Pramoedya Ananta Toer, Armijn Pane, Haris Djohan, dan Hamka dikenal sebagai pemikir serta pujangga Indonesia. Dalam buku ini, tertuang catatan pemikiran keempat tokoh tersebut mengenai kelahiran imajinasi dan implikasi dari kelahiran sebuah karya.
Kesusastraan Sebagai Alat
Pramoedya Ananta Toer, Armijn Pane, Haris Djohan, dan Hamka dikenal sebagai pemikir serta pujangga Indonesia. Dalam buku ini, tertuang catatan pemikiran keempat tokoh tersebut mengenai kelahiran imajinasi dan implikasi dari kelahiran sebuah karya.
Ditulis oleh
dalam

Comments
Baca Juga

Semakin Aku Tahu, Semakin Aku Tidak Tahu
Pernahkah Anda bertanya-tanya, mengapa mereka yang paling vokal sering kali adalah orang yang pengetahuannya belum mendalam?

Jadi Berapa Besar Kapital Seksualmu?
Metafora kapital seksual digunakan untuk menjelaskan bagaimana individu dalam masyarakat neoliberal mendapatkan keuntungan dari subjektivitas seksualnya (termasuk di dalamnya adalah…

Filsafat Sains Kant
Immanuel Kant, yang dianggap sebagai filsuf sains, membagi sains menjadi historis atau rasional, dan mengakuinya sebagai sistem kognitif yang terorganisir.

Melampaui Kosmologi Mekanistik: Menggugat Keterasingan Manusia dan Paradigma New Cosmology
Tinjauan kritis terhadap paradigma New Cosmology. Menelusuri akar filosofis krisis ekologis melalui pemikiran Thomas Berry dan urgensi transisi menuju ontologi…

Epistemologi Sekularisasi Nurcholish Madjid: Solusi Masalah Indonesia Modern
Sering disalahpahami sebagai sekularisme hingga akhirnya diharamkan oleh MUI, gagasan sekularisasi Nurcholish Madjid justru menawarkan epistemologi baru yang membebaskan umat…

Cinta di Luar Horizon: Fenomena Keterlambatan dan Kebebasan
Ada momen ketika seseorang menyadari bahwa ia terlambat — bukan dalam arti kronologis, melainkan dalam arti yang lebih dalam: dunia…

Berikan komentar