Keluarga memiliki peran penting dalam kajian etika politik dan filsafat sosial utamanya berkaitan dengan kondisi pertama yang ditemui oleh manusia sebagai makhluk sosial. Terbentuknya keluarga mensyaratkan keadaan primitif yang termanipulasi oleh kesepakatan atau pembagian kuasa. Friedrich Engels mengusulkan konsepsi sejarah yang mengaitkan ide atas cinta, keluarga, dan kapitalisme. Bagaimana keluarga terbentuk dalam skema pemikiran Engels? Akankah kapitalisme yang hadir di saat ini terus mempengaruhi pemahaman manusia atas cinta dan keluarga?
Keluarga dan Kapitalisme
Keluarga memiliki peran penting dalam kajian etika politik dan filsafat sosial utamanya berkaitan dengan kondisi pertama yang ditemui oleh manusia sebagai makhluk sosial. Terbentuknya keluarga mensyaratkan keadaan primitif yang termanipulasi oleh kesepakatan atau pembagian kuasa. Friedrich Engels mengusulkan konsepsi sejarah yang mengaitkan ide atas cinta, keluarga, dan kapitalisme. Bagaimana keluarga terbentuk dalam skema pemikiran Engels?…
Comments
Baca Juga

Masihkah ada Stoa: Fenomena Doomscrolling
Dengan pemahaman mendalam tentang eudaimonia sebagai fondasi kebahagiaan sejati, kita kini dapat melihat bagaimana doomscrolling secara fundamental bertentangan dengan prinsip-prinsip…

Jadi Berapa Besar Kapital Seksualmu?
Metafora kapital seksual digunakan untuk menjelaskan bagaimana individu dalam masyarakat neoliberal mendapatkan keuntungan dari subjektivitas seksualnya (termasuk di dalamnya adalah…

Filsafat Sains Kant
Immanuel Kant, yang dianggap sebagai filsuf sains, membagi sains menjadi historis atau rasional, dan mengakuinya sebagai sistem kognitif yang terorganisir.

Membumikan Para Intelektual: Membaca Gagasan Ali Syariati dalam Konteks Indonesia
Membaca ulang gagasan rausyan fikr dari Ali Syariati untuk mengkritik pragmatisme kaum akademisi di Indonesia. Mampukah para intelektual kita keluar…

Sejarah Tubuh, Kontrol Populasi, dan Biopolitik: Membaca Praktik Disiplin Modern melalui Lensa Michel Foucault
Kita sering merasa bebas saat menggulir layar ponsel atau menjalani rutinitas sehari-hari. Namun, benarkah demikian?

Di Balik Kemudi Sains: Antara Sains dan Kepentingan Manusia
Sains kerap dikambinghitamkan atas berbagai tragedi modernitas. Namun, benarkah sains yang bersalah?

Berikan komentar