Sebagai seorang pemikir Stoik, Seneca merumuskan bahwa sumber kebahagiaan ialah pengelolaan karakter yang ada di dalam diri manusia. Karenanya kebahagiaan datang dari dalam diri, pun pada beberapa kesempatan kebahagiaan seakan datang dari luar diri manusia.
Seneca dan dua karakter kebahagiaan
Sebagai seorang pemikir Stoik, Seneca merumuskan bahwa sumber kebahagiaan ialah pengelolaan karakter yang ada di dalam diri manusia. Karenanya kebahagiaan datang dari dalam diri, pun pada beberapa kesempatan kebahagiaan seakan datang dari luar diri manusia.
Ditulis oleh
dalam

Comments
Baca Juga

Apakah Tuhan Benar-Benar Mati?
Manusia mulai meninggalkan ajaran institusi agama yang dianggap kaku, lalu bereksperimen, menghancurkan dan membentuk kembali makna ber-Tuhan.

Iman yang Mencari Pemahaman
Selama ini iman mungkin dianggap sebagai kepatuhan buta yang menutup diri dari logika, namun pemikiran Anselmus dari Canterbury berhasil mematahkan…

Utopia Pengetahuan di Ruang Post-Epistemik
Mungkin yang perlu kita lepaskan bukanlah utopia pengetahuan itu sendiri, tetapi fantasi tentang pengetahuan tanpa konflik, tanpa hierarki, dan tanpa…

“Menyelamatkan” Allāh dari Proyeksi dan Ideologi
Berbicara tentang Allāh dengan sungguh-sungguh dan secara genuine mensyaratkan kondisi publik yang rasional dan terbuka.





Tinggalkan Balasan