Albert Camus umum dikenal atas karya dan pemikirannya mengenai Mitos Sisifus. Pada kesempatan lain ia juga menuliskan berbagai refleksi atas kondisi manusia pada masanya melalui berbagai mitos Yunani kuno lain seperti Prometheus dan Minotaur. Berkaca pada mitos-mitos tersebut, Camus memandang pola manusia sebagai bagian dari realitas mitis.
Mitos Prometheus dan Perlawanan Albert Camus
Albert Camus umum dikenal atas karya dan pemikirannya mengenai Mitos Sisifus. Pada kesempatan lain ia juga menuliskan berbagai refleksi atas kondisi manusia pada masanya melalui berbagai mitos Yunani kuno lain seperti Prometheus dan Minotaur. Berkaca pada mitos-mitos tersebut, Camus memandang pola manusia sebagai bagian dari realitas mitis.
Ditulis oleh
dalam

Comments
Baca Juga

Bagaimana Meme, Matematika, dan Tuhan Berbagi Ruang Logis
Jika kita menanggalkan prasangka awal dan menelisik struktur logis yang menopang ketiganya, justru tampak bahwa meme, matematika, dan Tuhan kerap…

Jadi Berapa Besar Kapital Seksualmu?
Metafora kapital seksual digunakan untuk menjelaskan bagaimana individu dalam masyarakat neoliberal mendapatkan keuntungan dari subjektivitas seksualnya (termasuk di dalamnya adalah…

Filsafat Sains Kant
Immanuel Kant, yang dianggap sebagai filsuf sains, membagi sains menjadi historis atau rasional, dan mengakuinya sebagai sistem kognitif yang terorganisir.

Relasi Epistemologis Filsafat, Ilmu Sejarah, dan Mazhab Annales: Sebuah Kajian atas Fondasi, Kritik, dan Transformasi Historiografi Modern
Masa lalu bukanlah sekadar artefak mati yang siap dicatat, melainkan realitas kompleks yang menuntut penafsiran filosofis. Melalui lensa revolusioner Mazhab…

Masihkah ada Stoa: Fenomena Doomscrolling
Dengan pemahaman mendalam tentang eudaimonia sebagai fondasi kebahagiaan sejati, kita kini dapat melihat bagaimana doomscrolling secara fundamental bertentangan dengan prinsip-prinsip…

Membumikan Para Intelektual: Membaca Gagasan Ali Syariati dalam Konteks Indonesia
Membaca ulang gagasan rausyan fikr dari Ali Syariati untuk mengkritik pragmatisme kaum akademisi di Indonesia. Mampukah para intelektual kita keluar…

Berikan komentar