Tag: Eksistensialisme

Notulensi Bedah Buku The Sea Close By – Albert Camus

Albert Camus dikenal sebagai pujangga Prancis yang menyelipkan konsep absurditas dalam gelombang eksistensialisme pada masanya. Dalam magnum opusnya yang berjudul Mite de Sisifus, Camus memperlihatkan

Perayaan Eksistensialisme Kecil-Kecilan

Pendasaran yang digunakan oleh Sartre adalah sebagaimana ungkapan masyhur “Existence comes before essence” yang dilekatkan pada manusia. Eksistensi mencakup makna “keberadaan” sehingga pertanyaan padanya adalah “adakah (sesuatu) itu?” sedangkan esensi memuat makna “keapaan” sehingga pertanyaan berikutnya adalah “apakah itu?”. Melalui ungkapan “eksistensi mendahului esensi” ini, Sartre secara tegas membalik paradigma filsafat tradisional yang dianggapnya gagal menempatkan manusia pada kesadarannya.

Perjumpaan

Perjalanan panjang. Ia mengembalikan ingatan pada kelelahan fisik, lamunan tanpa alur, hingga ruang-ruang jiwa sunyi tak terkenali. Cepatnya barisan pohon dan pemukiman bergerak membuat lupa

Waktu dan Manusia

Temporalitas (tempo dalam bahasa latin berarti waktu), sebagaimana yang dinyatakan Martin Heidegger, berbeda dengan konsep waktu kosmologi dan fisika. Dalam kosmologi, waktu merupakan satuan yang

Mengapa manusia membenci?

Apabila bagi Jean Paul Sartre kematian seseorang merupakan akibat dari terkikisnya subjek oleh suatu objek, maka kebencian adalah ihwal yang benar dan naluriah bagi manusia.

Absurditas Camus

Filsafat merupakan pergulatan antara ide-ide dan pengetahuan manusia untuk mencari kebenaran. Data dan pertanyaan dapat terkumpul dari apa yang didapat secara inderawi (empiris) dan diolah

Close Menu