Tag: Jean-Paul Sartre

Perayaan Eksistensialisme Kecil-Kecilan

Pendasaran yang digunakan oleh Sartre adalah sebagaimana ungkapan masyhur “Existence comes before essence” yang dilekatkan pada manusia. Eksistensi mencakup makna “keberadaan” sehingga pertanyaan padanya adalah “adakah (sesuatu) itu?” sedangkan esensi memuat makna “keapaan” sehingga pertanyaan berikutnya adalah “apakah itu?”. Melalui ungkapan “eksistensi mendahului esensi” ini, Sartre secara tegas membalik paradigma filsafat tradisional yang dianggapnya gagal menempatkan manusia pada kesadarannya.

Mengapa manusia membenci?

Apabila bagi Jean Paul Sartre kematian seseorang merupakan akibat dari terkikisnya subjek oleh suatu objek, maka kebencian adalah ihwal yang benar dan naluriah bagi manusia.

Menghadapi Buku

Jean-Paul Sartre melewati masa kecil dengan tumbuh bersama karya-karya Gustave Flaubert, Pierre Corneill, serta kisah-kisah dan pandangan satir pada tokoh dari tragedi Julius Caesar hingga

Close Menu