): Pernahkah kita berpikir kenapa permasalahan-permasalahan umat manusia dari sejak dulu hingga sekarang tak pernah terselesaikan? Berbagai macam cara, metode, teknologi diciptakan guna mengatasi problematika kehidupan manusia. Hasilnya selalu sama: Penyelesaian tambal sulam. - [Artificial Intelligence dan Kisah Psyche Masa Kini](https://lsfdiscourse.org/artificial-intelligence-dan-kisah-psyche-masa-kini/): Cinta tak pernah mati. Eros tetap kembali untuk Psyche. Intimitas keduanya melahirkan Hedone. AI tidak ditinggalkan. Ia tetap menjadi bagian dari rutinitas; di dalam genggaman, di saku baju atau saku celana, di tas, di mobil, di rumah, dan di mana-mana. - [Kerangka Berpikir Filosofis](https://lsfdiscourse.org/kerangka-berpikir-filosofis/): Berpikir filosofis memiliki beberapa karakteristik yang perlu dihindari agar dapat mencapai pemikiran yang lebih objektif dan kritis. - [Ada Apa Dengan Negeriku?](https://lsfdiscourse.org/ada-apa-dengan-negeriku/): Sistem filsafat Immanuel Kant disebut sebagai kritisisme yaitu filsafat yang memulai kajiannya pada pengenalan terhadap hal-hal yang bisa dilakukan oleh rasio dan batasan kemampuannya. - [Karl Marx: Mengkritik Kapitalisme dalam Analisis Ekonomi Politik](https://lsfdiscourse.org/karl-marx-mengkritik-kapitalisme-dalam-analisis-ekonomi-politik/): Saya pikir, kadang-kadang ketika kita mencoba untuk mengikis semua keragaman dan kerumitan tersebut untuk mendapatkan teori yang paling “elegan” atau teori yang paling mudah dicerna dalam satu kalimat singkat, kita kehilangan banyak hal yang membuat kapitalisme menjadi sebuah sistem yang berbeda. - [Hans Kelsen: Positivisme Hukum, Grundnorm, dan Stufenbau Theory](https://lsfdiscourse.org/hans-kelsen-positivisme-hukum-grundnorm-dan-stufenbau-theory/): Memahami hukum bisa dibilang sebagai studi yang berfokus pada suatu sistem norma yang memiliki sifat memaksa dan mengatur. - [Made In China: Masyarakat Sosialis-Konsumeris](https://lsfdiscourse.org/made-in-china-masyarakat-sosialis-konsumeris/): Tiongkok berhasil dalam bidang perekonomian karena mereka menghargai rakyatnya sebagai pemeran utama serta pertimbangan utama dari roda perekonomian. - [Kode Hammurabi Peraturan Tentang Ekonomi](https://lsfdiscourse.org/kode-hammurabi-peraturan-tentang-ekonomi/): Kode Hammurabi adalah warisan berharga dari peradaban Babilonia kuno. Kumpulan hukum ini tidak hanya mengatur aspek hukum dan sosial, tetapi juga memberikan gambaran yang jelas tentang sistem ekonomi yang berlaku pada masa itu. - [Mengapa Mencinta Adalah Pilihan Paling Masuk Akal](https://lsfdiscourse.org/mengapa-mencinta-adalah-pilihan-paling-masuk-akal/): Dalam masyarakat kontemporer yang penuh komodifikasi, cinta berubah menjadi lebih transaksional. - [Hauntologi Dan Kegagalan Akan Masa Depan](https://lsfdiscourse.org/hauntologi-dan-kegagalan-akan-masa-depan/): Hauntologi yang lahir dari “The Specters of Marx” atau dalam bahasa Indonesia memiliki terjemahan “hantu dari Marx” dapat menjadi pengingat bahwa masa depan tidak selalu datang secara ideal. - [Analisis Wacana Politik](https://lsfdiscourse.org/analisis-wacana-politik/): Wacana politik bukan hanya tentang teks atau pembicaraan, tetapi merupakan bentuk tindakan politik. - [Fetisisme Komoditas](https://lsfdiscourse.org/fetisisme-komoditas/): Kita terbiasa dengan ide bahwa kenyataan itu tidak selalu sesuai dengan apa yang dibayangkan. Dan anehnya ide ini hampir dapat dikatakan cukup menenangkan, di mana kita mendapatkan gambaran Burger ideal McDonald di TV atau platform lain, dan kita tidak merasa ditipu ketika datang ke restoran dan mendapatkan bentuk makanan yang tidak sesempurna iklannya. - [Teleologi Alfred Adler dalam Konsep "Life Lie"](https://lsfdiscourse.org/teleologi-alfred-adler-dalam-konsep-life-lie/): Kunci utama dari pemikiran psikologi ala Adler ialah, bahwa setiap orang memiliki rasa rendah diri yang menjadi landasan bagi mereka untuk berkembang secara emosional, pemikiran, hingga tingkah laku. - [Absurditas sebagai Realitas](https://lsfdiscourse.org/absurditas-sebagai-realitas/): Camus percaya bahwa karena hidup ini absurd, sia-sia, dan sama sekali tidak bermakna, kita justru harus memberontak dengan menolak menyerah kepadanya, sehingga bunuh diri dalam segala rupa dan bentuknya bukan cara yang memadai untuk menghadapi absurditas. - [Menyembuhkan Filsafat dari Hyper-Intelektualisasi](https://lsfdiscourse.org/menyembuhkan-filsafat-dari-hyper-intelektualisasi/): Kita membutuhkan filsafat yang berpusat pada perasaan dan mengenalinya sebagai aspek sentral dari apa artinya menjadi manusia. - [Mengapa Ekososialisme Membutuhkan Marx](https://lsfdiscourse.org/mengapa-ekososialisme-membutuhkan-marx/): Dalam bagian akhir kata pengantar untuk edisi kedua Marx and Nature Paul Burkett, John Bellamy Foster merefleksikan perubahan signifikan dalam sikap kalangan kiri terhadap ekologi Marx: “Hari ini penjelasan Marx mengenai problem ekologis dikaji di universitas di seluruh dunia dan menginspirasi aksi ekologis di dunia global” - [Menimbang ‘Wajah’ Pancasila](https://lsfdiscourse.org/menimbang-wajah-pancasila/): Perumusan dasar negara melibatkan kacamata kritis-filosofis dari para pendiri bangsa. Pancasila bukan dasar negara yang taken for granted, tapi ia lahir dari diskursus yang ketat. - [Revolusi Kryptonian: Utopia Atau Salah Kaprah?](https://lsfdiscourse.org/revolusi-kryptonian-utopia-atau-salah-kaprah/): Kapitalisme tidak identik dengan sistem keuangan. Sebaliknya, kapitalisme lah yang mendisrupsi konsep uang yang sebelumnya merupakan alat pertukaran dengan tujuan untuk pemenuhan kebutuhan, menjadi media untuk menimbun kekayaan. - [Islam, Fatsun Politik, Dan Budaya Politik Machiavelli](https://lsfdiscourse.org/islam-fatsun-politik-dan-budaya-politik-machiavelli/): Panorama politik pasca Pemilu 2024 menggambarkan suatu kerusakan konstelasi politik yang serius akibat berlangsungnya dinamika politik yang jauh dari nilai-nilai keadaban. - [Kritik Ekonomi ala Ali Syari’ati](https://lsfdiscourse.org/kritik-ekonomi-ala-ali-syariati/): Syari'ati berusaha menghapus ketidakadilan dalam masyarakat dan membangun kesejahteraan berdasarkan keimanan dan moral. - [Relasi Kuasa dan Pengetahuan Void Century One Piece](https://lsfdiscourse.org/relasi-kuasa-dan-pengetahuan-void-century-one-piece/): Pandangan kekuasaan modern mengungkapkan bahwa kekuasaan yang menggunakan hukum sebagai alat memiliki efek represi dan bersifat negatif. - [Asal Usul dan Manfaat Uang](https://lsfdiscourse.org/asal-usul-dan-manfaat-uang/): Barang yang bermanfaat belum tentu memiliki nilai tukar, dan di lain hal, barang yang berharga belum tentu dapat memberikan manfaat, sehingga tidak ada yang lebih berharga dari kedua istilah tersebut, masing-masing memiliki peran dan lingkupnya sendiri.  - [Dune dan Kritik atas Gagasan Kebaikan Melawan Kejahatan](https://lsfdiscourse.org/dune-dan-kritik-atas-gagasan-kebaikan-melawan-kejahatan/): Terdapat harapan emansipatoris yang bisa kita gunakan sebagai cerita yang mengandung pembelajaran untuk memahami bahwa kita tidak akan pernah terselamatkan melalui harapan dan keuntungan palsu. - [Menemukan Konsep Toleransi](https://lsfdiscourse.org/menemukan-konsep-toleransi/): Toleransi adalah sikap mental dan perilaku yang menghargai perbedaan, menerima keberagaman, dan bersedia bekerja sama dengan individu atau kelompok yang memiliki pandangan, keyakinan, atau latar belakang yang berbeda. - [Di Balik Humor](https://lsfdiscourse.org/di-balik-humor/): Dalam mitologi Yunani ada dewa atau muse bernama Gelo yang disembah dan sangat dihormati di samping dewa-dewi lainnya. Gelo dianggap patut disembah karena dialah yang memungkinkan manusia dapat tertawa. - [Metaepistemologi: Realisme dan Objektivitas](https://lsfdiscourse.org/metaepistemologi-realisme-dan-objektivitas-2/): Apakah benar bahwa benda yang sering kita lihat itu merupakan entitas yang nyata dan bukan merupakan halusinasi? - [Skena dan Dominasi](https://lsfdiscourse.org/skena-dan-dominasi/): Budaya skena mendorong kebebasan dan kreativitas baik dalam ranah musik dan pakaian. - [Teori Ilmiah: Produk Mewah Sains](https://lsfdiscourse.org/teori-ilmiah-produk-mewah-sains/): Sains akan selalu mendapatkan akses terbaiknya untuk memahami kompleksitas dunia ini ketika suatu teori tidak menutup diri untuk dibuktikan kebenarannya, melainkan melalui serangkaian pengujian yang coba untuk menyalahkan teori tersebut. - [Bioshock dan Objektivisme Ayn Rand](https://lsfdiscourse.org/bioshock-dan-objektivisme-ayn-rand/): Tidak ada masyarakat yang dapat mencegah keruntuhan sendiri ketika orang-orang rasional kehilangan akal sehat mereka. - [Don’t Look Up: Matinya Kepakaran dan Demokrasi](https://lsfdiscourse.org/dont-look-up-matinya-kepakaran-dan-demokrasi/): Don’t Look Up hendak menunjukkan bagaimana keketatan metodologis diinjak-injak oleh kepentingan pragmatis. - [Objektivitas Sebagai Kesetiaan Kepada Fakta](https://lsfdiscourse.org/objektivitas-sebagai-kesetiaan-kepada-fakta/): Jika ilmu pengetahuan bukan produk yang melampaui sejarah, mengapa ilmu pengetahuan dapat menciptakan sejarah yang berbeda dari sebelumnya? - [Deontologi Daredevil Lebih Moral Dibanding Konsekuensialisme Punisher](https://lsfdiscourse.org/deontologi-daredevil-lebih-moral-dibanding-konsekuensialisme-punisher/): Pendekatan Daredevil merepresentasikan kepercayaan dan harapan akan adanya masa depan yang lebih baik. Ia percaya pada potensi penebusan dan kekuatan hukum. - [Kritik terhadap Teori dan Pengetahuan](https://lsfdiscourse.org/kritik-terhadap-teori-dan-pengetahuan/): Dengan mengetahui sikap dan peran filsafat dan Jurgen Habermas terhadap teori, kita dapat menginisiasi diri pribadi untuk memperoleh pengetahuan sebagai pegangan dalam menjalani kehidupan dengan upaya yang dapat dipertanggung jawabkan. - [Dunia Jujutsu Kaisen, Dualisme atau Fisikalisme?](https://lsfdiscourse.org/dunia-jujutsu-kaisen-dualisme-atau-fisikalisme/): Pada saat Mahito bertemu dengan Nanami, Ia bertanya pada Nanami "mana yang ada lebih dahulu, jiwa atau tubuh ?" - [Implikasi Kontroversi Teologi Penciptaan Terhadap Psikologi Kehadiran Tuhan](https://lsfdiscourse.org/implikasi-kontroversi-teologi-penciptaan-terhadap-psikologi-kehadiran-tuhan/): Teologi Penciptaan, dalam kajian Ilmu Kalam, turut berkontribusi pada pengayaan khazanah psikologi, terutama dengan menempatkan isu pengetahuan manusia tentang status ontologis semesta ciptaan dan kesadaran kehadiran Tuhan sebagai materi pokok nan penting. - [Aktivisme Digital vs Ilmuan Gila: Permainan Alih Wahana sampai Jurang Algoritma](https://lsfdiscourse.org/aktivisme-digital-vs-ilmuan-gila-permainan-alih-wahana-sampai-jurang-algoritma/): Corak ruang komunikasi, bagi para aktivis merupakan sebuah rumah alternatif dan jalan terbaik untuk memperlebar, memperluas, dan memperdalam penyebaran ideologi, kepentingan, dan harapan-harapan baik atas nilai-nilai aktivisme (kesenjangan, keadilan, kebebasan). - [Petualangan Intelektual: Diskusi ala Sokrates, Merenung ala Heraklitus](https://lsfdiscourse.org/petualangan-intelektual-diskusi-ala-sokrates-merenung-ala-heraklitus/): Sokrates adalah filsuf Yunani yang lahir pada tahun 470 SM dan meninggal pada tahun 399 SM (Hatta, 1986). Dia diceritakan suka sekali berkelana, berkunjung ke tempat-tempat ramai termasuk Agora (Pasar dalam bahasa Yunani) atau hanya sekedar berjalan-jalan. - [Memahami "Seni Memahami" bersama Schleiermacher](https://lsfdiscourse.org/memahami-seni-memahami-bersama-schleiermacher/): "Pemahaman" atau "memahami" dalam diri manusia mengandaikan adanya suatu keterlibatan pribadi untuk menangkap makna yang ada di balik data. - [Jalan Terjal Menuju Tuhan: Puasa Media Sosial sebagai Solusi atas Krisis Jiwa Rasional](https://lsfdiscourse.org/jalan-terjal-menuju-tuhan-puasa-media-sosial-sebagai-solusi-atas-krisis-jiwa-rasional/): Pengetahuan sebagaimana adanya itu tidak mungkin dilakukan oleh makhluk lain selain manusia, sebab kinerjanya barangkali membutuhkan pemilahan dan analisis yang hanya bisa dilakukan oleh manusia. - [Keterkaitan Filsafat Modern dan Pasca Modern dengan Paradigma Penelitian Kualitatif](https://lsfdiscourse.org/keterkaitan-filsafat-modern-dan-pasca-modern-dengan-paradigma-penelitian-kualitatif/): Filsafat sebagai upaya untuk memahami realitas dan pengetahuan, memiliki pengaruh signifikan terhadap perkembangan paradigma penelitian. Dalam konteks penelitian kualitatif, filsafat modern dan pasca modern memberikan sumbangsih terhadap landasan teoretis dan metodologis. Esai ini akan membahas keterkaitan antara filsafat modern dan pasca modern dengan paradigma penelitian kualitatif, dengan fokus pada pengaruhnya terhadap asumsi, metodologi, dan interpretasi dalam penelitian. Filsafat Modern dan Pasca Modern: Selintas tentang Khazanah Intelektual Eropa Barat Di Eropa Barat, abad 17-18 yang mana disebut juga sebagai abad pencerahan menjadi titik balik dari sejarah kehidupan manusia. Eropa di masa tersebut mengalami satu kemajuan alam berpikir yang pesat. Hal tersebut […] - [Hidup Hanya Sekali dan Bagaimana Jika Itu Hanya Simulasi](https://lsfdiscourse.org/hidup-hanya-sekali-dan-bagaimana-jika-itu-hanya-simulasi/): Dari alegori gua Plato, kita tahu bahwa gagasan tentang kenyataan hidup sebagai simulasi ternyata sudah sangat tua, manusia di zaman Plato sudah menanyakan apakah manusia dan kehidupannya benar-benar ada dan nyata atau hanya rekaan dari simulasi yang diciptakan oleh entitas lain di luar dirinya. - [Kritik Metaetika Berbasis Neurofilosofi terhadap Teleologi](https://lsfdiscourse.org/kritik-metaetika-berbasis-neurofilosofi-terhadap-teleologi/): Berangkat dari ragam asumsi yang tidak teruji, filsafat etika menjegal diri sendiri dari potensi-potensi terbesarnya, seperti membangun landasan etika universal, atau bahkan mengenali kebenaran kesimpulannya sendiri. - [Jadi Berapa Besar Kapital Seksualmu?](https://lsfdiscourse.org/jadi-berapa-besar-kapital-seksualmu/): Metafora kapital seksual digunakan untuk menjelaskan bagaimana individu dalam masyarakat neoliberal mendapatkan keuntungan dari subjektivitas seksualnya (termasuk di dalamnya adalah sentimen, pemikiran, kapabilitas seksual, dan tindak seksual) baik dalam pasar ekonomi, perkawinan, ataupun dalam pasar “petualangan” seksual (relasi kencan singkat, dicirikan dengan maraknya aplikasi Tinder yang memengaruhi pemikiran Illouz tentang cinta). - [Determinisme Teknologi dalam Kacamata Herbert Marshall McLuhan](https://lsfdiscourse.org/determinisme-teknologi-dalam-kacamata-herbert-marshall-mcluhan/): Dengan memahami determinisme teknologi yang dikemukakan oleh Herbert Marshall McLuhan, kita dihadapkan pada pandangan yang menekankan peran sentral teknologi, terutama media, dalam membentuk perubahan sosial dan budaya manusia. McLuhan melihat teknologi sebagai agen penentu yang tidak hanya memengaruhi cara berpikir dan bertindak manusia, tetapi juga membentuk identitas mereka. - [Adorno & Horkheimer: Sebuah Analisis Kritis Industri Kebudayaan](https://lsfdiscourse.org/adorno-horkheimer-sebuah-analisis-kritis-industri-kebudayaan/): Masyarakat yang telah terhegemoni oleh industri budaya merupakan subjek pasif yang hanya menerima realitas buatan yang sebenarnya mensubordinasi, mendiskreditkan, dan membatasi mereka dalam bertindak. - [Mencari Otentisitas Hidup di Era Industri: Refleksi atas Otentisitas Hidup Kierkegaard dalam Konteks Kontemporer](https://lsfdiscourse.org/mencari-otentisitas-hidup-di-era-industri-refleksi-atas-otentisitas-hidup-kierkegaard-dalam-konteks-kontemporer/): Pencarian otentisitas hidup di era industri, bersama Kierkegaard sebagai panduan filosofis, mengajak kita untuk merenung tentang nilai-nilai yang mendasari keputusan hidup kita. - [Kebijakan Luar Negeri China dalam Tataran Filosofis dan Kritik atas Penerapannya](https://lsfdiscourse.org/kebijakan-luar-negeri-china-dalam-tataran-filosofis-dan-kritik-atas-penerapannya/): China abad modern juga kembali ke gagasan kuno China sebagai negara pusat dunia, tidak terbatas Eurasia, melainkan lebih luas, yang adalah filsafat Tianxia. - [Batas antara Memiliki dan Mencintaimu: Menuju Open-Individualism Daniel Kolak](https://lsfdiscourse.org/batas-antara-memiliki-dan-mencintaimu-menuju-open-individualism-daniel-kolak/): Jika kamu memiliki alasan untuk mencintai seseorang, kamu tak benar-benar mencintainya. - [Mensintesiskan Soteriologi Kompromi: Sebuah Kritik dalam Kebiasaan Beragama](https://lsfdiscourse.org/mensintesiskan-soteriologi-kompromi-sebuah-kritik-dalam-kebiasaan-beragama/): Segala bentuk rasa ingin tahu dan pencarian akan kebenaran bukanlah dosa yang harus ditanggung oleh manusia dalam ratap - [Kritik Arah Pembangunan Kita](https://lsfdiscourse.org/kritik-arah-pembangunan-kita/): Pembangunan sangat berkaitan dengan nilai, dan acap kali bersifat transendental, suatu gejala meta-disiplin, atau bahkan sebuah ideologi ## Pages - [Kegiatan](https://lsfdiscourse.org/kegiatan/) - [Videos](https://lsfdiscourse.org/videos/): Discourse menghadirkan pemikiran filosofis dalam format visual. Di sini Anda akan menemukan podcast dan monolog yang menjelajahi gagasan-gagasan mendalam tentang kehidupan, eksistensi, dan makna. Setiap episode dirancang untuk mengajak Anda dalam perjalanan reflektif—mendengarkan pemikir yang sedang merenungi isu-isu filosofis yang relevan dengan dunia kita. Baik melalui percakapan intim dalam podcast maupun perenungan personal dalam monolog, konten audio dan visual kami menghadirkan filosofi dalam bentuk yang lebih hidup dan accessible. Nikmati, dengarkan, dan biarkan diri Anda terbawa dalam dialog dengan ide-ide yang mengubah cara kita memandang hidup. - [Pendaftaran Debat Terbuka](https://lsfdiscourse.org/pendaftaran-debat-terbuka/): Persyaratan Peserta Submisi Karya Tulis Isi Submisi Peserta diminta menulis position paper (contoh position paper bisa dilihat di sini) atau naskah pembuka yang memuat argumen utama sesuai mosi yang dipilih. Ketentuan: 200-600 kata. Tulisan harus memuat: Format Penulisan Batas Waktu Seleksi Panitia menilai submisi berdasarkan rubrik berikut (total 100): Pengumuman Hasil Kewajiban Peserta Terpilih Diskualifikasi Peserta dapat didiskualifikasi apabila: Ketentuan Tambahan Penutup Laman ini bertujuan menyediakan tata kelola yang jelas dan adil dalam tahap partisipasi acara debat. Untuk bagian mekanisme debat (format pidato, durasi, POI, penjurian), panitia akan menerbitkan laman terpisah. - [Pendaftaran Anggota Baru](https://lsfdiscourse.org/pendaftaran-anggota-baru/): Bergabunglah bersama kami, Komunitas Filsafat di Kota Malang Kami mengundang Anda, pecinta filsafat, untuk bergabung dengan kami dalam perjalanan pemikiran mendalam dan dialog yang membangkitkan semangat. Informasi lebih lanjut Tentang Kami LSF Discourse merupakan sekelompok kecil pemudi-pemuda independen yang berkumpul sejak 2017 untuk mengupayakan pencarian makna. Berlatar belakang rasa hormat dan kekaguman pada para pemikir agung yang telah mewariskan berbagai jalan dan keteladanan, kami berupaya turut mencari dan menapaki jejak langkah ziarah kehidupan mereka di bumi agar dapat semakin mengagumi misteri desain alam raya. Melalui lingkar belajar yang kondusif, para anggota mempertemukan berbagai minat dan disiplin keilmuan yang berbeda dalam […] - [Surat Redaksi](https://lsfdiscourse.org/surat-redaksi/): Pada catatan pembuka Frederick Beiser dalam Diotima’s Children, ia mengungkapkan bahwa salah satu tradisi berpikir yang diwariskan kepada kita dari para filsuf tradisional ialah untuk mencari keindahan kehidupan serta mengejar kebenaran dan ilmu pengetahuan. Hal yang sama merupakan harapan dari para filsuf kontemporer seperti Rebecca Buxton dan Lisa Whiting dalam pengantar bagi buku The Philosopher Queens. Pada kesempatan yang sama Buxton dan Whiting menyatakan bahwa dalam studi filsafat, kisah hidup maupun produk pemikiran filsuf perempuan masih belum terwakili dengan baik. Perempuan dalam proses perkembangan filsafat menjadi seks kedua yang mendapatkan tempat berbeda dengan kelompok yang dirasa memiliki kelebihan dalam bidang […] - [Privacy Policy](https://lsfdiscourse.org/privacy-policy/): At lsfdiscourse, accessible from lsfdiscourse.org, one of our main priorities is the privacy of our visitors. This Privacy Policy document contains types of information that is collected and recorded by lsfdiscourse and how we use it. If you have additional questions or require more information about our Privacy Policy, do not hesitate to contact us. This Privacy Policy applies only to our online activities and is valid for visitors to our website with regards to the information that they shared and/or collect in lsfdiscourse. This policy is not applicable to any information collected offline or via channels other than this […] - [Beranda](https://lsfdiscourse.org/) - [Cara bergabung ke server Discord LSF Discourse melalui smartphone android](https://lsfdiscourse.org/join-our-discord/): 1. Download aplikasi Discord terlebih dahulu. Aplikasi Discord dapat ditemukan di Google Play Store atau Anda bisa langsung download di sini. 2. Buka aplikasinya lalu pilih Register. Apabila Anda sudah memiliki akun sebelumnya, pilih Login. 3. Setelah Anda pilih Register, Anda akan diminta untuk verifikasi hCaptcha. Verifikasi ini dilakukan agar Discord dapat memastikan bahwa Anda bukanlah bot. 4. Apabila Anda berhasil menjawab soal yang diberikan oleh Discord, Anda akan diminta untuk mengisi nomor telepon atau email (pilih salah satu), lalu pilih Next. Apabila Anda mendaftar dengan nomor telepon, Anda akan dikirimkan kode pengesahan dari Discord (isi permintaan kode di aplikasi […] - [Download](https://lsfdiscourse.org/download/): Daftar Isi Filsafat Islam Filsafat Sejarah Filsafat Pancasila Filosof Putri Filsafat Posthuman Estetika Filsafat Perubahan Iklim Belajar Bersama Komunitas Bebas Kekerasan Seksual Materi Kajian Filsafat Islam Episteme dan Ketidaksadaran Kognitif dalam Kritik Nalar Al-Jabiri (Dr. Mohamad Anas, M. Phil.) Relativisme dan Absolutisme Moral (Firmansyah Sundana) Konsep Manusia menurut Ibn Sina (Muhammad Syaifurrijal) Filsafat Perbandingan Al-Ghazali dan Aquinas (Dika Sri Pandanari) Materi Kajian Filsafat Sejarah Reversi Mitologi Jawa (Bondhan Rio) Filsafat Sejarah Reversi Mitologi (Departemen Filsafat Sejarah LSFD) Materi Kajian Filsafat Pancasila Filsafat Pancasila (Dr. Mohamad Anas, M.Phil.) Filsafat Timur dan Pancasila (Dika Sri Pandanari) Seri Kajian Filosof Putri Diskursus Seni […] - [Artikel](https://lsfdiscourse.org/artikel/) - [Login](https://lsfdiscourse.org/login/): Login Register User Name * Email * Password * Submit - [Tentang kami](https://lsfdiscourse.org/tentang-kami/): Discourse adalah majalah digital yang menghadirkan gagasan dan ide filosofis untuk merefleksikan kehidupan kita. Kami mengeksplorasi pemikiran filosofis—dari konsep klasik hingga perspektif kontemporer—dengan tujuan membuat filsafat lebih accessible dan relevan bagi semua orang dalam kehidupan sehari-hari. Melalui artikel, esai, dan wawasan mendalam, kami mengajak pembaca untuk berpikir kritis tentang berbagai aspek eksistensi manusia, nilai-nilai, pengetahuan, dan makna. Setiap tulisan dirancang untuk menginspirasi dialog dan refleksi personal yang bermakna. Siapa Kami? Discourse dikelola oleh Lingkar Studi Filsafat Discourse (LSF Discourse), sebuah komunitas pembelajar filsafat yang berbasis di Malang. Komunitas kami berkumpul secara berkala untuk berdiskusi, berbagi pengetahuan, dan mengembangkan pemahaman filosofis […] - [Hubungi Kami](https://lsfdiscourse.org/hubungi-kami-2/): Alamat kantor kami Jl. Mertojoyo B1 Kota Malang Indonesia Kontak Pusat Bantuan +62 813 2692 1698 redaksi@lsfdiscourse.org Setiap hari, 10:00-15:00 WIB. - [Sitemap](https://lsfdiscourse.org/sitemap-xml/): [wp_sitemap_page] - [Menulis Bersama Kami](https://lsfdiscourse.org/kontribusi/): Jika Anda memiliki perenungan mendalam tentang kehidupan dan filosofi, kami mengundang Anda untuk membagikannya dengan komunitas kami. Ingatan tidak kuat melawan waktu—ide Anda layak diabadikan dan dibaca oleh pembaca Discourse. Berkontribusi dengan kami sangat mudah. Kiriman esai Anda melalui formulir yang tersedia di halaman pengiriman tulisan, dan tim redaksi kami akan meninjau karya Anda dengan cermat. Kategori Tulisan Refleksi Refleksi adalah ruang bagi Anda untuk menuangkan gagasan filosofis mengenai isu-isu terkini maupun perenial. Kategori ini sempurna untuk pembaca yang ingin menggali makna, mengajukan pertanyaan kritis, atau menawarkan perspektif baru tentang kehidupan. Kajian Tokoh Kajian Tokoh menghadirkan pemikiran filosofis dari para […] [comment]: # (Generated by Hostinger Tools Plugin)