Zillah Eisenstein, seorang Profesor Emerita dari University of Ithaca College mengedepankan permasalahan gender dalam isu peperangan dan politik. Dalam buku ia melihat bahwa elemen-elemen fasistik telah menjadi senjata untuk mereduksi kehidupan perempuan yang bersifat plural, dan sayangnya pluralitas tersebut yang menjadi bahan bakar utamanya. Politik telah memutar balikkan fakta dan sekaligus kehidupan perempuan dan kaum feminis dalam balutan retorika atas hak.
Sexual Decoys – Zillah Eisenstein
Zillah Eisenstein, seorang Profesor Emerita dari University of Ithaca College mengedepankan permasalahan gender dalam isu peperangan dan politik. Dalam buku ia melihat bahwa elemen-elemen fasistik telah menjadi senjata untuk mereduksi kehidupan perempuan yang bersifat plural, dan sayangnya pluralitas tersebut yang menjadi bahan bakar utamanya. Politik telah memutar balikkan fakta dan sekaligus kehidupan perempuan dan kaum…
Ditulis oleh
dalam

Baca Juga

“Menyelamatkan” Allāh dari Proyeksi dan Ideologi
Berbicara tentang Allāh dengan sungguh-sungguh dan secara genuine mensyaratkan kondisi publik yang rasional dan terbuka.

Jadi Berapa Besar Kapital Seksualmu?
Metafora kapital seksual digunakan untuk menjelaskan bagaimana individu dalam masyarakat neoliberal mendapatkan keuntungan dari subjektivitas seksualnya (termasuk di dalamnya adalah…

Filsafat Sains Kant
Immanuel Kant, yang dianggap sebagai filsuf sains, membagi sains menjadi historis atau rasional, dan mengakuinya sebagai sistem kognitif yang terorganisir.

Memercayai atau Tidak Memercayai Tuhan sebagai Tindakan Moral
Mempercayai Tuhan dapat dipahami sebagai salah satu bentuk respons manusia terhadap realitas yang dihadapi.

Bagaimana Meme, Matematika, dan Tuhan Berbagi Ruang Logis
Jika kita menanggalkan prasangka awal dan menelisik struktur logis yang menopang ketiganya, justru tampak bahwa meme, matematika, dan Tuhan kerap…

Relasi Epistemologis Filsafat, Ilmu Sejarah, dan Mazhab Annales: Sebuah Kajian atas Fondasi, Kritik, dan Transformasi Historiografi Modern
Masa lalu bukanlah sekadar artefak mati yang siap dicatat, melainkan realitas kompleks yang menuntut penafsiran filosofis. Melalui lensa revolusioner Mazhab…
