Zillah Eisenstein, seorang Profesor Emerita dari University of Ithaca College mengedepankan permasalahan gender dalam isu peperangan dan politik. Dalam buku ia melihat bahwa elemen-elemen fasistik telah menjadi senjata untuk mereduksi kehidupan perempuan yang bersifat plural, dan sayangnya pluralitas tersebut yang menjadi bahan bakar utamanya. Politik telah memutar balikkan fakta dan sekaligus kehidupan perempuan dan kaum feminis dalam balutan retorika atas hak.
Sexual Decoys – Zillah Eisenstein
Zillah Eisenstein, seorang Profesor Emerita dari University of Ithaca College mengedepankan permasalahan gender dalam isu peperangan dan politik. Dalam buku ia melihat bahwa elemen-elemen fasistik telah menjadi senjata untuk mereduksi kehidupan perempuan yang bersifat plural, dan sayangnya pluralitas tersebut yang menjadi bahan bakar utamanya. Politik telah memutar balikkan fakta dan sekaligus kehidupan perempuan dan kaum…
Ditulis oleh
dalam

Baca Juga

Di Balik Kemudi Sains: Antara Sains dan Kepentingan Manusia
Sains kerap dikambinghitamkan atas berbagai tragedi modernitas. Namun, benarkah sains yang bersalah?

Jadi Berapa Besar Kapital Seksualmu?
Metafora kapital seksual digunakan untuk menjelaskan bagaimana individu dalam masyarakat neoliberal mendapatkan keuntungan dari subjektivitas seksualnya (termasuk di dalamnya adalah…

Filsafat Sains Kant
Immanuel Kant, yang dianggap sebagai filsuf sains, membagi sains menjadi historis atau rasional, dan mengakuinya sebagai sistem kognitif yang terorganisir.

Pintar tapi Menyimpang: Krisis Pendidikan Modern
Mengapa koruptor justru banyak berasal dari kalangan terdidik? Jawabannya tersembunyi dalam sistem pendidikan kita yang telah lama kehilangan arahnya. Sebuah…

Mengapa Petani Selalu Terpinggirkan? Membedah Koalisi Kekuasaan dan Oligarki
Pertanian komunal bukanlah sisa-sisa masa lalu yang usang, melainkan sebuah masa depan yang ditunda secara paksa. Dengan meminjam kacamata Chayanov…

Rezim Ketersinggungan: Komedi, Ruang Publik, dan Paradoks Demokrasi
Dengan mengambil titik tolak dari polemik “Mens Rea” Pandji Pragiwaksono, tulisan ini menelusuri bagaimana dekontekstualisasi di media sosial dan rendahnya…
